Kamis 10 September 2020, 18:05 WIB

UGM-BNPB Pasang Sistem Peringatan Dini Longsor dan Banjir

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
UGM-BNPB Pasang Sistem Peringatan Dini Longsor dan Banjir

MI/Dwi Apriani
Bencana banjir di Musi Rawas Utara menyebabkan rumah warga, sawah dan sekolah terendam banjir, (21/5).

 

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki tingkat kerawanan dan kerentanan terhadap bencana yang sangat tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan dari berbagai kejadian bencana, seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, letusan gunung api puting beliung, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan yang kerap kali memakan korban jiwa dan menimbulkan banyak kerugian.

Meski dengan kondisi semacam itu, masyarakat Indonesia memiliki tingkat kesadaran, kesiapsiagaan, maupun mitigasi bencana yang terbilang masih rendah. Padahal, ancaman bencana ini harus diantisipasi dengan upaya nyata dan kerja keras guna meminimalkan dampak negatif dari kejadian bencana tersebut, sekaligus menanggulangi akibat bencana lanjutan yang ditimbulkan.

Usaha-usaha pemerintah dalam mengurangi risiko bencana telah banyak dilakukan agar pembangunan nasional dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar. Salah satu upaya pengurangan risiko bencana adalah dengan merelokasi warga yang tinggal di daerah rentan, penerapan mitigasi struktural, maupun mitigasi non struktural.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam berbagai kesempatan mengangkat konsep pentahelix di mana masing-masing helix mempunyai peran-peran tersendiri dalam penanggulangan bencana. Kelima helix tersebut dan peran yang dimiliki adalah pemerintah sebagai regulator, akademis/pakar sebagai pembentuk konsep dan inovasi, dunia usaha sebagai pendorong dan penyokong, media massa sebagai penguat/amplifier dan masyarakat sebagai akselerator.

Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu bagian dari pentahelix tersebut, kembali menjalin kerja sama dengan BNPB terkait pemasangan sistem peringatan dini longsor dan banjir di dua provinsi yaitu Jawa Tengah dan Bangka Belitung.

Direktur Peringatan Dini BNPB Afrial Rosya mengatakan, tujuan utama dari pemasangan sistem peringatan dini adalah untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Sistem ini dipasang di lokasi-lokasi yang rentan bencana sekaligus dilakukan peningkatan kapasitas masyarakatnya untuk menghindari timbulnya korban jiwa, serta kerusakan harta dan benda saat terjadi bencana.

Baca juga: Lahan Pascatambang Tanah Liat di Tuban Jadi Kebun Pisang Cavendish

“Selain pemasangan baru ini, BNPB juga akan mengevaluasi pemasangan sistem sebelumnya yang telah dipasang sejak tahun 2007 di seluruh wilayah Indonesia. Hal itu untuk menjamin keberfungsian sistem peringatan,” kata Afrial dalam pernyataan tertulis, Kamis (10/9).

Dekan Fakultas Teknik UGM Waziz Wildan menyambut baik keberlanjutan kerja sama antara UGM dan BNPB sekaligus untuk terus mendorong inovasi-inovasi baru dari UGM di bidang kebencanaan. Selain sistem peringatan dini longsor dan banjir, UGM juga telah mengembangkan sistem peringatan dini banjir bandang, aliran lahar dan tsunami.

Untuk itu, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas dukungan dan kepercayaan BNPB terhadap aplikasi produk-produk riset antardisiplin di bidang kebencanaan yang telah dibangun Fakultas Teknik UGM.

“Evaluasi kegiatan pemasangan sebelumnya sangat penting dan UGM berkomitmen untuk terus mengawal operasional sistem ini dan terus mengembangkan inovasi-inovasi baru untuk menjawab tantangan ke depan,” tuturnya. (H-3)

Baca Juga

Ist

Cegah Transmisi Covid-19, Hotel Artotel Group Gandeng Halodoc

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 September 2020, 12:09 WIB
Artotel Group berinisiatif untuk berkolaborasi dengan platform digital yang bergerak di bidang kesehatan, Halodoc sebagai mitra dalam...
Antara

Tips Kontrol Asupan Garam Biar Jauh dari Darting

👤Muhammad Fauzi 🕔Rabu 23 September 2020, 11:55 WIB
ASUPAN garam dibutuhkan tubuh terutama otot dan saraf agar bisa berfungsi normal. Namun, jumlahnya tak boleh berlebihan, agar Anda jauh...
ANTARA FOTO/Yulius Satria W

Indonesia Menuju Populasi Penduduk Usia Tua

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 23 September 2020, 11:33 WIB
Sesuai proyeksi BPS, penduduk usia lanjut akan menjadi 16,77% di 2035 dari sebelumnya 9,6% di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya