Kamis 10 September 2020, 09:35 WIB

PSBB Diperketat, DPRD DKI Sarankan Jakarta Berlakukan Jam Malam

Hilda Julaika | Megapolitan
PSBB Diperketat, DPRD DKI Sarankan Jakarta Berlakukan Jam Malam

ANTARA/Aprillio Akbar
Warga yang melanggar protokol kesehatan covid-19 menyapu sampah saat terjaring Operasi Tertib Masker di kawasan Kampung Melayu, Jakarta.

 

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menyarankan Pemerintah Provinsi (Pemprov DKI) untuk total dalam memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diberlakukan.

Gilbert bahkan menyarankan Pemprov DKI memberlakukan jam malam. Hal itu lantaran dikhawatirkan masyarakat akan lebih mudah melakukan pelanggaran di malam hari karena tidak adanya pengawasan petugas.

"Sebagian kecil masyarakat tidak akan patuh pada malam hari karena melihat tidak ada petugas. Ini adalah kelompok masyarakat yang sulit diatur dan tanpa kesadaran, tapi bikin wabah tidak tertangani karena tidak ditindak," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (10/9).

Baca juga: PSBB Total di Jakarta Dinilai Kurang Efektif

Ia pun mengatakan kebijakan ini diberlakukan untuk semua sektor. Termasuk 11 sektor esensial yang dikecualikan tetap bisa beroperasi selama PSBB ketat ini.

"Iya termasuk 11 sektor esensial itu. Semua saja, sedikitnya 2 pekan," jelasnya.

Menurutnya, jam malam perlu diberlakukan. Karena kebijakan yang tanggung hanya akan menuai kegagalan.

"Jangan buat PSBB Transisi hanya ganti nama jadi PSBB Ketat dan masyarakat yang patuh, kaum disabilitas dan anak-anak jadi korban," tegasnya.

Pihaknya berharap PSBB ketat jangan sampai menjadi PSBB Transisi nama baru saja. Menurutnya, pengorbanan masyarakat terlalu besar, khususnya yang patuh dengan protokol pencegahan. Bila ketidaktegasan merupakan penyebab gagalnya PSBB Transisi, hal tersebut jangan sampai terulang di PSBB Ketat.

Sementara, saat ini tantangannya, masyarakat lebih susah disuruh patuh sekarang. Hal ini dimungkinkan karena kejenuhan ikut berpengaruh. Masyarakat harus tegas dilarang kumpul-kumpul di jalan sempit/gang, pasar diawasi ketat agar patuh terhadap protokol, juga angkutan umum dan kantor.

"Ketegasan ini muncul misalnya dari supervisi mendadak ke pemukiman dan kantor, juga di jalan sempit. Angkutan umum dan pasar harus diawasi serius selama beroperasi. Sebaiknya jam operasional pasar dibatasi. Libatkan TNI (Darat, Laut dan Udara) dan Polri. Pengurus Rt dan Rw wajib bertanggungjawab," tandasnya. (OL-1)

Baca Juga

Dok MI

Kondisi Kejiwaan Pelaku Mutilasi Rinaldi Diperiksa Pekan Depan

👤Siti Yona Hukmana 🕔Jumat 25 September 2020, 06:48 WIB
Hasil pemeriksaan tersangka DAF sejauh ini tidak memperlihatkan adanya indikasi mengalami gangguan...
Antara/M Risyal Hidayat/Medcom.id

Sudah 857 Ribu Warga Jakarta Dites PCR

👤Put/J-2 🕔Jumat 25 September 2020, 06:29 WIB
Hingga 23 September, terang dia, dari jumlah tempat tidur isolasi sebanyak 4.812 persentase keterpakaiannya hanya sebesar 81%. Adapun dari...
Medcom.id/Christian

Ratusan Kios di Pasar Cempaka Putih Terbakar

👤Put/Ant/J-2 🕔Jumat 25 September 2020, 06:25 WIB
Api diduga berasal dari salah satu kios pemotongan ayam yang berada di dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya