Minggu 13 September 2020, 21:53 WIB

Pengendalian Transportasi Selama PSBB Sesuai Permenhub 41/2020

RO/Micom | Megapolitan
Pengendalian Transportasi Selama PSBB Sesuai Permenhub 41/2020

Dok kemenhub
juru bicara Kemenhub Adita Irawati.

 

KEBIJAKAN penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta mulai Senin (14/9) oleh Pemprov di DKI Jakarta, yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 88/2020 tentang Pelaksanaan PSBB, Kementerian Perhubungan memastikan pengendalian transportasi yang diberlakukan tetap sesuai dengan Permenhub 41/2020 beserta aturan turunannya. 

Turunan permenhub itu yaitu Surat Edaran Menhub tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di sektor transportasi darat, laut, udara dan perkeretaapian yang diterbitkan pada 8 Juni 2020 lalu.
 
“Berdasarkan hasil koordinasi Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI yang telah berlangsung selama beberapa hari,  pengendalian transportasi yang dilakukan tetap mengacu pada Permenhub 41/2020 dan aturan turunannya,” kata juru bicara Kemenhub Adita Irawati.
 
Selain itu, tidak ada penerapan SIKM (Surat Ijin Keluar Masuk) seperti di masa PSBB sebelum masa transisi. Adapun persayaratan penumpang antar kota akan tetap mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas no 9/2020 dimana syarat Rapid test (hasil non reaktif)  atau tes PCR (hasil negatif) juga masih akan diberlakukan.
 
Adita mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para operator transportasi agar terus melaksanakan  protokol kesehatan dengan pengawasan yang ketat mulai dari keberangkatan, saat perjalanan, sampai di area kedatangan. 

Para operator prasarana dan sarana harus memastikan semua protocol yang telah tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan no 11 (transportasi darat), No 12 (transportasi laut), No 13 (transportasi udara) dan No 14 (transportasi Kereta Api) terlaksana sesuai ketentuan. 

Penumpang maupun petugas wajib menggunakan maskerdan menjaga jarak. Sedangkan operator wajib  memastikan pembatasan kapasitas maksimal penumpang, menyediakan tempat cuci tangan/hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan pada sarana dan prasaran transportasi secara berkala untuk mencegah penularan Covid-19 di area transportasi publik.
 
“Sesuai dengan yang disampaikan oleh Gubernur DKI, pembatasan jam operasional dan pembatasan kapasitas maksimal penumpang hingga 50 persen, masih diterapkan di moda transportasi publik perkotaan seperti di Trans Jakarta, MRT, LRT, KRL Jabodetabek, Taksi dan Angkot. Sedangkan ketentuan untuk transportasi antar kota di semua sektor (udara, laut, darat dan kereta api) tidak mengalami perubahan”, jelas Adita.
 
Sementara, penerapan kebijakan ganjil genap untuk kendaraan pribadi ditiadakan, dengan pembatasan kapasitas (2 orang per baris), kecuali berasal dari  satu domisili yang sama. Sedangkan, untuk sepeda motor baik itu yang digunakan untuk keperluan pribadi maupun ojek  (termasuk berbasis aplikasi) tetap diperbolehkan membawa penumpang dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

“Kami menghimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna transportasi umum untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Dengan kedisiplinan ini kita akan melindungi diri sendiri maupun penumpang lain di sarana dan prasarana transportasi, yang pada akhirnya akan membantu memutus mata rantai penularan covid 19,” tandas Adita. (J-1) 

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Musim Hujan, Daya Tampung Waduk dan Sungai di DKI Ditingkatkan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 27 September 2020, 23:14 WIB
"Sampai dengan Desember ini kami akan menaikkan kapasitas sungai dan saluran kurang lebih...
MI/Bary Fathahilah

PSBB Diperpanjang, Transjakarta Tetap Jalan Sampai Pukul 19.00

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 27 September 2020, 21:44 WIB
Layanan Transjakarta  tidak akan mengalami perubahan kendati adanya pengumuman dari Gubernur DKI Anies Baswedan terkait PSBB di...
MI/Ramdani

Jakarta Berpotensi Hujan Lebat 3 Hari Ke Depan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 27 September 2020, 11:57 WIB
BMKG memprediksikan dalam periode tiga hari kedepan, hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya