Minggu 13 September 2020, 03:30 WIB

Didi Diarsa Adiana dan Maulidan Isbar: Memanfaatkan Limbah Kayu

Bagus Pradana | Weekend
Didi Diarsa Adiana dan Maulidan Isbar: Memanfaatkan Limbah Kayu

MI/SUMARYANTO BRONTO
Didi Diarsa Adiana dan Maulidan Isbar

SETELAH melihat limbah kayu karet yang berlimpah di kampungnya, Didi Diarsa Adiana, 46, dan Maulidan Isbar, 26, punya ide unik. Mereka mengolah limbah kayu karet itu menjadi bahan baku sepeda kayu. Ketika hadir sebagai narasumber Kick Andy episode Sepeda Lokal Go Global, mereka mengungkapkan ide itu juga menjadi respons atas semakin populernya gaya hidup bersepeda di Indonesia.

“Saya sangat yakin sepeda kayu akan menjadi salah satu tren ke depannya karena gaya hidup orang kota sekarang yang sedang gandrung dengan moda transportasi sepeda. Makanya saya buat sepeda dengan keunikan ini,” jelas Didi saat ditanya Andy Noya tentang pilihan material kayu sebagai bahan baku pembuatan sepedanya, dalam Kick Andy Show, Minggu (13/9).

Dengan identitas material kayu itu pula Didi dan Maulidan sepakat menamakan jenama (brand) mereka Kayuh Wooden Bike. Untuk menemukan desain yang pas dengan material kayu limbah, mereka membutuhkan waktu riset hingga 10 bulan sejak 2014. Dengan berbagai penyempurnaan, desain akhir mereka selesaikan pada 2016.

Didi yang juga merupakan desainer sepeda Kayuh Wooden Bike mengungkapkan material kayu limbah membentuk 50% komponen. Ia mengibaratkan teknis perakitan sepeda kayu itu seperti membuat sapu lidi, semakin banyak lapisan kayu karet dalam frame maka sepeda akan semakin kuat.

“Pada awalnya orang pasti mikir kayu yang dipakai untuk sepeda ini pasti kayu gelondongan, padahal sebenarnya kayu yang kami pakai adalah limbah. Jadi, potongan-potongan kayu karet yang kami kumpulkan kami jadikan lembaran-lembaran tipis seperti tripleks. Kemudian kami deformasi dengan lem sebelum akhirnya kami bentuk menjadi rangka sepeda,” papar perajin sepeda ramah lingkungan yang pernah mengikuti lokakarya Climate Reality Change 2014 di Afrika Selatan tersebut.

Ia melanjutkan, proses pembentukan rangka sepeda cukup menantang. Hal itu disebabkan seringnya kayu menjadi patah atau salah tekuk. “Pokoknya banyak kendalanya. Di awal saya butuh waktu tiga bulan untuk membentuk satu frame dan ini bisa dikatakan teknik pertama di dunia, saya menyebutnya teknik gulung benang,” sambungnya.

Selain terbuat dari limbah kayu, kelebihan Kayuh Wooden Bike karya Didi dan Maulidan ialah dapat dipesan secara khusus. Pembeli dapat menentukan desain sepeda yang diinginkannya.

Sementara itu, Maulidan menegaskan visi utama Kayuh Wooden Bike ialah mengajak para pegiat sepeda berpartisipasi dalam usaha mengurangi jejak kerusakan alam. “Kayuh Wooden Bike ini adalah upaya kami untuk mengajak orang-orang modern untuk berolahraga, utamanya bersepeda tanpa meninggalkan jejak kerusakan alam,” pungkasnya. (Bus/M-1)

Baca Juga

Screenshot

Peringati Hari Jantung Sedunia, BCL Gelar Konser Amal

👤Bagus Pradana 🕔Rabu 30 September 2020, 21:18 WIB
Konser tersebut merupakan ajang penggalangan dana yang ditujukan untuk membantu operasi jantung bagi anak-anak yang memiliki penyakit...
unsplash.com

Ini yang Harus Dilakukan Setelah Sembuh dari Covid-19

👤Putri Rosmalia Oktaviani 🕔Rabu 30 September 2020, 15:35 WIB
Jangan memaksakan diri langsung melakukan kegiatan seperti sebelum tubuh terserang covid-19. Nikmati waktu beristirahat dengan...
Dok. ilustrasi Nasa

Astronom Temukan Tiga Danau Air Asin di Mars

👤MI Weekend 🕔Rabu 30 September 2020, 14:00 WIB
Berada di dekat kutub selatan Mars, tiga danau bawah tanah tersebut memiliki kandungan air asin yang cukup...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya