Kamis 10 September 2020, 16:50 WIB

Sejumlah Wilayah di Cianjur Dilaporkan Alami Kekeringan

Benny Bastiandy | Nusantara
Sejumlah Wilayah di Cianjur Dilaporkan Alami Kekeringan

Antara/Yulius Satria Wijaya
Lahan pertanian di Desa Lulut, Nambo, Kabupaten Bogor, yang alami kekeringan (3/9/2020)

 

Beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar) dilaporkan mulai terdampak kemarau. Akibatnya tak hanya lahan pertanian yang dilanda kekeringan, tapi krisis air bersih mengancam masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Dedi Supriyadi mengatakan setidaknya terdapat tiga wilayah kecamatan yang sudah melaporkan dampak akibat emarau. Ketiga wilayah itu ialah Kecamatan Cibeber, Kecamatan Cibinong, dan Kecamatan Ciranjang.

"Ketiga wilayah itu termasuk daerah yang memang langganan setiap kali musim kemarau," jelas Dedi, Kamis (10/9).

Dedi menuturkan semua laporan tersebut akan ditampung. Selanjutnya BPBD akan berkoordinasi dengan perangkat daerah teknis yang menangani sektor terdampak kemarau.

"Ini laporannya masih sementara. Semua laporan yang masuk kami akomodir. Sekarang sedang dihimpun dan didata dulu. Setelah pendataan, nanti dampaknya kita perhitungkan dan petakan. Artinya, sampai sejauh mana dampaknya terhadap masyarakat maupun lahan pertanian," paparnya.

Dengan pendataan itu maka BPBD selanjutnya bisa mengambil langkah untuk penanganannya. Koordinasi dengan perangkat daerah teknis itu agar data yang diperoleh juga cukup akurat.

Baca juga: Ganjar Minta Kota Semarang Segera Tarik Rem

"Misalnya seperti di Dinas Pertanian. Kami meminta data pasti lahan yang mengalami kekeringan. Kemudian kita sinkronkan dengan data jaringan irigasi di Dinas PUPR. Kita mintai semua data-datanya," imbuh Dedi.

Dedi mengaku Pemerintah Kabupaten Cianjur belum menetapkan status siaga kekeringan meskipun dalam kurun hampir sebulan terakhir tidak turun hujan. Penetapan status kebencanaan didasari pertimbangan setelah adanya penetapan di tingkat Pemerintah Provinsi Jabar atas rekomendasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

"Belum ada penetapan status bencana kekeringan," pungkasnya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan mengaku sejak jauh-jauh hari sudah mengirimkan radiogram ke setiap aparatur kecamatan untuk mewaspadai potensi kekeringan sebagai dampak kemarau.

BPBD, kata Irfan, sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan potensi terjadinya dampak kemarau. "Di antaranya, kami sudah menyiapkan mobil tangki untuk menyalurkan air bersih jika sewaktu-waktu ada laporan dari masyarakat," ujar Irfan. (OL-14)

 

Baca Juga

MI/Arnoldus Dhae

Satpol PP Denpasar Gelar Razia Prokes di Tempat Hiburan Malam

👤Arnoldus Dhae 🕔Jumat 25 September 2020, 09:33 WIB
Razia dilakukan di beberapa lokasi tempat hiburan malam yang berada di kawasan Glogor Carik, Denpasar Selatan....
ANTARA/Kornelis Kaha

Angka Stunting dan Gizi Buruk di Kota Kupang Melonjak

👤Palce Amalo 🕔Jumat 25 September 2020, 09:10 WIB
Kasus stunting di Kupang pada 2020 tercatat 5.151 balita atau 32,2%, melonjak jika dibandingkan angka stunting pada 2019 yang sebanyak...
MI/Martinus Solo

DPRD Kabupaten Raja Ampat Gelar Rapat Penetapan Perda APBD-P

👤Martinus Solo 🕔Jumat 25 September 2020, 08:57 WIB
Rapat dipimpin Ketua DPRD didampingi Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, dihadiri  Anggota DPRD, Bupati Raja Ampat, dan Forkopimda (Forum...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya