Senin 14 September 2020, 18:55 WIB

Wafatnya Sejumlah Dokter Dikhawatirkan Ganggu Pelayanan Kesehatan

Atalya Puspa | Humaniora
Wafatnya Sejumlah Dokter Dikhawatirkan Ganggu Pelayanan Kesehatan

ANTARA/SYIFA YULINNAS
Petugas medis bertugas di dalam ruang rawat isolasi covid-19 RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Aceh Barat, Aceh.

 

HINGGA Kini tercatat sudah sebanyak 115 dokter di Indonesia meninggal dunia akibat covid-19. Padahal, jumlah dokter di Indonesia terendah kedua di Asia Tenggara yaitu sebesar 0,4 dokter per 1.000 penduduk. Artinya, Indonesia hanya memiliki 4 dokter yang melayani 10.000 penduduk.

Selain itu, rasio dokter spesialis juga rendah, sebesar 0,13% per 1.000 penduduk. Selain itu, distribusi tenaga medis dan tenaga kesehatan juga terkonsentrasi di Jawa dan kota-kota besar.

Baca juga:  Dokter Penemu Korona Meninggal, Jagat Maya Tiongkok Sedih

Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi mengungkapkan, kematian dokter yang saat ini sebanyak 115 dokter dengan asumsi 1 dokter melayani 2.500 pasien, diperkirakan 300 ribu rakyat Indonesia akan kehilangan pelayanan dari dokter.

"Begitu juga dengan meninggalnya dokter gigi dan perawat. Apalagi dengan meninggalnya dokter spesialis yang saat ini masih dirasakan kurang di Indonesia . Dokter adalah aset bangsa, investasi untuk menghasilkan dokter dan dokter spesialis sangat mahal," kata Adib dalam keterangan yang diterima Media Indonesia, Senin (14/9).

"Kehilangan dokter tentunya akan dapat berakibat menurunnya kualitas pelayanan bagi rakyat Indonesia," imbuhnya.

Oleh karena itu, kata Adib, perlu ketegasan pemerintah untuk membuat langkah-langkah kongkret dalam upaya perlindungan dan keselamatan bagi para dokter dan tenaga kesehatan lainnya.

"Kebutuhan dokter tentunya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi organisasi Profesi dan perhimpunan-perhimpunan spesialis untuk tetap dapat menjamin proporsi pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam mengungkapkan hal senada. Pemerintah dinilainya harus menjaga dokter di Indonesia sebagai aset dan investasi berharga.

Berkaitan dengan penanganan pandemi, untuk mencegah terulangnya kasus kematian dokter, Ari menuturkan kuncinya yakni pada pengendalian kasus.

"Intinya, jumlah kasus kita yang harus terkendali. Jangan otak-atik yang lain. Ini kan pasien tidak terkendali yang membuat dokter exhauted. Jangan biarkan orang keliaran di jalanan," ungkap Ari.

"Selain itu berikan dana yang mencukupi. RS harus disupport dengan APD yang lebih lengkap. Pertanyaannya kan sekarang, apakah nakes disediakan APD yang baik di RS?" tandasnya. (Ata/A-1)

Baca Juga

Dok UI

Dianggap Fitnah UI, Politikus PKS Diminta Mundur dari DPR

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 20 September 2020, 21:50 WIB
Desakan ini berdasarkan surat resmi dari 12 perwakilan pengajar UI yang disampaikan kepada Rektor UI Ari...
Antara

Hujan Lebat dan Angin Kencang, BMKG Peringatkan Daerah

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 20 September 2020, 21:45 WIB
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas lebat disertai kilat dan angin kencang masih...
Antara

BNPB : 98.649 Jiwa Terdampak Banjir di Kalimantan Barat

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 20 September 2020, 21:20 WIB
BANJIR yang merendam 11 Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat telah berangsur surut dan kini tinggal tiga kecamatan yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya