Sabtu 12 September 2020, 16:35 WIB

Menghadap Wapres, Erick Thohir Lapor Vaksin Halal

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Menghadap Wapres, Erick Thohir Lapor Vaksin Halal

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Menteri BUMN Erick Thohir

 

KETUA Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menemui Wakil Presiden Maruf Amin pada Kemarin (11/9). Dalam pertemuannya Erick melaporkan tentang vaksin halal.

"Saya melaporkan kepada Bapak Wakil Presiden tentang proses vaksin halal yang harus menjadi prioritas untuk kita dan sekaligus melaporkan progres perkembangan vaksin," kata Erick melalui keterangan resminya, Sabtu (12/9).

Dalam laporannya, Erick mengatakan Indonesia akan mendapat 30 juta dosis vaksin Covid-19 pada akhir tahun 2020 dan 300 juta dosis untuk 2021.

Erick menyampaikan vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama beberapa BUMN farmasi dengan lembaga dan instansi farmasi mancanegara seperti PT Bio Farma (Persero) dengan Sinovac Biotech yang berasal dari Tiongkok.

"Sinovac sendiri sudah berkomitmen menyediakan 20 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini apabila proses uji klinis tahap 3 berjalan lancar. Sedangkan untuk tahun depan, akan diproduksi hingga 250 juta dosis untuk Indonesia," ujar Erick yang menjabat Menteri BUMN tersebut.

Sinovac sendiri sudah berkomitmen menyediakan 20 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini apabila proses uji klinis tahap 3 berjalan lancar. Sedangkan untuk tahun depan, akan diproduksi hingga 250 juta dosis untuk Indonesia.

"Insyaallah, akhir tahun ini ada 30 juta (vaksin) dan tahun depan ada 300 juta. Tetapi sebagai catatan, dari total kita dapatkan 330 juta mungkin 340 juta," ucap Erick.

Erick mengingatkan jumlah tersebut dirasa belum mencukupi kebutuhan untuk melakukan vaksinasi massal masyarakat Indonesia. Erick menjelaskan proses vaksinasi diperlukan dua kali suntikan untuk setiap individu sehingga dari jumlah tersebut, baru hanya memenuhi kebutuhan vaksinasi terhadap 170 juta orang saja.

Oleh karenanya, pemerintah juga melakukan penjajakan dengan lembaga-lembaga kesehatan seperti Koalisi untuk Kesiapan dan Inovasi Epidemi (CEPI), badan kesehatan dunia (WHO), Unicef, serta perusahaan-perusahaan farmasi multinasional lainnya seperti Astrazeneca, Cansino, dan Pfizer.

"Semua dijajaki. Kalau sampai 70 persen bisa tercover, kita harapkan di 2022 atau bahkan 2021, 30 persen bisa didapatkan," ungkap Erick.

Selain bekerja sama dengan luar negeri, Erick juga sampaikan bahwa terus berupaya menghasilkan vaksin dalam negeri yakni Vaksin Merah Putih yang melibatkan lembaga Eijkman, Balitbangkes Kementerian Kesehatan, perguruan tinggi negeri, serta Bio Farma.

Erick juga menyampaikan bahwa Indonesia tak mungkin hanya mengandalkan vaksin yang diperoleh dari kerja sama dengan lembaga dan instansi dari luar negeri mengingat daya tahan vaksin hanya selama enam bulan sampai dua tahun.

Oleh karena itu, pembuatan Vaksin Merah Putih juga menjadi prioritas utama pemerintah, dan ditargetkan dapat mulai diproduksi pada 2022.

"Saya sampaikan kepada Wapres bahwa vaksin merah putih ini prioritas. Dari informasi didapatkan, Insyaallah, uji klinis tahap 1 dan 2 bisa berjalan tahun depan sehingga pada 2022 kita mulai produksi vaksin merah putih," pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

Dok. 123RTF

Ketahui Quality Time yang Cukup Bersama Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 18:35 WIB
Orangtua harus memberi pemahaman dan mengenalkan kepada anak tentang waktu...
DOK KEMENSOS

Mensos Pastikan Penyerapan Anggaran PEN TA 2020 Tetap Tinggi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 17:20 WIB
Perlu dicatat, kata Mensos, lebih separuh anggaran PEN dengan pagu Rp204,95 triliun TA 2020, berada di...
Antara/Rahmad

Hari Ini, Kasus Covid-19 Bertambah 4.494 Orang

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 26 September 2020, 17:11 WIB
Jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Indonesia mencapai 271 ribu orang. Pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh sejauh ini...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya