Minggu 13 September 2020, 04:30 WIB

Senja, Renungan, dan Bawang Merah

Fathurrozak | Weekend
Senja, Renungan, dan Bawang Merah

MI/DUTA
Ilustrasi

MEDIO Oktober tahun lalu, Rizquita Tsania tengah berlibur ke Bali. Kedatangannya ke Pulau Dewata untuk menghadiri Seminyak Design Week. Namun, di tengah kunjungannya itu, ia justru menemukan inspirasi desain furnitur untuk ujian akhir semester di kampusnya, Binus University Malang. Untuk tugas UAS itu, Rizquita sebenarnya sudah membuat proyek kursi yang terinspirasi dari matahari pagi dan sudah disetujui dosen.

“Dari bandara langsung ke pantai Jimbaran buat makan malam. Nah, pas sunset di Jimbaran bagus banget dan aku enggak pernah lihat sunset sebagus hari itu. Akhirnya, aku pulang dari Bali dan keesokannya saat sudah masuk kuliah, jadi kangen sekali sama Bali. Apalagi dengan sunset-nya Jimbaran. Saat pelajaran, sebelum jadi furniturnya, aku sempat sketch-sketch buat revisi kursi mentari. Aku ganti jadi sandhya yang artinya senja atau sunset dan ternyata dosenku juga lebih suka  sandhya,” kenang Rizquita saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (10/9).

Desain kursi yang dibuatnya itu pun diikutkan dalam kompetisi Open Call Indonesia Creative (OCIC) 2020 yang diselenggarakan produsen dan eksportir furnitur Abbasource. Kini, desain furnitur Rizquita telah lolos tahap awal. Desain-desain itu nantinya akan dinilai dan dievaluasi lebih lanjut oleh para juri yang merupakan praktisi di industri mebel, salah satunya ialah Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI).

Sandhya yang dibuat Rizquita merupakan dining chair, yang mengombinasikan material rotan dan besi. Dari desain produk yang dibuatnya itu, ia ingin memperlihatkan pertemuan antara unsur tradisional dan modern. “Ingin desainnya terlihat simpel, tetapi tetap ada sentuhan seni. Makanya aku banyak memainkan di lengkungan.”

Bila Rizquita terinspirasi dari senja Jimbaran, Cristina Avida justru terinspirasi dari tempat asal sang ayah. Cristina membuat desain bertajuk Bima set, yang terdiri atas armchair, side table, dan standing lamp. Desain itu Cristina buat juga dalam rangka memenuhi nilai UAS di kampus yang sama dengan Rizquita.

“Inspirasi utama Bima Set adalah bawang merah bima dari Brebes, kota kelahiran ayah saya. Dalam mencari inspirasi, saya selalu berusaha untuk mulai dari hal-hal terdekat. Saya percaya, untuk mencapai se­suatu yang luas atau besar harus dimulai dari hal yang kecil atau dekat. Selain itu, koneksi yang kuat dari suatu inspirasi juga pasti dapat meningkatkan kepercayaan diri saya dalam menghasilkan karya yang baik,” cerita Cristina, Rabu (9/9).

Ketiga desain itu pun Cristina ikut sertakan pada kompetisi OCIC. Namun, hanya desain side table-nya yang lolos. Desain yang ia kembangkan setelahnya itu merupakan pengembangan ulang dari desain yang pernah dibuat sebelumnya, memodifikasi visualisasi dari konsep yang sama.
Cristina menggali referensi dari pola lingkaran berlapis pada bawang merah. Ia juga terinspirasi dari desain minimalis dengan sedikit sentuhan gaya Jepang.

“Karena saya suka perabot yang tampak sederhana, elegan, dan menampilkan tekstur alami materialnya,” katanya.

Rizquita dan Cristina yang kini memasuki semester lima perkuliahan mengembangkan desain dari proyek UAS-nya, sementara Axella Putra yang baru memasuki semester tiga desain interior Binus University Malang ikut berkompetisi dengan desain barunya. Axel juga merupakan peserta yang lolos pada tahap awal OCIC melalui tawaran desain kursi barnya.

Ia mendesain kursi bar yang dinamakan Bahwah. Suatu konsep yang idenya didasarkan pada situasi yang kerap ia temukan. Kursi bar menjadi pilihan bagi mereka yang datang sendirian ke bar dan menurutnya untuk merenungi sesuatu. Maka, ia pun mencoba menggali pemaknaan lewat konsep desain yang ditawarkan.

“Aku membuat kursi bar yang secara ukuran kakinya tinggi. Kebanyakan orang yang duduk di situ, duduknya sendirian. Jadi, aku terinspirasi dari orang yang termenung duduk sendiri di bar. Di situ ada nilai sentimental,” kata Axel, Rabu (9/9).

Axel menggabungkan materi stainless steel, busa, kain regency vienna, dan kayu pinus. Nama Bahwah diambil dari kata bawah, yang diartikan untuk melihat ke bawah. Pada sisi bawah kursi, Axel membubuhkan ornamen batik parang, yang ditujukannya sebagai pengingat tentang hidup yang kadang berada di atas dan kadang di bawah.

Fungsi kenyamanan

Dalam membuat desain sebuah furnitur, baik Rizquita maupun Cristina menekankan fungsi kenyamanan. Ini penting karena produk tersebut akan dimanfaatkan manusia dalam kegiatan sehari-harinya.

“Pada dasarnya, perabot dibuat untuk digunakan oleh manusia sehingga bagi saya kenyamanan adalah hal nomor satu dalam mendesain perabot. Selain kenyamanan, proses desain perabot juga harus memperhatikan warna, style, keawetan material, juga ukuran keseluruhan perabot,” kata Cristina.

Dalam tahap awal mendesain, Cristina mencari gambar referensi untuk memperkirakan bentuk produk yang mampu mencerminkan konsepnya. Kemudian, dilanjutkan dengan sketsa kasar, pemilihan material, dan pembuatan variasi bentuk. Cristina menceritakan, proses terlama ialah finalisasi bentuk produk dari variasi yang dibuat sebelumnya.

Senada dengan Cristina, Rizquita menganggap produk furnitur bukan sekadar keindahan estetika. Fungsi dan kenyamanan dari sebuah produk juga menjadi elemen penting. “Kalau sekadar indah dan estetis, tetapi karya itu enggak bisa digunakan dengan baik, percuma. ”

Keikutsertaan mereka di OCIC bukan sekadar mengincar kemenangan tentu saja. Namun, lebih jauh ialah menguji kreativitas karya dan sebagai medium belajar untuk mengeksplorasi ide yang lebih luas. (M-2)

Baca Juga

Dok. Uniqlo

Sejarah Turtleneck, Tak Lepas dari Perempuan

👤Indrastuti 🕔Jumat 25 September 2020, 19:55 WIB
Karakter fiksi Gibson Girl karya Charles Dana Gibson (1867–1944) yang disebut sebagai perempuan yang independen, atraktif dan aktif...
Instagram @badgalriri

Rihanna Segera Luncurkan Koleksi Pakaian Khusus Pria

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 September 2020, 17:42 WIB
Savage X Fenty nantinya akan debut melalui pagelaran busana pada 2 Oktober...
AFP

Turbin Angin Kecil ini Dapat Menghemat Listrik

👤Bagus Pradana 🕔Jumat 25 September 2020, 15:05 WIB
Para ilmuwan di Tiongkok berharap perangkat tersebut dapat menghasilkan daya listrik berkelanjutan dengan biaya rendah dan cara yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya