Senin 14 September 2020, 10:43 WIB

Bupati Sikka Kecewa Ada Diskriminasi Pelayanan Kesehatan

Gabriel Langga | Nusantara
Bupati Sikka Kecewa Ada Diskriminasi Pelayanan Kesehatan

MI/Gabriel Langga
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo

 

BUPATI Sikka Fransiskus Roberto Diogo merasa kecewa dengan ulah oknum tenaga medis di Kabupaten Sikka yang memberikan pelayanan di rumah sakit
dan puskesmas. Pasalnya, warga miskin yang ingin berobat ditolak oleh para tenaga medis, meski pasien itu memiliki Kartu Sikka Sehat.

"Warga miskin peserta Kartu Sikka Sehat dipersulit oleh tenaga medis untuk mendapatkan pelayanan. Para tenaga medis ini sering ngomel-ngomel ke orang
miskin yang berobat. Bahkan para tenaga medis ini menolak warga miskin pemegang Kartu Sikka Sehat yang ingin berobat," papar Bupati Sikka, Robby
Idong saat rapat bersama OPD di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (14/9).

Robby menyampaikan, bagi warga miskin pemegang Kartu Sikka Sehat yang berobat di puskesmas itu dipersulit. Sedangkan bagi warga pemegang kartu
BPJS tidak dipersulit oleh tenaga medis. Sebab kata dia, bagi tenaga medis yang dilayani oleh pemegang kartu BPJS itu akan diberikan dana kapitasi
yang dibayarkan langsung oleh pihak BPJS. Sementara itu, warga pemegang Kartu Sikka Sehat tidak ada dana kapitasi.

"Jadi para tenaga medis ini kejar dana kapitasi saja. Ada diskriminasi pelayanan di rumah sakit dan puskesmas antara pemegang BPJS dan Kartu Sikka
Sehat. Ini yang tidak boleh. Saya sudah dapat laporan dari masyarakat. Tenaga medis ini tahu kalau warga berobat dengan kartu Sikka Sehat tidak
bisa klaim di BPJS," kata Robby.

Untuk itu, Robby mengingatkan kepada seluruh tenaga medis apabila ditemukan kembali ada diskriminasi pelayanan antara pemegang BPJS dan Kartu Sikka
Sehat, dirinya tidak segan-segan memberikan sanksi tegas kepada tenaga medis tersebut.

"Gaji dan uang jasa itu kurang kah? Kita harus memberikan pengabdian kepada warga kita. Siapapun orangnya yang ingin berobat, kita harus memberikan
pelayanan. Jangan ada diskriminasi lagi. Kalau kedapatan, saya akan memberikan sanksi keras kepada tenaga medis itu," ungkap Robby ini.

baca juga: Daya Tampung Pasien Covid-19 di RS Rujukan Jateng masih 60 Persen

Selain itu, Robby kembali mendesak pihak rumah sakit untuk menerima warga miskin yang ingin berobat meskipun belum memiliki kartu Sikka sehat dan
BPJS.

"Warga miskin berobat di rumah sakit itu gratis. Saya tidak ingin mendengar lagi warga miskin yang tidak bisa berobat karena biaya. Tugas negara itu
mensejahterakan warga miskin. Warga miskin yang tidak ada kartu apapun harus diterima untuk berobat. Yang berani menolak warga miskin lihat saja nanti," pungkasnya. (OL-3)

Baca Juga

Dok. Pemkot Pariaman

Inovasi Pariwisata di Pariaman Berbuah Penghargaan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 26 Oktober 2020, 03:45 WIB
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Dwi Marhen Yono mendapatkan penghargaan Best Leadership dan Professional kategori...
Dok The Learning Farm

Optimisme Petani Cidaun Hingga Sleman di Masa Pandemi  

👤Iis Zatnika 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 22:25 WIB
Sektor pertanian memang moncer di saat pandemi, namun dibutuhkan kolaborasi para pemangku kepentingan untuk mengungkit kesejahteraan...
Antara

Ulama : Bisnis Prostitusi Daring di Aceh Meningkat Selama Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 22:00 WIB
Maraknya dugaan prostitusi daring yang ditawarkan melalui aplikasi media sosial melalui telepon pintar di Aceh, telah menyebabkan keresahan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya