Minggu 13 September 2020, 13:21 WIB

Ada 21 Kasus, Institusi Pendidikan di Sukabumi jadi Klaster Covid

Benny Bastiandy | Nusantara
Ada 21 Kasus, Institusi Pendidikan di Sukabumi jadi Klaster Covid

ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Ilustrasi: Sejumlah siswi mengikuti kegiatan belajar mengajar (KMB) tatap muka terbatas di SMA Negeri 3, Kabupaten Jombang

 

SALAH satu institusi pendidikan jadi kluster baru penyebaran covid-19 di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kondisi itu menyusul ditemukannya 21 kasus baru pasien terkonfirmasi covid-19 di lingkungan lembaga pendidikan tersebut.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Sukabumi Wahyu Handriana mengatakan penambahan kasus baru terkonfirmasi covid-19 terjadi pada Sabtu (12/9). Jumlah penambahan kasusnya relatif cukup signifikan.

"Sama, kasus institusi pendidikan," kata Wahyu saat dihubungi Media Indonesia melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Minggu (13/9).

Wahyu belum banyak memberikan keterangan informasi mengenai penambahan 21 kasus baru itu. Tapi informasi yang beredar, klaster institusi pendidikan itu berada di Kecamatan Gunungpuyuh.

Berdasarkan data terbaru dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, hingga Sabtu (12/9) sudah terdapat 169 kasus terkonfirmasi covid-19. Sebelum ditemukan kasus baru terkonfirmasi di salah satu lembaga pendidikan itu, jumlahnya sebanyak 148 kasus.

Baca juga: Pemerintah Harus Mampu Beri Solusi Pendidikan di Masa Covid-19

Dari jumlah kasus terkonfirmasi yang ada, sebanyak 127 orang sudah menjalani perawatan. Mereka pun sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan sebanyak 42 pasien masih menjalani perawatan di ruang isolasi.

Sementara jumlah suspect atau terduga covid-19 mencapai 177 kasus,  termasuk tambahan 2 kasus pada Sabtu (13/9). Pada kasus suspect tersebut, sebanyak 53 orang masih menjalani isolasi mandiri dengan pengawasan dari petugas puskesmas terdekat.

Sebanyak 124 orang suspect dinyatakan telah selesai menjalani isolasi. Pemkot Sukabumi melalui Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 pun masif melakukan tes usap bagi masyarakat umum, tenaga kesehatan, guru, maupun aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Sukabumi. Seperti dilakukan terhadap ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Pemkot Sukabumi, pegawai di organisasi perangkat daerah, maupun aparatur kewilayah di tingkat kecamatan dan kelurahan.

"Pemerintah Kota Sukabumi akan terus melakukan penguatan pada tracking, tracing, dan testing. Sehingga, jika terjadi kasus baru covid-19 dapat segera ditangani secara cepat," kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Pemkot Sukabumi menargetkan bisa melakukan tes usap bagi 3.500-an warga atau 1 per 1.000 dari jumlah penduduk. Dengan dilakukan tes usap secara masif, Fahmi berharap bisa mendeteksi penyebaran covid-19.

"Kami selalu menekankan upaya 3T yaitu tracing, tracking, dan testing. Ini tiga kunci utama kita mendeteksi penyebaran covid-19. Penerapan protokol kesehatan di kalangan masyarakat juga masih menjadi fokus utama mencegah penyebaran covid-19 di Kota Sukabumi," pungkas Fahmi yang juga sebagai Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Sukabumi.(OL-5)

Baca Juga

DOK PEMKAB SERANG

Pandemi Covid-19, Pemkab Serang Gelar Lebaran Yatim Sederhana

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 September 2020, 20:34 WIB
Sebelum pandemi Covid-19, sekitar 1.000 lebih anak yatim diundang ke Pemkab...
MI/FURQON ULYA HIMAWAN

Harga Merosot, Pemkab Wonosobo Borong Hasil Pertanian Lokal

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 September 2020, 20:33 WIB
Pemkab Wonosobo berkomitmen membantu petani dengan membeli hasil ladang mereka yang kemudian dipasarkan ke para pegawai termasuk jajaran...
DOK/MI

Keraton Kasepuhan Cirebon Tiadakan Tradisi Panjang Jimat

👤Nurul Hidayah 🕔Selasa 22 September 2020, 20:29 WIB
Pasar musiman di alun-alun Keraton Kasepuhan ditiadakan. Sedangkan tradisi caos atau silaturahmi masyarakat dengan Stetap dilakukan namun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya