Senin 14 September 2020, 19:51 WIB

Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Dituntut 4 Tahun

Hery Susetyo | Nusantara
Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Dituntut 4 Tahun

Ilustrasi
Korupsi

 

Bupati Sidoarjo (nonaktif) Saiful Ilah dituntut 4 tahun penjara oleh jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Surabaya di Jalan Raya Juanda Kabupaten Sidoarjo, Senin (14/9).

Dalam tuntutannya, jaksa KPK menilai Saiful Ilah terbukti melanggar Pasal 11 Undang-undang Tipikor junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Selain dituntut 4 tahun, jaksa KPK juga menuntut terdakwa membayar uang denda Rp200 juta subsider 6 bulan.

"Meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana selama empat tahun dan denda Rp200 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti dengan hukuman penjara selama enam bulan," kata jaksa KPK Arif Suhermanto.

Tidak itu saja, terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti Rp600 juta. Namun dikarenakan ada Rp350 juta yang sudah disita, sehingga terdakwa tinggal wajib membayar Rp250 juta. Uang pengganti tersebut harus dibayar maksimal satu bulan setelah kasus inkrah.

"Dibayar maksimal satu bulan setelah kasus inkrah. Jika tidak dibayar, disita harta bendanya, dan jika tidak ada, diganti dengan hukuman pidana selama dua tahun," kata Arif.

Ada hal yang meringankan dari tuntutan jaksa ini,  Yaitu terdakwa sudah lanjut usia. Sementara yang memberatkan, terdakwa dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sebagai kepala daerah, terdakwa juga tidak memberi teladan yang baik dan menciderai kepercayaan masyarakat.

"Selain itu, terdakwa tidak menyesali perbuatannya, dan tidak konsisten dalam memberikan keterangan selama persidangan," kata jaksa KPK.

Seusai sidang, Saiful Ilah tetap ngotot bahwa dirinya tidak bersalah. Dia menyatakan dengan tegas, tidak pernah meminta-minta uang kepada anak buah atau kontraktor.

"Sumpah saya tidak pernah meminta-minta seperti itu. Lebih jelasnya, disampaikan pengacara saya," kata Saiful Ilah.

Sementara penasihat hukum Samsul Huda mengatakan, pihak jaksa menuntut hanya berdasar penafsiran sendiri. Jaksa penuntut hanya berdasar petunjuk tanpa ada pembuktian yang kuat.

"Padahal sekelas KPK kan kemampuannya besar. Harusnya gampang dong jika mau membuktikan. Tapi kan klien kami memang tidak menerima uang seperti yang dituduhkan," kata Samsul.

Sebelum sidang dengan terdakwa Saiful, juga digelar sidang tuntutan terhadap mantan anak buah bupati nonaktif tersebut. Yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Pemkab Sidoarjo Sunarti Setyaningsih alias Naning, Kabag ULP Sanajihitu Sangaji, dan Kabid Jembatan dan Jalan Dinas PUBMSDA Judi Tetrahastoto.

Baca juga : Pelaku Penusukan Sempat Halusinasi Didatangi Syekh Ali Jaber

Tuntutan pada tiga mantan anak buah Saiful Ilah tersebut lebih ringan. Naning dituntut hukuman penjara dua tahun dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan penjara. Selain itu, dia juga diwajibkan mengembalikan Rp225 juta uang suap yang diterimanya. Tapi karena uang sudah disita, dia tak perlu membayar.

Sunarti dituntut paling ringan, karena dia mengakui semua perbuatannya dan menyesal. Sunarti punya tiga anak dan suaminya juga meninggal dunia ketika dia menjalani proses sidang di Pengadilan Tipikor.

Sementara terdakwa Judi Tetrahastoto dituntut hukuman penjara selama tigatahun dan denda Rp150 juta subsider 6 bulan hukuman penjara. Pertimbangan meringankan juga sama, Judi mengakui semua perbuatannya dan menyesalinya.

Terdakwa Judi juga diwajibkan membayar pengganti Rp450 juta. Namun karena sudah ada Rp230 juta yang disita KPK, dia tinggal mengembalikan Rp250 juta.

Pasal yang sama juga dijeratkan kepada terdakwa Sangaji. Dia dituntut hukuman penjara selama tiga tahun dan denda Rp150 juta subsider 6 bulan kurungan. Sangaji juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp300 juta. Karena Rp100 juta sudah disita dari terdakwa dan Rp90 juta dari Pokja ULP, Sangaji tinggal mengembalikan Rp100 juta.

Kasus korupsi tersebut terungkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK di Pendopo Sidoarjo awal tahun 2020 lalu. Dua kontraktor Ibnu Gofur dan Totok Sumedi selaku pemberi suap dalam pengadaan proyek di lingkungan Pemkab Sidoarjo sudah dijatuhi hukuman masing-masing 20 bulan penjara. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA

Sumsel Perpanjang Masa Pemutihan Pajak Kendaraan

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 30 September 2020, 21:25 WIB
Kebijakan tersebut dikeluarkan untuk memberikan keringanan bagi masyarakat ditengah pelemahan ekonomi akibat situasi pandemi...
123rf.com

Klaster Ponpes Kembali Muncul di Tasikmalaya

👤Kristiadi 🕔Rabu 30 September 2020, 21:15 WIB
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mengoknfirmasi kemunculan klaster baru penyebaran Covid-19...
MI/Yoseph Pencawan

PTPN II Optimalisasi Lahan Tebu di Kwala Madu

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 30 September 2020, 20:42 WIB
PTPN II saat ini sedang melakukan pembersihan lahan di Kebun Kwala Madu, Rayon Kwala tepatnya di Pasar IX, Desa Selemak, Kabupaten Langka,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya