Selasa 08 September 2020, 04:35 WIB

Waspadai Tawaran Investasi Menggunakan Influencer

Media Indonesia | Ekonomi
Waspadai Tawaran Investasi Menggunakan Influencer

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Tirta Segara.

 

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat untuk mewaspadai ajakan perusahaan investasi yang menggunakan influencer atau figur dalam memengaruhi calon investor karena berpotensi ilegal.

“Hati-hati, kalau mau bertanya legal atau ilegal, tanyakan dulu ke OJK,” kata anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara dalam webinar Indonesia Millennials Financial Summit, kemarin.

Menurut dia, tidak salah mengikuti tren para influencer. Namun, masyarakat termasuk kalangan generasi muda yang berminat memulai investasi tetap berhati-hati karena ada beberapa produk investasi menggunakan foto figur publik.

Tak jarang, lanjut dia, investasi ilegal itu juga memuat pernyataan-pernyataan dari tokoh publik tersebut sehingga seolah-olah ia memperkenalkan produk investasi yang ternyata bodong.

Tirta memaparkan beberapa langkah untuk berinvestasi secara aman, di antaranya mengenali kebutuhan dan kemampuan.

“Kalau ingin sesuatu yang terbaik, itu tidak salah asalkan mampu. Untuk jangka panjang misalnya, investasi emas itu naik terus, tapi jangka pendek itu fluktuasi,” imbuhnya.

Selain itu, Tirta mengimbau masyarakat untuk mengenali produk dan lembaga jasa ke uangan yang menawarkan produk investasi itu. Ia menuturkan tingkat pemanfaatan produk atau inklusi keuangan di Indonesia sudah mencapai 76%, tetapi tingkat pemahaman atau literasi keuangan masih rendah, yakni 38%.

“Artinya, orang beli produk investasi, menda patkan akses keuangan, tapi dia tidak paham,” imbuhnya.

Langkah aman lainnya, yakni dengan mengenali manfaat dan risiko, tidak hanya dilihat keuntungan karena semua produk investasi memiliki tingkat risiko dari kecil hingga besar.

“Risiko nol itu investasi di SBN (Surat Berharga Negara) karena yang menerbitkan ialah negara,” ujar Tirta.

Untuk kelompok milenial, ia menyarankan anak muda yang keuangannya masih didukung orangtua, agar menyisihkan sebagian uangnya untuk menabung atau investasi.

Diingatkannya, menabung dalam bentuk uang bersifat likuid atau mudah dicairkan, tetapi imbal hasilnya rendah.

Tak hanya dalam bentuk uang, menabung juga bisa dalam bentuk emas yang juga likuid atau bisa dijual setiap saat, serta dalam jangka panjang, tren harganya selalu naik. (Ant/E-2)

Baca Juga

Antara/Aris Munandar

Program Inti Plasma Bikin Sawit RI No 1

👤Iam/X-10 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 04:22 WIB
Sejarah perkebunan sawit Indonesia memang tidak bisa terlepaskan dengan kemitraan inti plasma yang dibangun sejak...
Dok. Pribadi

Pengusaha Kena Pajak Diimbau Gunakan E-Faktur 3.0

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 01:18 WIB
Mulai Oktober 2020 pelaporan SPT masa PPN dengan skema comma separated value (CSV) melalui DJP online tidak dapat dilakukan lagi oleh PKP...
Ilustrasi

OJK : Fintech Lending Bisa Dilibatkan Salurkan PEN

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 01:15 WIB
Meskipun sudah mendapatkan rekomendasi dari OJK, Tris menegaskan pihaknya juga selektif dalam pemilihan fintech...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya