Jumat 11 September 2020, 14:10 WIB

Jaga Kualitas, 100 Pembatik Malang Raya Lulus Uji Kompetensi

Bagus Suryo | Nusantara
Jaga Kualitas, 100 Pembatik Malang Raya Lulus Uji Kompetensi

MI/Bagus S
Sertifikasi pambatik untuk menjaga kualitas batik di Malang Raya, Jawa Timur.

 

PEMBATIK di Malang Raya meliputi Kabupaten/Kota Malang dan Kota Batu, Jawa Timur, menuntaskan sertifikasi kompetensi gelombang kedua. Kendati selama masa tatanan kehidupan baru wabah covid-19, para pembatik tetap produktif. Mereka mengantongi sertifikat kompeten dari Lembaga Sertifikasi Profesi Batik.

"Alhamdulillah, akhirnya selesai. Sertifikasi hanya sebagai sarana menjaga kualitas, yang terpenting adalah terus kreatif dan berkarya karena ilmu akan luntur jika jarang digunakan," kata Koordinator Pelaksana Sertifikasi gelombang dua Ita Fitria, Jumat (11/9).

Ita menjelaskan sebanyak 100 pembatik mengikuti program dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Program itu dilaksanakan dua gelombang, yaitu di Kota Malang dan di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota wisata Batu.

Adapun gelombang pertama diikuti 50 orang. Mereka melaksanakan uji sertifikasi di Kota Malang. Gelombang kedua di Kota Batu diikuti 50 orang yang terdiri dari 35 orang pembatik dari Kota wisata Batu, 9 orang dari Kabupaten Malang dan 6 peserta dari Kota Malang.

Menurut Ita, sertifikasi pembatik sengaja dilakukan bertahap di dua tempat berbeda sebagai solusi di tengah wabah covid-19. "Bayang-bayang pandemi nyaris menunda pelaksanaan sertifikasi, alhamdulillah, atas bantuan semua pihak akhirnya bisa terselenggara," kata aksesor dari Kabupaten Malang juga owner Batik Lintang tersebut.

Selama berlangsungnya sertifikasi, lanjutnya, menerapkan protokol kesehatan. Semua peserta mengenakan masker, melakukan aktivitas mencanting tetap mematuhi disiplin jaga jarak.

Dalam sertifikasi gelombang kedua itu dihadiri Ketua Dekranasda Kota Batu yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu, Wibi Asti Fianti. Istri dari Wakil Walikota Batu Punjul Santoso tersebut menyatakan para pembatik merupakan penjaga warisan budaya leluhur bangsa.

"Mereka layak mendapatkan apresiasi," katanya.

Meskipun selama masa tatanan baru wabah covid-19, para pembatik tetap produktif. Mereka bersemangat, terus mengembangkan kreativitas dan inovasi tetap menjaga kualitas produknya dengan mengikuti sertifikasi.(OL-13)

Baca Juga: Hari Radio Nasional: Tiga Perbedaan Radio dan Siniar

 

Baca Juga

MI/Haryanto

Jawa Tengah Menuju Sekolah Luar Jaringan

👤HT/AD/LD/N-2 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 04:00 WIB
Dengan evaluasi yang menunjukkan hasil baik itu, dia memutuskan akan kembali melanjutkan simulasi tatap...
Antara/Basri Marzuki

Surabaya Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Habitat Dunia 2020

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 00:18 WIB
Kesepakatan tersebut diwakili oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Direktur Eksekutif...
Dok. KAMI

Mahasiswa DIY Minta Elemen Bangsa Bersatu Hadapi Pandemi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 00:16 WIB
"Di tengah bencana pandemi covid-19. Kita sangat berharap semua stekholder Bangsa bahu-membahu dalam mendukung pemerintah sebagai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya