Selasa 08 September 2020, 10:55 WIB

Zaman Berubah, Profesi Yakuza tidak lagi Menarik

Abdillah Marzuqi | Weekend
Zaman Berubah, Profesi Yakuza tidak lagi Menarik

The Guardian
Shinobu Tsukasa, pemimpin generasi ke-6 organisasi yakuza Yamaguchi-gumi.

Saat ini, lebih dari separuh yakuza berusia di atas 50 tahun. Bahkan ada 10% yang lebih dari 70 tahun. Penyebabnya, anggota kelompok tersebut berlahan menua, sedangkan proses regenerasi diganjal aturan pemerintah dan tindakan keras aparat.

Selain itu, Jepang juga menghadapi masalah kekurangan jumlah penduduk usia muda. Akibatnya, pembesar yakuza masih harus menjalankan organisasi di tengah usia yang tak muda lagi. Mereka memang berusaha untuk menarik para muda untuk masuk. Sayangnya, upaya itu terbentur tembok besar yang dibangun pemerintah Jepang.

Undang-undang (UU) anti-yakuza Jepang tampaknya berdampak pada kelompok gangster yang menua tanpa penerimaan anggota muda. UU memberlakukan pengetatan pada bisnis yakuza yang dulunya hampir punya impunitas. Akhirnya kehidupan kriminal semakin tidak menarik, anggota yakuza dilarang membuka rekening bank, kartu kredit, polis asuransi, bahkan menandatangani kontrak untuk layanan seluler.

Berdasarkan laporan badan kepolisian nasional, untuk pertama kalinya sejak pencatatan tahun 2006, sekira 51,2% dari anggota yakuza berusia 50 tahun atau lebih. Ada peningkatan signifikan pada anggota berusia lanjut.

Padahal pada 2006, tercatat 30,6% anggota kelompok berusia 30-an, tetapi sekarang hanya tinggal 14% dari jumlah total. Anggota yang berusia 20-an kurang dari 5%, sementara yang berusia lanjut mencapai lebih dari 10%.

Selain tindakan keras polisi yang berlangsung lebih dari satu dekade, ketidakpastian kondisi ekonomi juga mempersulit yakuza untuk menarik anggota baru kendati menjanjikan penghasilan besar. Sebaliknya, pada masa itu, yakuza juga menghadapi risiko dan ancaman penjara. Plus tanpa jaminan pensiun.

“Populasi Jepang yang menua adalah salah satu faktornya, tentu saja. Tetapi yakuza tidak lagi menjadi proposisi yang menarik bagi pria muda,” ujar ahli yakuza Tomohiko Suzuki sebagaimana dilansir The Guardian.

"Mereka harus berkorban banyak untuk menjalani kehidupan gangster, tapi untuk hasil yang semakin berkurang," tambahnya.
Zaman telah berubah, mantan gangster yang pensiun di usia 70-an menceritakan kini sejumlah besar anggota mula nan muda tidak bertahan lama. Mereka pergi dalam waktu setahun usai perekrutan.

“Generasi saya bermimpi menjadi anggota geng berpangkat tinggi yang populer di kalangan wanita, punya uang, dan mengendarai mobil mewah,” katanya.

“Tapi waktu telah berubah. Kaum muda saat ini tidak suka gagasan terikat dengan geng," lanjutnya.

Komunitas kriminal itu pernah berjaya 1960-an. Yakuza memiliki lebih dari 180.000 anggota. Saat itu, masyarakat berpegang teguh pada pandangan romantis akan yakuza yang dianggap sebagai penjahat terhormat.

Usai masa itu, jumlahnya terus menurun. Keanggotaan Yakuza terjun bebas sejak pertengahan 2000-an. Hal itu disebabkan tekanan publik pada pemerintah untuk mengusir geng kriminal yang kerap rusuh. Hingga pada 2006, hanya tinggal 87 ribu gangster. Bahkan, saat ini, kelompok terbesar Yamaguchi-gumi hanya berisi tinggal 8,9 ribu mafia. Pemimpin kelompok itu ialah Shinobu Tsukasa yang berusia 78 tahun. (The Guardian/M-2) 

Baca Juga

NASA

Toilet Senilai Rp322 miliar Siap Diluncurkan ke Luar Angkasa

👤Weekend 🕔Selasa 29 September 2020, 19:10 WIB
Selain toilet anyar, NASA juga mengirimkan produk perawatan kulit Estee...
Unsplash/ Uriel Soberanes

Kenali Kayu Manis, Antibakteri Alami

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 18:16 WIB
Ada banyak bahan alami yang bisa menjadi bahan antiseptik yang aman bagi...
Dok. Maquinn Couture

Koleksi Label Indonesia Maquinn Couture Pukau Milan Fashion Week

👤Putri Rosmalia 🕔Selasa 29 September 2020, 17:10 WIB
Label asal Surabaya ini terpilih sebagai delegasi tunggal Indonesia di MFW...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya