Senin 14 September 2020, 16:15 WIB

Tekan Dampak Pandemi, Pemerintah Terapkan Kebijakan Terintegrasi

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Tekan Dampak Pandemi, Pemerintah Terapkan Kebijakan Terintegrasi

ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan penanganan covid-19.

 

PENGELOLAAN penanganan covid-19 dari kesehatan maupun dari pemulihan ekonomi senantiasa dikoordinasikan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Keputusan yang menyangkut masyarakat diputuskan secara terintegrasi dan ditujukan untuk menurunkan angka terdampak covid-19.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dikutip dari siaran pers, Senin (14/9). "Presiden meminta agar pengelolaan dari penurunan angka ini dikelola secara lokal, intervensi berbasis lokal, sehingga monitoring dan evaluasi secara kedaerahan di 83.000 desa, RT, RW dapat terus termonitor,” tuturnya.

Baca juga: Program Pemulihan Ekonomi Bergulir

Dalam dua pekan, lanjut Airlangga, komite akan mengoordinasikan khususnya pada delapan wilayah terdampak yang lebih besar kenaikannya. Airlangga yang juga Ketua Komite PC-PEN menugaskan wakil komite dan kepala satgas covid-19 untuk memonitor dan melakukan evaluasi.

Ia menambahkan, pemerintah juga tengah membahas pengadaan Uji Polymerase Chain Reaction (PCR Test) yang dilakukan oleh lembaga nonpemerintah atau partisipasi swasta dan klinik. Kementerian Kesehatan akan mereviu, mengevaluasi, dan menetapkan harga jasa PCR test tersebut.

"Penyerapan anggaran sebesar 34,1% dari pagu, dan ini secara bulan ke bulan ada kenaikan sebesar 30,9%. Sejak semester satu sampai dengan September, tren penyerapannya juga sudah naik," ujar Airlangga.

Presiden, disebutnya juga meminta agar insentif bagi sektor pariwisata dikaitkan dengan pengadaan vaksin mandiri, apabila clinical trial (uji coba klinis terhadap vaksin) sudah selesai. "Jadi masih menunggu clinical trial, untuk selanjutnya dibuat program yang terkait dengan sektor pariwisata," kata Airlangga.

Menurutnya, berbagai kampanye guna meningkatkan kedisiplinan masyarakat akan terus dilakukan. Presiden meminta kampanye 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) lebih diintensifkan ke daerah. Selain itu, terkait dengan pendisiplinan masyarakat, Operasi Yustisi akan terus dilaksanakan.

"Terkait fasilitas dari pelayanan kesehatan, Bad Occupancy Ratio (BOR) ruang isolasi tercatat sebesar 59% dan Intensive Care Unit (ICU) sebesar 63%. Ketersediaan flat isolasi mandiri di wisma atlit, dan kerja sama dengan berbagai hotel bintang 2 dan 3, akan menambah kapasitas isolasi bagi yang tanpa gejala," tutur Airlangga.

Komite juga akan melakukan pendalaman dan pengkajian terkait rencana bantuan kepada tenaga honorer. Pasalnya, menurut Airlangga, ada sebagian kecil tenaga honorer yang sudah mendapatkan bantuan melalui data yang ada di BPJS Ketenagakerjaan.

"Bantuan akan diarahkan untuk seluruh tenaga honorer. Namun kami sedang siapkan program dan detailnya," jelasnya. (Mir/A-1)

Baca Juga

Ilustrai

SKK Migas dan Kontraktor Targetkan 1 Juta Barel Minyak per Hari

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 23 September 2020, 17:13 WIB
SKK Migas) dan 98 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sepakat untuk mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari...
MI/Ramdani

Bank Mandiri Dorong Mahasiswa Memulai Bisnis

👤Heryadi 🕔Rabu 23 September 2020, 16:59 WIB
Bank Mandiri terus mendorong mahasiswa agar lebih terbuka wawasannya mengenai dunia perbankan, transaksi digital dan financial technology...
ANTARA

Di Pertemuan G20, Mendag: Indonesia Sudah Batasi Ekspor Masker

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 23 September 2020, 16:13 WIB
Para Menteri Perdagangan G20 menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat perdagangan dan investasi internasional serta mendorong reformasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya