Jumat 11 September 2020, 05:18 WIB

Presiden kembali ke Rapat Virtual

Medcom/Dhk/P-2 | Politik dan Hukum
Presiden kembali ke Rapat Virtual

Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris
Presiden Pimpin Rapat Virtual Percepatan Penanganan Covid-19

 

PRESIDEN Joko Widodo akan kembali menggelar rapat secara virtual. Pengurangan jumlah kegiatan tatap muka ini diambil setelah kasus covid-19 di Indonesia terus naik.

Namun, Kepala Negara tidak menutup kemungkinan untuk menggelar rapat tatap muka. Meski rapat tatap muka, Istana Kepresidenan tetap memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat.

“Jika lebih dari lima kementerian, diadakan video konferensi. Tapi, kalau hanya satu atau tiga kementerian bisa offline,” kata Kepala Sekretariat Kepresidenan Budi Hartono kepada wartawan, di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat atau total mulai Senin (14/9). Penerapan PSBB transisi otomatis dihapus.

Menurut Anies, situasi pandemi di Jakarta masuk kategori darurat. Keputusan itu disebutnya telah disepakati dalam rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jakarta.

Anies juga menyebut keputusan pemberlakuan kembali PSBB total sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada awal pandemi. Ia meminta semua diminta menerapkan work from home atau bekerja dari rumah.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9), Presiden Jokowi mengingatkan penanganan sektor kesehatan perlu dikedepankan lantaran menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi.

Presiden memerintahkan jajaran Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, Menteri Kesehatan, dan TNI/Polri untuk betul-betul fokus pada urusan penanganan covid-19. Presiden menyatakan pemulihan ekonomi akan lebih mudah jika penanganan wabah berjalan optimal.

Kepala Negara mewantiwanti agar jangan sampai penanganan covid-19 belum optimal, namun terjadi pembukaan aktivitas sektor ekonomi yang berisiko meningkatkan kasus wabah.

“Jangan sampai urusan kesehatan, urusan covid-19, belum tertangani dengan baik, kita sudah men-starter, restart di bidang ekonomi. Ini juga sangat berbahaya,” tegas Presiden. (Medcom/Dhk/P-2)

Baca Juga

dok kejagung

Buron 5 Tahun, Pemalsu Merek Ditangkap Kejagung

👤Aries Wijaksena 🕔Rabu 30 September 2020, 21:50 WIB
Asmadi merupakan buronan terpidana kasus pemalsuan merek produk antena...
Antara

Duh! MA Korting Vonis Anas Jadi 8 Tahun

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 30 September 2020, 20:59 WIB
Mahkamah Agung atau mal, kok doyan kasih...
Antara

Survei: Minim, Publik Percaya Kebangkitan PKI

👤Putra Ananda 🕔Rabu 30 September 2020, 20:28 WIB
"Isu ini harus berakhir. Isu ini membuat rekonsiliasi tidak mungkin. Orang yang masih bicara seperti itu (PKI bangkit) menurut saya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya