Minggu 13 September 2020, 03:43 WIB

Eksekusi Mati Pegulat di Iran Tuai Kecaman

Widhoroso | Internasional
Eksekusi Mati Pegulat di Iran Tuai Kecaman

DOK MI
Ilustrasi

 

HUKUMAN mati yang dijatuhkan Iran terhadap seorang atlet gulat, Navid Afkari, Sabtu (12/9) menilai kecaman berbagai pihak. Salah satunya datang dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Dalam pernyataannya, IOC menyatakan terkejut dengan eksekusi mati itu. IOC mengaku sangat kecewa setelah permohonan para atlet di seluruh dunia dan badan-badan internasional gagal menghentikan eksekusi tersebut.

"Kami bersama keluarga dan teman-teman Navid Afkari," kata IOC dalam sebuah pernyataan.

Navid Afkari, 27, menjalani eksekusi di sebuah penjara di selatan kota Shiraz, Provinsi Fars. Afkari telah dinyatakan bersalah atas pembunuhan terhadap Hossein Torkman, seorang pegawai departemen air, pada 2 Agustus 2018, kata pengadilan.

Jaksa penuntut Kazem Mousavi mengatakan hukuman mati dilakukan atas desakan keluarga korban. Sementara pengacara Afkari, Hassan Younessi, menyebutkan sejumlah orang di Shiraz berencana akan bertemu dengan keluarga pekerja yang terbunuh, Minggu (13/9) untuk meminta pengampunan mereka.

Dia juga mengatakan bahwa berdasarkan hukum pidana di Iran "terpidana memiliki hak untuk bertemu keluarganya sebelum dieksekusi. "Apakah Anda terburu-buru melaksanakan hukuman sehingga Anda mencabut kunjungan terakhir Afkari," katanya.

Sementara itu, Amnesty International mengatakan eksekusi yang dilakukan secara diam-diam adalah parodi mengerikan yang membutuhkan tindakan internasional segera. Laporan yang diterbitkan mengatakan Afkari dihukum atas dasar pengakuan yang disiarkan di televisi setelah dirinya mengalami penyiksaan. (AFP/R-1)

 

Baca Juga

AFP/Saul Loeb

FBI Sebut Rusia Masih Campuri Pilpres AS

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 18 September 2020, 15:44 WIB
Rusia diduga menggencarkan kampanye negatif terhadap kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden. Beragam hoaks juga disebar untuk...
AFP/KOEN VAN WEEL

Belarus Tutup Perbatasan dengan Polandia dan Lituania

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 18 September 2020, 11:16 WIB
"Kami sangat menyesal, kami terpaksa memperkuat perbatasan kami dengan persaudaraan...
AFP/MENAHEM KAHANA

Netanyahu: Tak Ada Pilihan Selain Memperketat Lockdown

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 18 September 2020, 10:27 WIB
Netanyahu mendesak publik untuk selalu memakai masker dan menghindari pertemuan sehingga virus bisa dicegah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya