Kamis 10 September 2020, 04:37 WIB

Daya Beli Meningkat Pacu Penjualan Eceran

Try/X-3 | Ekonomi
Daya Beli Meningkat Pacu Penjualan Eceran

BI/Tim Riset MI-NRC
Fluktuasi Indeks Penjualan Riil 2020 dan Indeks Komoditas yang Mengalami Perbaikan Juli 2020

 

MEMBAIKNYA daya beli warga dan pelonggaran berbagai aktivitas sosial seiring implementasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) telah meningkatkan penjualan eceran di sejumlah daerah.

Demikian hasil survei Bank Indonesia (BI) selama Juli 2020. Indeks penjualan riil selama Juli mengalami perbaikan dari kontraksi menjadi -12,3% atau membaik dari bulan sebelumnya sebesar -17,1%.

“Meningkatnya kinerja penjualan eceran didorong daya beli masyarakat yang membaik,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, melalui rilis yang diterima, kemarin.

Penjualan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kontraksi paling rendah, dengan pertumbuhan -1,9%. Perbaikan juga terjadi pada kelompok barang budaya dan rekreasi dengan pertumbuhan -38,7% atau membaik dari bulan sebelumnya sebesar -44,6%.

Onny menjelaskan, secara spasial, membaiknya penjualan eceran terjadi hampir di semua kota. Dari 10 kota yang disurvei, penjualan eceran di Manado meningkat 32,4%. Kota lain menunjukkan fase kontraksi, seperti Semarang dengan pertumbuhan -15,2%, Surabaya dengan pertumbuhan -0,4%, dan Banjarmasin tumbuh -32,4%.

Bank sentral memprediksikan, Agustus 2020 penjualan eceran ditopang oleh hampir semua kelompok barang. Pertumbuhan indeks penjualan riil (IPR) Agustus 2020 diprakirakan -10,1%, membaik dari bulan sebelumnya.

Hanya, dari sisi harga, tekanan inflasi pada Oktober 2020-Januari 2021 cenderung meningkat. Hal itu tecermin dari indeks ekspektasi harga umum (IEH) 3 dan 6 bulan mendatang yang sebesar 133,7 dan 157,7. Itu lebih tinggi daripada periode sebelumnya yang sebesar 131,5 dan 156,1.

“Responden memperkirakan kenaikan harga dipengaruhi gangguan distribusi barang dan jasa seiring datangnya musim hujan,” lanjut Onny.

Dalam menanggapi hal itu, VP Economist Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan penjualan eceran meningkat pada Agustus karena indeks keyakinan konsumen (IKK) mengalami peningkatan bulanan sebesar 0,82% menjadi 86,90.

“Kenaikan IKK ini mengindikasikan pulihnya kepercayaan masyarakat yang mendorong peningkatan aktivitas produksi. Kenaikan penjualan juga mendorong aktivitas manufaktur di Indonesia. Peningkatan penjualan eceran ini sekaligus mengindikasikan ada pemulihan ekonomi secara gradual,” ujar Josua.

Kendati demikian, menurut Josua, pemerintah perlu mencermati pertumbuhan ekonomi yang belum benar-benar pulih karena masih berpotensi terkon- traksi pada triwulan ketiga.

“Pemerintah perlu secepatnya mencairkan bansos seiring pertumbuhan penjualan eceran bahan makanan yang masih relatif lambat, yaitu sekitar 0,3% pada Juli dan Agustus,” tandas Josua. (Try/X-3)

Baca Juga

Antara

Pengumuman, Ada Diskon Kereta 25% Mulai 28 September

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 23 September 2020, 14:22 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan diskon tiket sebesar 25% mulai 28 September...
Antara

Mentan Didesak Setop Izin Impor Kopi

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 23 September 2020, 14:16 WIB
Menteri Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah) Teten Masduki mengakui sedang melobi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar tidak...
MI/M Irfan

Kain Indonesia Lepas dari Tudingan Dumping di India

👤Inis Nantika Jelita 🕔Rabu 23 September 2020, 14:15 WIB
Keputusan tersebut ditetapkan Directorate General of Trade Remedies/DGTR India secara resmi pada 15 September...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya