Jumat 11 September 2020, 17:20 WIB

Tertangkap tak Bermasker Warga Dihukum Bersihkan Kali Toklo

Widjajadi | Nusantara
Tertangkap tak Bermasker Warga Dihukum Bersihkan Kali Toklo

MI/Widjajadi
Sedikitnya 50 warga tidak bermasker yang terjaring operasi yustisi, harus mengikhlaskan diri terjun ke sungai untuk membersihkan sampah yang

 

SEDIKITNYA 50 warga pengguna jalan kawasan Adi Sucipto, Jumat ( 11/9) harus terjun membersihkan sampah Kali Toklo yang merupakan anak sungai Kali Pepe. Mereka dihukum kerja sosial karena alpa menggunakan masker saat di luar rumah dalam operasi yustisi gabungan Polresta dan Satpol PP Kota Surakarta di depan plasa Stadion Manahan.

Sanksi tersebut sebelumnya sudah dimaklumatkan Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, sebagai bentuk penertiban dan pendisiplinan warga untuk mematuhi protokol kesehatan pada masa pandemi covid-19 yang masih mengganas ini.

"Ini bukan bentuk kearoganan Pemkot Solo, namun sebagai upaya penyadaran, karena wabah covid-19 masih memprihatinkan, hingga perlu disikapi secara disiplin oleh warga, supaya penyebaran bisa ditekan dan tidak meluas. Pemkot tidak akan memberikan sanksi denda atau menyita KTP," ungkap Wali Kota Rudy kepada mediaindonesia.com, Jumat (11/9).

Begitu terjaring razia, warga yang nekad melanggar Inpres 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 itu, dinaikkan ke truk Satpol PP, dan dibawa ke Kali Pepe di Kampung Keprabon.

Kusuma Aditya, (30) warga Laweyan yang terjaring dalam operasi yustisi mengaku tidak menyangka ada operasi masker."Ya ini salah saya, karena tadi terburu-buru, lupa. Ini menjadi pelajaran saya untuk tidak lalai lagi. Dan sanksi bersih-bersih sungai harus saya terima, karena sebagai konsekuensi melanggar aturan," ujarnya lemas.

Satpol PP sudah menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk membersihkan sampah sungai. Banyak yang rikuh, tetapi semua ikhlas dan rela untuk membersihkan sampah yang bisa membawa bencana saat musim hujan, karena mendangkalkan sungai.

Mereka kerja bakti sekitar 15 - 20 menit, dan kemudian diangkut lagi dengan truk Satpol PP ke plasa Stadion Manahan untuk mengambil sepeda motornya. "Ya kerja sosial ini memang singkat, tapi ini menjadi pemacu untuk berdisiplin bermasker ke depan agar tidak terjaring lagi," ujar warga yang terkena sanksi lainnya.

Wali Kota Rudy menegaskan, sekali melanggar tidak bermasker dan terjaring razia, maka harus membersihkan sungai selama 15 menit. Terjaring dua kali bersih-bersih selama 30 menit, kalau melanggar tiga kali kena kelipatan waktu 15 menit lagi.

"Tapi bagi pedagang tradisional di Kota Solo ini, kalau sampai melanggar tiga kali, selain nyemplung kali untuk kerjabakti bersihkan sampah, SHP (surat hak penempatan) los juga dicabut," kata Rudy mengingatkan. (OL-13)

Baca Juga: Sanksi Denda atau Kurungan 3 Bulan bagi tak Bermasker Diterapkan

 

 

Baca Juga

Antara/Oky Lukmansyah

Buntut Acara Dangdutan, Kapolsek Tegal Selatan Dicopot

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 26 September 2020, 14:55 WIB
Divisi Propam Polri akan memeriksa mantan Kapolsek Tegal Selatan Joeharno. Keputusan itu menyusul acara dangdutan yang digelar...
MI/Gabriel Langga

Maumere Masuk Zona Merah Covid-19, Pesta Pernikahan Dibubarkan

👤Gabriel Langga 🕔Sabtu 26 September 2020, 14:07 WIB
Berdasarkan patroli petugas kepolisian pada Jumat (25/9) malam, ada empat pesta pernikahan yang berlangsung tanpa penerapan protokol...
MI/Martinus Solo

Kasus Covid-19 Naik, Muncul Klaster Perkantoran di Kota Sorong

👤Martinus Solo 🕔Sabtu 26 September 2020, 13:57 WIB
Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Sorong Rudy Laku mengatakan transmisi lokal terus terjadi, bahkan sudah memunculkan klaster...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya