Jumat 11 September 2020, 16:00 WIB

500 Ribu Orang Dievakuasi dari Oregon Akibat Kebakaran Ekstrem

Faustinus Nua | Internasional
500 Ribu Orang Dievakuasi dari Oregon Akibat Kebakaran Ekstrem

AFP
Kebakaran hutan dan hembusan angin kencang membuat 500 ribu warga Oregon dievakuasi menghindari meluasnya area kebakaran.

 

SEKITAR 100 kebakaran hutan melanda di seluruh AS bagian barat. Banyak kobaran api yang tidak terkendali, tercatat setidaknya 16 orang dilaporkan meninggal.

Kebakaran ekstrem yang didorong angin kencang melanda hutan dan kota-kota di Pantai Barat AS pada Kamis (10/9). Pihak berwenang melaporkan kebakaran itu menewaskan sedikitnya 16 orang, memaksa setengah juta orang mengungsi di Oregon dan menghancurkan ratusan rumah.

Seorang juru bicara Kantor Manajemen Darurat Oregon pada larut malam mengumumkan bahwa sekitar 500 ribu orang atau seperdelapan dari total populasi negara bagian, telah diberitahu untuk meninggalkan rumah mereka. Ribuan lainnya mengungsi ke utara dan selatan di negara bagian tetangga Washington dan California.

Termasuk delapan kematian akibat kebakaran California bulan lalu, jumlah kematian yang dilaporkan di kawasan itu untuk tahun ini sekarang setidaknya 16 orang. Di antara mereka yang tewas kemarin adalah seorang anak laki-laki berusia satu tahun yang meninggal ketika orang tuanya berusaha keluar dari wilayah 130 mil (209,2 kilometer) di timur Seattle. Mereka berdua dalam kondisi kritis di rumah sakit.

"Keluarga dan komunitas anak ini tidak akan pernah sama," kata Gubernur Washington Jay Inslee, dalam sebuah pernyataan tentang kebakaran pertama di negara bagian itu pada tahun 2020.

"Dan tidak akan ada banyak orang lain yang terguncang karena kehancuran total yang ditinggalkan oleh kebakaran hutan ini setelah mereka."

Oregon telah menanggung beban dari sekitar 100 kebakaran hutan besar yang berkecamuk di AS bagian barat minggu ini. Sekitar 3.000 petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk memerangi hampir 30-an kebakaran di Oregon, tetapi mereka mengatakan sekitar dua kali lebih banyak yang diperlukan untuk mengendalikan api.

Gubernur Kate Brown memperingatkan jumlah korban tewas akan meningkat saat tim penyelamat mencapai daerah yang hancur.

"Kami belum pernah melihat kebakaran tak terkendali sebesar ini di seluruh negara bagian kami," katanya dalam konferensi pers.

"Kami tahu bahwa ada korban jiwa terkait kebakaran. Dan segera setelah kami dapat memberikan informasi yang dikonfirmasi, kami akan melakukannya," tutupnya.(AlJazeera/OL-13)

Baca Juga: Bintang NBA Asal Australia Kumpulkan Dana untuk Korban ...

Baca Juga

DOK MI

Angka Kematian Global Covid-19 Capai 953.025

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 20 September 2020, 17:30 WIB
Amerika Serikat adalah negara terparah dengan 198.597 kematian dari 6.725.044 kasus. Sedikitnya 2.556.465 orang telah dinyatakan...
AFP/Jack TAYLOR

Demonstran Thailand Tuntut Reformasi Monarki, Pasang Plakat Rakyat

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 20 September 2020, 13:05 WIB
Plakat baru itu menampilkan tanggal 20 September 2020, diikuti pernyataan, "Rakyat Thailand menegaskan bahwa negara ini adalah milik...
AFP/ Samuel Corum/Getty Images

Trump Janji Tunjuk Hakim Perempuan sebagai Pengganti Ginsburg

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 20 September 2020, 12:18 WIB
Saingan Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden, menegaskan keputusan penggantinya harus menunggu sampai setelah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya