Minggu 13 September 2020, 04:11 WIB

DIY Izinkan Kuliah di Kampus

Ardi Teristi | Humaniora
DIY Izinkan Kuliah di Kampus

Dok.umy.ac.id
Ilustrasi -- Gedung Rektorat Universitas Muhammadiiyah Yogyakarta (UMY)

 

PROSES perkuliahan secara daring tidak mungkin menggantikan tatap muka. Namun, kebanyakan perguruan tinggi tetap memilihnya karena pandemi belum mereda.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Satgas Penanganan Covid-19 sudah mengizinkan kampus-kampus di wilayahnya melakukan pembukaan pembelajaran tatap muka secara bertahap. Langkah berani akan dilakukan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Mulai besok, mereka akan melakukan kuliah tatap muka.

“Satgas Penanganan Covid-19 mengizinkan perguruan tinggi menggelar pembelajaran tatap muka secara bertahap. Sampai saat ini, baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang akan mulai pembelajaran tatap muka secara bertahap pada Senin (14/9),” ungkap Sekda Daerah Istimewa Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji, kemarin.

Prinsipnya, lanjut dia, izin diberikan untuk pembukaan secara bertahap. Kebijakan pembelajaran tatap muka diserahkan kepada kesiapan perguruan tinggi masing-masing.

Saat dihubungi, Kepala Biro Humas dan Protokol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Hijriyah Oktaviani mengaku pertemuan tengah dilakukan Ketua Umum PP Muhammadiyah dengan semua rektor dan pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah se-Indonesia. “Jika ada kebijakan baru terkait dengan pembelajaran, kami akan segera informasikan.”

Guru reaktif

Di tingkat dasar dan menengah, proses pembelajaran tatap muka di sejumlah daerah tidak berjalan lancar. Di Sampang, Jawa Timur, misalnya, sudah melakukan uji coba di tiga kecamatan, Rabu (2/9). Namun, dalam perjalanan, saat dilakukan tes cepat kepada sejumlah guru, tujuh orang di antaranya ternyata reaktif.

Mereka guru SD dan SMP di salah satu kecamatan, sedangkan dua kecamatan lain semua guru negatif. “Kami menghentikan sementara ujicoba tatap muka di sekolah tempat ketujuh guru mengajar,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Noor Alam.

Untuk ketujuh guru itu, mereka juga akan menjalani tes usap. “Jika hasilnya negatif, sekolah tatap muka akan digelar lagi,” tambah Noor.

Pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, juga sudah mulai menggelar kegiatan belajar tatap muka di tingkat SD, SMP, dan SMA. Namun, jumlah pasien baru yang terjangkit ternyata meningkat.

“Karena itu, kami memutuskan untuk menghentikan proses belajar mengajar tatap muka. Siswa dan guru kembali melakukan pembelajaran jarak jauh,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Redho Yusawi.

Sementara itu, rencana untuk menggelar belajar tatap muka akan dilakukan dua sekolah swasta di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mulai besok. Di wilayah itu, tingkat penjangkitan masih tergolong tinggi.

Kedua sekolah tersebut ialah SMP Islam Nurul Fikri Boarding School Lembang dan Bandung Alliance Interculture School (BAIS). Keduanya sudah mengajukan permohonan kepada Satgas Penanganan Covid-19.

“Kami sudah melihat langsung kesiapan kedua sekolah. Namun, keputusan boleh atau tidaknya ada di Satgas Penanganan Covid-19,” kata Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Bandung Barat, Dadan Sapardan.

Kepala SMP Islam Nurul Fikri Aris Firmansyah meng- aku melakukan langkah berani itu karena ingin menciptakan tujuan pendidikan yang ideal serta menanamkan karakter siswa. “Pendidikan karakter sulit didapat dengan pembelajaran jarak jauh.”

Sikap hati-hati dipilih Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. “Kami memilih mengkaji dulu, meski dari 52 kelurahan sudah 32 di antaranya yang masuk zona hijau,” kata Kabid Bina SD, Nuryadi.

Di Tasikmalaya, anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Retno Listyarti sudah mendatangi 31 sekolah. “Hanya SMKN 11 Kota Bandung yang siap.” (MG/MY/DG/DY/AD/N-2)

Baca Juga

AFP

Miley Cyrus Mengaku Pernah Melihat UFO

👤MI 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 03:15 WIB
MUSIKUS asal Amerika Serikat, Miley Cyrus, barubaru ini membagikan pengalamannya yang tak...
Instagram @TIARAANDINI

Tiara Andini Masuk Nominasi Peraih AMI Awards

👤MI 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 02:50 WIB
SATU hal yang tak disangka-sangka oleh Tiara Andini, 19, masuk sebagai salah satu nomine di AMI Awards...
ANTARA

Dewa Budjana Tidak Terhalang Pandemi

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 02:30 WIB
GITARIS Dewa Budjana, 57, merilis lagu terbaru berjudul Kmalasana dari album Naurora yang akan ia luncurkan tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya