Kamis 10 September 2020, 12:41 WIB

Peningkatan Kasus Covid-19 di Bali dari Klaster Keluarga dan Agama

Arnoldus Dhae | Nusantara
Peningkatan Kasus Covid-19 di Bali dari Klaster Keluarga dan Agama

MI/Ruta Suryana
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati

 

WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Arta Ardhana Sukawati mengungkapkan bahwa kasus positif covid-19 di Bali yang naik signifikan pada sepekan terakhir bersumber dari klaster keluarga dan agama.

"Dalam sepekan terakhir, kasus positif di Bali naik signifikan," ujar Cok Ace sapaan akrab Tjokorda Arta Ardhana Sukawati saat ditemui di Ina Sanur Beach Hotel, Kamis (10/9).

Klaster keluarga sangat besar karena banyak kasus positif berasal dari orang tanpa gejala. Biasanya mereka adalah anak-anak milenial yang merasa dirinya sehat. Ternyata sekembalinya mereka ke rumah, mereka menulari kakeknya, neneknya yang memang secara fisik sudah tidak sehat. 

"Di Kintamani misalnya, anak-anak muda bisa berkumpul dalam satu warung hingga 20 sampai 30 orang. Mereka duduk berdekatan, ngobrol, tanpa beban. Ini
sangat rawan. Kemudian mereka pulang bertemu dengan keluarga. Kasusnya terus meningkat," ujarnya.

Selain klaster keluarga, ada juga klaster agama. Klaster agama saat ini harus diwaspadai karena dalam beberapa waktu ke depan ini akan ada banyak upacara. Dalam upacara tersebut sangat kelihatan jumlah warga yang terlalu banyak dan tidak menjaga jarak. Salah satu potensi yang paling besar menular adalah upacara tajen. Jumlah membludak dan tanpa jarak. 

"Bayangkan saja saat tajen, satu orang saja bersin, ribuan droplet dihasilkan dan kemudian menulari ribuan orang lainnya. Ini sangat berbahaya," ujarnya.

baca juga: Polda Sulawesi Selatan Edukasi Gerakan Pakai Masker

Hasil tracing dalam beberapa hari terakhir menunjukkan banyak kasus positif berasal dari keluarga dan transmisi lokal. Ia meminta agar masyarakat lebih tertib dalam melaksanakan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, selalu mencuci tangan dan pakai masker. Sekalipun kasus positif meningkat, Cok Ace tidak menginginkan adanya lock down. 

"Yang paling efektif adalah kembali ke maklumat Polri. Masyarakat perlu membatasi diri untuk keluar rumah kalau tidak ada hal yang mendesak," ujarnya. 

Namun hal ini harus dikemas dengan baik sebab saat ini geliat pariwisata sudah mulai kelihatan. Hotel-hotel di Bali sudah mulai terisi walau hanya sekedar tamu lokal Bali. Di Bali sudah ada berbagai upaya untuk melakukan pemulihan ekonomi. Jangan sampai geliat ekonomi yang sudah mulai tumbuh menjadi terganggu karena kenaikan kasus positif di Bali. (OL-3)


 

Baca Juga

Antara

Pesantren Kiblat Solusi Pendidikan Nasional Masa Covid-19

👤Bagus Suryo 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:48 WIB
"Pesantren bisa menjadi solusi dan memberikan jalan keluar di tengah keterbatasan yang dimiliki," tegas Panglima Santri Muhaimin...
Ilustrasi

Gubernur Sumut Minta Usut Preman yang Serang Satgas Covid-19

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:36 WIB
Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi minta kepolisian untuk menindak para preman yang menyerang Satgas Covid-19 Mebidang saat menggelar...
ANTARA/Zabur Karuru.

Ada Pasar Burung dan Batu Akik di Bekas Lokalisasi Dolly

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 23:20 WIB
Sentra Pasar Burung dan Batu Akik luas 840 meter persegi yang diresmikan pada Rabu (21/10) merupakan usulan dari warga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya