Senin 14 September 2020, 20:33 WIB

Banjir, Tanggap Darurat Dua Pekan di Kotawaringin Timur

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Banjir, Tanggap Darurat Dua Pekan di Kotawaringin Timur

Antara
Ilustrasi

 

BANJIR yang terjadi sejak Senin (6/9) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah telah merendam 1.118 rumah, sebagaimana menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur hingga Senin (14/9) pukul 16.53 WIB.

Atas bencana tersebut, Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur menetapkan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 14–27 September 2020.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan adapun sebanyak 1.118 rumah yang terendam banjir itu terbagi di delapan desa di Kecamatan Antang Kalang, enam desa di Kecamatan Telaga Antang dan empat desa di Kecamatan Mentaya.

"Banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 80-150 sentimeter yang disebabkan oleh meluapnya sungai Mentaya itu juga berdampak pada kurang lebih 1.118 KK dan memaksa beberapa warga mengungsi secara mandiri di rumah para kerabatnya," kata Raditya dalam keterangannya Senin (14/9).

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur terus melakukan kaji cepat, membantu proses evakuasi, mendirikan tenda posko banjir di setiap kecamatan dan memberikan bantuan logistik dengan menggandeng beberapa pihak, baik dari unsur pemerintahan maupun dunia usaha.

Baca juga : Melonjak, Positif Korona di NTT Tambah 39 Kasus

"Dinas kesehatan setempat juga telah melakukan penyuluhan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak," sebutnya.

Sementara itu, menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Tengah hingga Rabu (16/9) mendatang.

Selain Kalimantan Tengah, wilayah lain yang memiliki prakiraan cuaca yang sama meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Melihat adanya dampak dari bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan hasil prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana. (OL-2)

 

Baca Juga

DOK MI

Bupati Situbondo Meninggal Dunia

👤Usman Afandi 🕔Kamis 26 November 2020, 19:00 WIB
Sebelumnya diberitakan Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Abdoer...
Ist

Masyarakat Diajak Pilih Machfud-Mujiaman di Pilwalkot Surabaya

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 November 2020, 18:41 WIB
Selama menjadi Dirut BUMD PDAM Surya Sembada Surabaya, Mujiaman dinilai sukses memberikan pelayanan yang maksimal kepada...
MI/Rudi Kurniawansyah

Polda Riau Aparat Sita Ratusan Batang Kayu Ilegal

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Kamis 26 November 2020, 18:30 WIB
Operasi pemberantasan pembalalan liar dilaksanakan pada 18 sampai 22 November 2020 dengan melibatkan 456 personel dari Polda Riau dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya