Selasa 08 September 2020, 04:10 WIB

Peta Jalan Simplifi kasi Solusi Kompleksitas Cukai Tembakau

Media Indonesia | Ekonomi
Peta Jalan Simplifi kasi Solusi Kompleksitas Cukai Tembakau

ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Pekerja perempuan membuat rokok di industri rokok rumahan di Desa Plandi, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

 

FAKULTAS Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) Malang menilai peta jalan (roadmap) penyederhanaan atau simplifikasi struktur tarif cukai hasil tembakau mampu menjadi solusi atas kompleksitas sistem cukai hasil tembakau.

Ketua Tim Peneliti Pusat Kajian dan Pengembangan Manajemen (PKPM) FEB UB Abdul Ghofar mengatakan bahwa sistem kebijakan cukai hasil tembakau di Indonesia saat ini dinilai masih sangat kompleks sehingga memunculkan berbagai persoalan.

“Masalah ini tentu sangat mengganggu kinerja industri hasil tembakau yang selama ini dikenal sebagai industri yang padat karya menjadi tidak optimal,” kata Ghofar dalam keterangan tertulis, kemarin.

Ghofar menjelaskan ada beberapa temuan strategis terkait kebijakan cukai hasil tembakau saat ini. Pertama, sistem cukai saat ini terlalu kompleks, penuh ketidakpastian, dan tidak berkeadilan.

Temuan lain, tambahnya, ialah selisih tarif cukai antargolongan yang dinilai tidak ideal, masih banyak perusahaan yang memakai skema usaha sister company atau afiliasi untuk menghindari pembayaran pajak yang lebih besar.

“Kemudian, jarak tarif cukai rokok keretek tangan dan rokok keretek mesin sangat berdekatan,” kata Ghofar. Temuan terakhir, lanjutnya, adanya kebijakan diskon rokok yang membolehkan harga transaksi pasar (HTP) 85% dari harga jual eceran (HJE) memiliki potential loss hingga Rp3,89 triliun dalam bentuk PPh badan pada 2020.

Penelitian tersebut merekomendasikan kepada pemerintah agar kembali menjalankan kebijakan simplifi kasi sesuai roadmap yang pernah diterbitkan melalui PMK 146/2017. (Ant/E-3)

Baca Juga

Dok.KLHK

Ini Pembagian Tugas Menhan dan Mentan di Program Lumbung Pangan

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 23 September 2020, 13:15 WIB
Menhan Prabowo secara khusus diembani tugas oleh Presiden Joko Widodo untuk menggarap singkong di dalam program lumbung pangan nasional...
Antara

KKP Setuju Cabut Izin 14 Eksportir Benih Lobster Bermasalah

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 23 September 2020, 13:09 WIB
Dalam rapat kerja tersebut juga dipertegas, pencabutan sementara izin hanya berlaku untuk ekspor...
Antara/M Risyal Hidayat

Kondisi Kelistrikan Aman, hanya Manokwari dan Flores Barat Siaga

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 23 September 2020, 12:45 WIB
Total penambahan kapasitas terpasang pada Juni 2020 mengalami peningkatan sebesar 1,3 juta watt dari akhir tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya