Jumat 11 September 2020, 21:19 WIB

Kebijakan Rem Darurat DKI Harus Didukung Semua Pihak

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Kebijakan Rem Darurat DKI Harus Didukung Semua Pihak

MI/bary Fatahillah
Checkpoint pembelakukan PSBB Jakarta akan diaktifkan kembali

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akhirnya menarik rem darurat atau emergency brake policy pada Rabu (9/9) malam, yaitu sebuah situasi di mana warga ibukota harus kembali saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlaku awal pandemi pada Maret. PSBB kali ini akan diberlakukan mulai Senin (14/9).

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Mohammad Arifin mengatakan, situasi sulit ini harus diambil di tengah kondisi ibukota yang sudah mengkhawatirkan.

“Pemprov DKI sudah melakukan kurang lebih lima kali PSBB fase pertama sampai Kamis (10/9) yang tertuang di Keputusan Gubernur Nomor 879 tahun 2020 tentang Perpanjangan Pemberlakuan PSBB pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif,” terang Arifin yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta dalam keterangan resminya, Jumat (11/9).

Namun, dirinya menambahkan, kondisi ini terus mengkhawatirkan sampai PSBB Masa Transisi terus berulang, sampai akhirnya suasana sudah tidak menentu.

“Untuk itu, perlu komitmen semua warga masyarakat dan dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat dan agama, yang terus menggencarkan informasi dan edukasi protokol kesehatan 3 M,” kata Arifin.

Baca juga : Anies Tampung Usulan Menteri Jokowi yang Protes PSBB Total

Masih menurut politisi PKS dari daerah pemilihan Jakarta Utara II ini, beban Rumah Sakit (RS) di Jakarta sudah cukup berat, jika tidak dilakukan pengetatan kembali dengan rem darurat ini dikhawatirkan pelayanan di RS bisa kolaps.

“Karena pasien yang membludak dan melebihi kapasitas RS serta ketersediaan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Arifin juga mengusulkan, Pemprov DKI perlu mengkaji, mulai pekan depan RS hanya khusus menerima pasien covid-19 yang berat dan kritis, yang ringan dan sedang diarahkan ke tempat isolasi yang disediakan seperti GOR, upaya ini agar pelayanan kesehatan tetap berjalan bagi masyarakat yang sakit non covid.

“Memang perlu dikaji segera, silakan Pemprov DKI melakukannya, misalnya pekan besok tower 4 dan 5 di Wisma Atlet mulai dibuka, dengan kapasitas 4.000 pasien, kalau itu penuh, akan ke Asrama Haji, berikutnya ke kamar-kamar di Pusdiklat milik pemerintah, baru pilihan terakhir ruang isolasi mandiri di GOR yang sudah disediakan,” tandas Arifin.(OL-7)

Baca Juga

Dok. Lapas Perempuan Tangerang

Lapas Perempuan Tangerang Bagi-bagi Masker Buatan Narapidana

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:27 WIB
Kegiatan bertajuk 'KUMHAM Peduli KUMHAM Berbagi' tersebut berlangsung di lingkungan Lapas, yakni Jalan Mochammad Yamin, hingga...
Dok Modernland Realty

TNI Dukung Penghijauan di Jakarta Garden City

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 00:50 WIB
PENGEMBANG perumahan Jakarta Garden City, PT Mitra Sindo Sukses yang merupakan anak usaha PT Modernland Realty...
Dok MI

Hari Ini Kasus Positif di Jakarta Tembus 1000 Pasien

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 20:15 WIB
Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 12.934 (orang yang masih dirawat /...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya