Minggu 13 September 2020, 11:10 WIB

SatPol PP Bali Rangkum 27 Alasan Pelanggaran Saat Sidak Masker

Arnoldus Dhae | Nusantara
SatPol PP Bali Rangkum 27 Alasan Pelanggaran Saat Sidak Masker

ANTARA FOTO/Nyoman Hendra W
Ratusan warga berjalan kaki untuk olah raga di kawasan lapangan Puputan Margarana Renon, Denpasar, Bali, Rabu (2/9)

 

UPAYA Pemprov Bali untuk memerangi covid-19 tidak pernah surut. Hal ini disebabkan peningkatan kasus positif di Bali pesat dalam sepekan terakhir. Saat ini, Bali sedang gencar menerapkan Pergub Bali Nomor 46 Tahun 2020 yang salah satunya berisikan tentang sanksi dan penindakan bagi yang tidak mengenakan masker di jalanan atau keluar rumah.

Kepala Seksi Penindakan SatPol PP Bali Komang Kusuma Edy mengatakan penerapan Pergub 46 Tahun 2020 diawali dengan tahap sosialisasi selama hampir dua pekan. Sudah cukup waktu bagi masyarakat untuk mengetahui pemberlakukan Pergub 46. Apalagi sosialisasi dilakukan sangat masif, melibatkan seluruh elemen masyarakat mulai dari SatPol PP, BPBD Bali dan kabupaten dan kota seluruh Bali, aparat TNI dan Polri yang ada di seluruh Bali, pecalang, para relawan dari berbagai elemen masyarakat.

Selama kurang lebih dua pekan, sosialisasi dilakukan dengan membagikan masker dan kini saatnya diterapkan.

Meski sudah dilakukan sosialisasi, namun masih ada saja masyarakat yang tidak mau menggunakan masker atau kalau menggunakan masker tapi salah atau tidak menempatkan masker sesuai fungsinya.

"Selama ini kami mencoba merangkum berbagai alasan atau jawaban masyarakat saat diperiksa atau disidak petugas. Namun ini bukan untuk ditiru masyarakat. Sebab, saat Pergub 46 ditegakkan, kami tidak mau main-main. Pandemi ini masih terus berlangsung," ujarnya.

Baca juga: Amankan Wartawan, Pemprov Bali Gelar Tes Cepat

Berikut ini 27 alasan masyarakat yang tidak menggunakan masker yang ditemukan berulang kali. Mulai dari malas, panas, lupa, jelek, keluar sebentar, ketinggalan, sesak, tidak enak atau tidak nyaman, susah nafas, buru-buru, sudah pakai helm tidak perlu masker lagi, dalam mobil, olah raga, gatal, ribet, tidak suka, selesai makan, merokok, kelihatan jelek, susah dikenali, tidak ada masker, ada di motor, tidak biasa, baru mau beli, merasa pusing hingga diam saja. 

"Ini alasan yang tidak masuk akal. Jangan sampai diulangi lagi," imbuhnya.

Pihaknya meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga diri sendiri, menjaga keluarga dan lingkunga sekitarnya. Ini bertujuan untuk memutus rantai penularan covid-19 di Bali.

"Di lapangan memang ditemukan banyak perbedaan persepsi dari masyarakat. Namun kita berjalan on the track saja. Kita tindak bagi yang melanggar, sebab ini semua demi kepentingan dan kebaikan bersama," tuturnya.(OL-5)

Baca Juga

MI/Supardji Rasban

Hasil Tracking, Pejabat Brebes Positif Covid-19 Bertambah

👤Supardji Rasban 🕔Kamis 26 November 2020, 07:12 WIB
Hasil tracking pejabat di lingkungan Pemkab Brebes terkonfirmasi positif covid-19 usai tour Bromo-Malang, bertambah dari 10 orang...
MI/Tosiani

Membuat Hantaran Jadi Peluang Bisnis Baru di Temanggung

👤Tosiani 🕔Kamis 26 November 2020, 06:47 WIB
Di tengah lesu bisnis di Kabupaten Temanggung akibat covid-19, kini para pelaku UMKM menggeluti bisnis membuat hantaran untuk...
Ilustrasi

Akumulatif Pasien Positif Covid-19 di Klaten 1.648 Orang

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 26 November 2020, 06:23 WIB
Jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terus bertambah. Hingga saat ini jumlah akumulatif...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya