Selasa 08 September 2020, 05:30 WIB

Perluas Bantuan Pangan untuk Kelompok Rentan Stunting

Atikah Ishmah Winahyu | Megapolitan
Perluas Bantuan Pangan untuk Kelompok Rentan Stunting

ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Petugas kesehatan mengukur berat badan balita saat kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu) di Posyandu.

 

PANDEMI covid-19 meningkatkan kasus stunting di Indonesia dan mengancam terkoreksinya target penurunan stunting 14% dari total angka kelahiran anak pada 2024.

Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Pungkas Bahjuri Ali mengungkapkan, hasil survei Balitbangkes Kemenkes pada 4.798 puskesmas menunjukkan sejumlah indikator potensi peningkatan stunting selama covid-19 yang perlu diwaspadai.

“Sebanyak 43,51% posyandu menghentikan kegiatan selama pandemi, 30,58% ibu hamil diketahui tidak melakukan kunjungan ke puskesmas, begitu pula dengan kunjungan 31% balita stunting/gizi buruk,” terang Pungkas dalam webinar, Senin (7/9).

Di samping itu, indikator seperti penurunan pendapatan dan pengeluaran/daya beli masyarakat hingga kebijakan PSBB juga turut berperan dalam memengaruhi angka stunting.

Dalam mengatasi hal ini, Pungkas menyarankan daerah untuk memanfaatkan teknologi digital, baik untuk pencatatan, pelaporan, hingga pelayanan kesehatan; refocusing dan realokasi anggaran untuk intervensi gizi sensitif; penajaman fokus kegiatan; perluasan target penerima manfaat termasuk perluasan cakupan penerima bansos dalam bentuk bahan pangan, serta penyesuaian target 2020-2021.

Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan pada 2019 sebelum pandemi mencatat ada 6,3 juta balita mengalami stunting dari populasi 23 juta balita. Angka stunting Indonesia berada di urutan ke-4 dunia.

Direktur Nutrition International Indonesia Sri Kusyuniati mengingatkan, setiap langkah kecil mencegah stunting bisa berdampak besar. “Sebab gangguan kekurangan gizi pada balita akan mengakibatkan dampak yang tidak dapat diperbaiki. Program gizi harus bisa beradaptasi dengan aman dan berkelanjutan,” cetusnya.

Ia pun meminta pemerintah untuk melindungi status gizi kelompok rentan di Indonesia, antara lain dengan mengintegrasikan program gizi seimbang selama pandemi covid-19, serta mengamankan rantai pasok pangan yang sehat dan bergizi bagi kelompok rentan. (Aiw/H-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Erick Apresiasi Bandara Soekarno-Hatta Paling Aman dari Covid-19

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 18 September 2020, 15:14 WIB
Sebagai pintu gerbang utama Indonesia, bandara Sokarno-Hatta menjadi satu tempat yang penting dalam pencegahan penyebaran...
ANTARA FOTO/Fauzan

3.711 Kamar Hotel Siap Tampung Pasien OTG di Jakarta

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 18 September 2020, 14:42 WIB
Saat ini sudah ada 27 hotel yang siap dijadikan tempat isolasi mandiri bagi pasien covid yang tanpa gejala dan gejala...
Ilustrasi

Polisi Olah TKP Tewasnya Anggota Polri di Pondok Ranggon

👤Kisar Rajaguguk 🕔Jumat 18 September 2020, 14:22 WIB
Olah TKP dilakukan untuk memeriksa lokasi dan kendaraan (motor) yang ditumpangi korban saat ambruk di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya