Jumat 11 September 2020, 17:07 WIB

Satu Dekade ini, Bisnis Batu Bara Anjlok, karena Covid-19

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Satu Dekade ini, Bisnis Batu Bara Anjlok, karena Covid-19

Ilustrasi
Batu bara

 

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan, akibat pandemi covid-19 mempengaruhi bisnis pertambangan batu bara.

Meski tak detail merinci berapa jumlah kemrosotan tersebut, Arifin menyebut fluktuasi harga batubara saat ini anjlok ke titik terendah dalam 1 dekade terakhir.

"Era booming harga komoditas termasuk batubara diperkirakan sudah berakhir dan perlu adanya reposisi peran industri pertambangan batubara di masa yang akan datang," ujar Arfin dalam pembukaan Konferensi Batubara Indonesia 'Save Indonesian Coal yang ke-5 Tahun 2020', Jakarta, Jumat (11/9).

Arifin menjelaskan, sekitar 80% PNBP sub sektor minerba berasal dari industri pertambangan batubara. Demikian juga halnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) beberapa daerah penghasil batubara masih sangat dominan mengandalkan industri pertambangan batubara.

Tercatat sekitar 150.000 tenaga kerja di sub sektor pertambangan batubara dan Indonesia merupakan negara pengekspor batubara termal terbesar di dunia 70% lebih produk batubara diekspor ke Tiongkok dan India. Namun, dengan adanya pandemi muncul kekhawatiran terburuk soal industri tersebut.

"Industri pertambangan batubara saat ini tidaklah mudah khususnya untuk menjawab berbagai kekhawatiran yang dapat menyebabkan terhentinya industri pertambangan nasional," kata Arifin.

Baca juga : Pertamina Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp9,5 Triliun

Pemerintah, sebutnya, terus mendorong dilakukannya Peningkatan Nilai Tambah (hilirisasi) batubara sebagai motor penggerak mendukung era industrialisasi menuju visi Indonesia Maju 2045.

"Kami mendorong perusahaan batubara melakukan transformasi pengusahaan batubara, yang biasanya menjual raw coal untuk PLTU menjadi produk yang memiliki nilai tambah yang diperlukan industri," tukas Arifin.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli menuturkan, industri pertambangan batubara memiliki peran penting terhadap perekonomian nasional.

Salah satunya, kata Rizal, sebagai sumber penerimaan Negara disamping Pajak. Sekitar 80% Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di subsektor mineral dan batubara berasal dari batubara, pada tahun 2019 batubara berkontribusi sebesar Rp 38,299 Triliun dari total Rp 45,02 Triliun PNBP di subsektor mineral dan batubara

"Namun, investasi di industri pertambangan batubara selama ini didominasi untuk pembukaan tambang baru dan minim investasi di sisi hilir untuk peningkatan nilai tambah," pungkas Rizal. (OL-2)

 

Baca Juga

Ist

Sosialiasi ASABRI untuk Divisi Infantri III Kostrad, Kariango

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 September 2020, 11:59 WIB
Direktur Investasi ASABRI Jeffry Hariyadi P Manulang bersama Simon P Semedi dan tim memenuhi undangan Pangkostrad melaksanakan sosialisasi...
Ist/Kementan

Di Tuban, Penguatan Balai Penyuluhan Pertanian Disambut Antusias

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 September 2020, 11:40 WIB
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuba, Murtadji, memberikan apresiasi terhadap kedatangan rombongan BPPSDMP, Kementerian...
Ist/Kementan

Petani Milenial Tuban Turut Menentukan Kemajuan Sektor Pertanian 

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 September 2020, 11:31 WIB
Dedi menegaskan jika kualitas SDM pertanian yang terdiri dari Poktan, Gapoktan, petani, petani milenial, dan penyuluh meningkat, pertanian...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya