Minggu 13 September 2020, 07:36 WIB

Universitas Oxford Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Universitas Oxford Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19

AFP/Vincenzo Pinto
ilustrasi pengetesan vaksin

 

UJI coba vaksin covid-19 yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford akan dilanjutkan, setelah dihentikan sementara karena efek samping yang dilaporkan pada pasien di Inggris.

Pada Selasa lalu, AstraZeneca mengatakan penelitian sedang dihentikan sementara untuk menyelidiki apakah reaksi yang merugikan terkait dengan vaksin.

Tetapi Sabtu (12/9), Universitas Oxford mengatakan uji coba vaksin dianggap aman untuk dilanjutkan.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock menyambut baik berita uji coba akan dilanjutkan.

"Jeda ini menunjukkan kami akan selalu mengutamakan keselamatan. Kami akan mendukung para ilmuwan kami untuk memberikan vaksin yang efektif secepat mungkin," ujarnya.

Baca juga: Kandidat Vaksin Covid-19 dari Oxford Tunjukkan Kemajuan

Universitas Okford mengatakan dalam sebuah pernyataan diperkirakan "beberapa peserta akan menjadi kurang sehat" dalam uji coba besar seperti ini.

Studi saat ini dapat dilanjutkan mengikuti rekomendasi dari komite peninjau keamanan independen dan regulator Inggris, Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan.

Mereka tidak akan mengungkapkan informasi tentang penyakit pasien untuk alasan kerahasiaan, tetapi New York Times melaporkan seorang sukarelawan dalam uji coba di Inggris telah didiagnosis mengidap transverse myelitis, sindrom inflamasi yang memengaruhi sumsum tulang belakang dan dapat disebabkan oleh infeksi virus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hampir 180 kandidat vaksin sedang diuji di seluruh dunia tetapi belum ada yang menyelesaikan uji klinis.

Harapan tinggi vaksin tersebut mungkin menjadi salah satu yang pertama hadir di pasaran, setelah pengujian tahap 1 dan 2 yang berhasil.

Langkah ke pengujian Tahap 3 dalam beberapa pekan terakhir telah melibatkan sekitar 30.000 peserta di AS serta di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan. Uji coba fase 3 pada vaksin seringkali melibatkan ribuan peserta dan dapat berlangsung selama beberapa tahun.

Kepala penasihat ilmiah pemerintah Sir Patrick Vallance mengatakan pada konferensi pers di Downing Street pada Rabu lalu, apa yang terjadi dalam uji coba Oxford bukan hal yang aneh.

Berita itu muncul setelah Prof Sir Mark Walport, anggota kelompok penasehat ilmiah pemerintah Sage, memperingatkan Inggris "di ambang kehilangan kendali atas virus korona."(BBC/OL-5)

Baca Juga

AFP/Brendan Smialowski

Trump Dilaporkan Tidak Bayar Pajak Penghasilan

👤Faustinus Nua 🕔Senin 28 September 2020, 06:45 WIB
New York Times melaporkan bahwa Presiden Donald Trump hanya membayar 750 dolar AS pajak penghasilan federal pada 2016 saat ia menenangkan...
AFP/Miguel Medina

Kematian akibat Covid-19 Tembus 1 Juta Jiwa

👤Wisnu AS 🕔Senin 28 September 2020, 06:44 WIB
Penyakit itu telah merenggut 1.000.009 korban dari 33.018.877 infeksi yang...
AFP

Presiden Azerbaijan Beri Peringatan Keras Atas Serangan Armenia

👤Antara 🕔Senin 28 September 2020, 05:53 WIB
Presiden  Azerbaijan Ilham Aliyev mengeluarkan peringatan keras atas provokasi militer berskala besar oleh tentara Armenia di garis...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya