Rabu 09 September 2020, 20:18 WIB

Tarik Rem Darurat, Anies Berlakukan Kembali PSBB

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Tarik Rem Darurat, Anies Berlakukan Kembali PSBB

Antara/M. Risyal Hidyat
Petugas kepolisian memperingatkan warga menjaga jarak saat beraktivitas

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menarik rem darurat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi. Dengan demikian masa PSBB Transisi di Jakarta berakhir dan digantikan dengan masa PSBB pratransisi yang sebelumnya pernah diberlakukan di masa awal pandemi covid-19 melanda Jakarta.

Keputusan ini diambil mengingat kasus covid-19 di Jakarta yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Data menunjukkan rata-rata rasio positif mingguan Jakarta sudah naik mencapai 13%. Angka ini sudah di atas ambang batas aman dari WHO sebesar 10%.

Di samping itu, kasus covid-19 di Jakarta telah hampir 50 ribu kasus atau berkontribusi terhadap 40% total kasus covid-19 seluruh Indonesia.

Kasus covid-19 di Jakarta sudah mencapai 49.837 kasus. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 11.245 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 4.554 orang dirawat atau naik sebanyak 22 orang.

Lalu untuk orang yang menjalani isolasi mandiri ada sebanyak 6.691 orang atau naik sebanyak 91 orang.

Angka orang yang dirawat ini diperkirakan akan semakin meningkat dan membuat daya tampung RS penuh hanya dalam waktu sepekan.

Baca juga : Korona Kian Merajalela, DKI Krisis Ketersediaan Kamar RS

Penyebab lainnya adalah tingkat kematian yang grafiknya bisa meningkat bila daya tampung RS penuh. Jikapun daya tampung RS ditambah namun kegiatan masa PSBB Transisi terus dilakukan, penambahan itu tidak akan ada artinya karena RS akan kembali penuh hanya dalam waktu satu bulan.

"Karena faktor-faktor tersebut kami terpaksa untuk menarik rem darurat. Ini pilihan yang kita harus ambil," kata Anies dalam konferensi pers vitual, Rabu (9/9).

Anies menegaskan kondisi Jakarta saat ini sudah darurat. Untuk itu diperlukan pembatasan-pembatasan yang harus dilakukan seperti sebelum masa PSBB Transisi.

Masa PSBB ini seluruh usaha perkantoran akan ditiadakan selain yang esensial seperti energi, pangan, kesehatan, transportasi, logistik, dan jasa utilitas.

"Mulai 14 September mendatang PSBB ini akan dilaksanakan. Pengumuman ini untuk ancang-ancang persiapan. Untuk detilnya nanti akan kami umumkan beberapa hari ke depan," tegasnya.(OL-7)

Baca Juga

Ilustrasi

Telusuri Korban Pelecehan Lain di Bandara Soetta, Polisi Cek CCTV

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 29 September 2020, 20:54 WIB
EFY menyusun rencana untuk menipu penumpang berinisial; LHI dengan menyatakan hasil tesnya reaktif dan meminta sejumlah uang untuk...
MI/Andri W

Pemprov DKI Tutup 113 Perusahaan Selama PSBB Jilid 2

👤Selamat Saragih 🕔Selasa 29 September 2020, 20:15 WIB
PEMPROV DKI Jakarta telah menutup sebanyak 113 perusahaan atau perkantoran selama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)...
Antara

2 Pekan PSBB, PSI Nilai Anies Lalai Tangani Covid-19

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 29 September 2020, 19:15 WIB
DUA pekan penerapan PSBB berlangsung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai tak kunjung berbenah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya