Kamis 10 September 2020, 12:46 WIB

Petani Kakao Diharap Waspadai Serangan OPT Akibat Perubahan Iklim

mediaindonesia.com | Ekonomi
Petani Kakao Diharap Waspadai Serangan OPT Akibat Perubahan Iklim

DOK KEMENTAN
Buah Kakao.

 

Petani atau pekebun kakao diharapkan selalu waspada terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Hal itu dikarenakan tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat rentan terhadap perubahan iklim khususnya curah hujan dan kelembapan.

Pertumbuhan dan penyebaran jamur pada tanaman kakao akan semakin cepat apabila kondisi lingkungan kebun, curah hujan, dan kelembapannya tinggi.

Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon, Azwin Amir mengatakan, pada kondisi lembab dan curah hujan tinggi, tanaman kakao kerap diserang sejumlah OPT. Di antaranya, busuk buah dan kanker batang.

Kedua penyakit tersebut disebabkan oleh jamur Phytophthorapalmivora. Sedangkan VSD (Vascular Streak Dieback) disebabkan oleh jamur Ceratobasidium theobromae (Syn. Oncobasidiumtheobromae.), yang umumnya terjadi pada saat iklim basah dengan curah hujan yang merata di sepanjang tahun.

“Kedua penyakit tersebut banyak dikeluhkan sejumlah petani kakao. Karena itu, petani harus melakukan antisipasi sejak dini supaya tanaman kakao mampu berproduksi dengan baik,” ujar Azwin, di Jakarta, Selasa (8/9).

Azwin juga mengatakan, ketika memasuki musim kemarau petani kakao tetap harus menjaga kewaspadaannya. Pasalnya, ketika kemarau tiba, biasanya muncul hama penggerek buah/PBK (Conopomorphacramerella) dan penghisap buah kakao (Helopeltis sp.). Hama tersebut, hingga saat ini masih menjadi momok petani kakao.

Menurut Azwin, BBPPTP Ambon telah membantu petani (pekebun) untuk mengantisipasi atau mencegah serangan OPT kakao yang meresahkan tersebut. Bahkan, BBPPTP Ambon telah membuat data serangan OPT  tanaman kakao tahun 2015-2019 (kurun waktu 5 tahun) di 10 provinsi wilayah kerja BBPPTP Ambon.

Data pemetaan ini nantinya akan dimanfaatkan untuk melakukan antisipasi terhadap serangan OPT kakao tersebut.

“Data ini juga kami gunakan untuk menentukan daerah endemis. Suatu daerah dinyatakan endemis, apabila keberadaan suatu hama dan penyakit  terus-menerus terjadi di suatu tempat. Sedangkan, sporadis adalah kejadian serangan hama dan penyakit yang relatif berlangsung singkat,  tetapi menyebar dengan cepat dan meluas,” papar Azwin.

Azwin mengatakan, data tertinggi maksimal dibagi menjadi tiga kelas serangan. Yaitu 0 = Aman, 1 = Potensial, 2 = Sporadis, dan 3 = Endemis.  

“Sejauh ini sudah ada tiga data sebaran serangan OPT kakao yang sudah dibuat yakni serangan Penghisap Buah Kakao (Helopeltis sp.), VSD (Ceratobasidiumtheobromae) dan Penggerek Buah Kakao (Conopomorphacramerella),” jelasnya.

Seperti diketahui, Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat merupakan sentra komoditas kakao. Namun, tiga provinsi ini juga menjadi tiga daerah dengan serangan endemis OPT utama kakao terbanyak sepanjang 2019.  

Menurut data iklim yang disajikan oleh BMKG, tiga provinsi daerah endemis tersebut memiliki angka rata-rata suhu, kelembapan, penyinaran matahari dan curah hujan yang hampir sama. Karena itu, patut diduga bahwa iklim menjadi salah satu faktor peningkatan intensitas serangan OPT di wilayah tersebut. Di samping itu, penyebaran juga dipengaruhi oleh faktor yang lain seperti populasi inang dan distribusi/migrasi vektor atau agens pembawa.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul  Yasin Limpo mengatakan, agar jajarannya selalu sigap melakukan antisipasi perlindungan tanaman pada sektor pertania nmaupun perkebunan. Hal itu dikarenakan perlindungan terhadap tanaman yang baik akan mendorong peningkatan produktivitas, serta pengembangan komoditasnya maupun usaha pertanian.

“Tak dapat dipungkiri banyak tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan produksi. Salah satunya disebabkan oleh serangan OPT,” ujarnya.

Mentan juga mengimbau kepada petani atau pekebun selalu waspada terhadap serangan OPT. Pada saat musim hujan sering terjadi peningkatan serangan penyakit tanaman hingga banjir yang dapat merusak areal perkebunan. Bahkan, serangan OPT masih menjadi salah satu momok pekebun kakao di Provinsi Sulut, Sultra, Sulsel, Sulteng, Sulbar, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. (RO/OL-10)

Baca Juga

Ray White

Ray White Kembali Raih Top Brand Award

👤RO 🕔Selasa 29 September 2020, 02:50 WIB
Penghargaan Top Brand Award dinilai berdasarkan hasil survei berskala nasional di bawah penyelenggaraan Frontier Consulting Group terhadap...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Pertamina Diproyeksikan Jadi Perusahaan Pembuat Baterai

👤Antara 🕔Selasa 29 September 2020, 02:30 WIB
Pertamina akan berubah dari BUMN energi yang menjual energi fosil menjadi energi baterai untuk kendaraan...
Antara/Puspa Perwitasari

Saham Bank Turun, Pengamat : Investor Asing Belum Yakin

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 28 September 2020, 21:30 WIB
Para investor asing tidak yakin dengan kondisi ekonomi Indonesia dalam enam bulan ke...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya