Kamis 10 September 2020, 10:21 WIB

Wapres: Pancasila Jangan Dipertentangan dengan Agama

Indriyani Astuti | Humaniora
Wapres: Pancasila Jangan Dipertentangan dengan Agama

Dok Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

 

WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyampaikan, sebagai ideologi negara, Pancasila merupakan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk sebagai hasil kesepakatan dari para pendiri bangsa. Oleh karena sudah menjadi kesepakatan bersama, Pancasila, tegasnya tidak boleh diganti dengan ideologi lain. Namun, pada perjalanannya banyak pihak yang mempertentangkan Pancasila dengan agama.

"Sampai saat ini pun upaya-upaya seperti itu masih terus terjadi. Saya berkeyakinan insya Allah upaya-upaya tersebut tidak akan pernah berhasil," ujar Wapres ketika membuka acara Simposium Nasional yang bertajuk "Studi dan Relasi Lintas Agama Berparadigma Pancasila” yang diadakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin, Serang, Banten, Kamis (10/9).

Wapres menegaskan upaya-upaya untuk menggantikan Pancasila tidak pernah berhasil karena Pancasila tidak bertentangan dengan agama. Selain itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya merupakan turunan dari ajaran agama. Kedua, Pancasila sudah menjadi kesepakatan nasional.

Baca juga: Wapres Sebut Jakob Oetama Tokoh Pers Teladan

"Orang yang masih mempertentangkan antara Pancasila dan agama adalah termasuk yang mispersepsi. Bisa saja mispersepsi dari pemahaman agamanya atau dari pemahaman Pancasilanya," tutur Wapres.

Untuk menjaga agar Pancasila tetap dipahami secara komprehensif, sambungnya, Pancasila tidak boleh dipahami secara parsial antara satu sila dengan sila yang lain.

Menurutnya, pemahaman Pancasila secara utuh sebagaimana dirumuskan dan dipahami oleh para pendiri bangsa, sangat penting.

"Dengan pemahaman yang utuh seperti itu, berarti Pancasila tidak boleh didorong ke arah pemahaman yang menyimpang seperti sekularisme, liberalisme, atau komunisme," tegas Wapres.

Di sisi lain, ia mengingatkan agama juga seharusnya dipahami secara moderat dengan tanpa mengorbankan ajaran-ajaran dasar agama.

Sebaliknya, pemahaman yang bersifat radikal, ekstrem, atau liberal tidak sesuai dengan ajaran agama. Adapun Pancasila dianggap mengandung nilai-nilai yang kuat untuk menjaga kerukunan bermasyarakat dan kehidupan umat beragama. Selama ini, ucap Wapres, Pancasila sudah terbukti mampu menjaga kerukunan seluruh bangsa, sehingga tercipta integrasi nasional.

Ia pun mengakui ada sejumlah tantangan untuk menjaga Pancasila yakni perkembangan yang dinamis di kalangan masyarakat, termasuk munculnya pemahaman dan sikap keagamaan yang bisa mengancam kerukunan dan integrasi bangsa.

"Oleh karena itu, kita harus mampu menangkal berkembangnya paham-paham yang mengancam Pancasila dan persatuan nasional sebab itu merupakan pra-syarat bagi terwujudnya stabilitas nasional," Wapres mengingatkan.

Untuk mewujudkan integrasi nasional, tegas Wapres, diperlukan kehidupan yang rukun dan harmonis antarumat beragama, baik dalam konteks kehidupan sosial maupun kehidupan politik. Ia mendorong agar upaya-upaya itu terus-menerus dilakukan, terutama melalui empat bingkai kerukunan. (OL-1)

Baca Juga

MI/Adam Dwi

Jadi Penyintas Covid-19, Ini Pelajaran yang Dipetik Rektor IPB

👤Syarief Oebadiillah 🕔Minggu 27 September 2020, 23:04 WIB
Mengutip Ibnu Sina, Arif mengatakan, kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah langkah awal...
Dok. Pribadi

Kembali Pimpin Universitas Moestopo,Rudy Ingin Adopsi Digitalisasi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 27 September 2020, 22:59 WIB
Rudy mengatakan, dirinya akan melakukan adaptasi universitas untuk menerapkan teori pada praktik nyata sesuai dengan perkembangan teknologi...
Dok. Pribadi

Korsel Bantu Cirebon Ciptakan Karya Seni Inovatif

👤Ghanii Nurcahyadi 🕔Minggu 27 September 2020, 22:52 WIB
Kolaborasi yang melibatkan pemerintah, seniman dan sekolah itu bertujuan untuk membangun dan merevitalisasi sistem pendidikan seni dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya