Selasa 08 September 2020, 06:26 WIB

Menag Kehilangan Tokoh Pengembangan Pendidikan Islam

Siswantini Suryandari | Humaniora
Menag Kehilangan Tokoh Pengembangan Pendidikan Islam

ANTARA/Andhika Wahyu
A Malik Fajar

 

MENTERI Agama Fachrul Razi mengungkapkan rasa duka cita mendalam atas berpulangnya Menteri Agama era Presiden BJ Habibie, Prof. A. Malik Fadjar, pada Senin malam, 7 September 2020. Menag Fachrul Razi mengungkapkan, kepergian A. Malik Fadjar merupakan kehilangan besar bagi Kementerian Agama.

"Innalillahi wa innailaihi raji'un. Saya menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya  Prof. A. Malik Fadjar pada Senin malam ini," ujar Menag dalam pernyataan tertulis, di Jakarta, Selasa (8/9). 

"Ini menjadi kehilangan besar bagi kami Keluarga Kementerian Agama. Bukan saja pernah menjabat sebagai Menteri Agama,  tapi beliau juga merupakan tokoh pengembangan pendidikan Islam," imbuh Menag. 

Menag mengungkapkan, Prof. A. Malik Fadjar telah memiliki kiprah besar dalam pendidikan Islam sejak muda. Lahir dari keluarga Muhammadiyah pada 22 Februari 1939, Malik, begitu ia biasa disapa merupakan produk pendidikan  Kementerian Agama. 

Malik muda menamatkan gelar Doktorandus (Drs) dari Fakultas Tarbiyah Cabang Sunan Ampel Surabaya pada 1972 (saat ini telah menjadi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang). 

"Yang menarik, beliau telah membangun karir mulai menjadi guru pada Sekolah Rakyat Negeri (SRN), hingga kemudian menjadi Dirjen pada Ditjen Bimbaga Islam Kemenag di tahun 1995-an," kata Menag. 

"Saat menjadi Dirjen, lalu Menteri Agama, beliau banyak melakukan pembenahan dan inovasi, antara lain pengembangan manajemen berbasis sekolah, serta Madrasah Aliyah Model dan Madrasah Aliyah Keterampilan. Beliau ikut berjasa dalam pengembangan pendidikan Islam," ujar Menag.

baca juga: Malik Fadjar Pecinta Ilmu, Teladan Berislam dengan Luas dan Luwes

Atas jasa besar yang luar biasa terhadap Negara dan Bangsa Indonesia, Almarhum mendapat tanda kehormatan yang tinggi, yaitu Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden BJ Habibie. Tanda kehormatan ini tertuang dalam Keppres Nomor 076/TK/TH 1999 tanggal 13 Agustus 1999. (OL-3)


 

Baca Juga

Ist/Thinkstock

Cegah Penuaan Dini dan Kanker Kulit, Wajib Pakai Sunscreen

👤Eni Kartinah 🕔Sabtu 26 September 2020, 15:35 WIB
Jadi, ketika kulit terkena zat polutan, misal dari udara, ditambah dengan UV, efek kerusakan yang ditimbulkan polutan itu makin...
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Bima Arya Sarankan Medsos Distancing bagi Pasien Covid-19

👤Anggitondi Martaon 🕔Sabtu 26 September 2020, 13:46 WIB
Dia menjelaskan, medsos menimbulkan stres. Dia mengibaratkan sosmed sebagai ikon monster raksasa yang tidak baik untuk psikis seseorang,...
MI/Agus Utantoro

Sektor Pertanian Mulai Dilirik Generasi Muda

👤Astri Novaria 🕔Sabtu 26 September 2020, 13:29 WIB
Menurut Sandi, salah satu faktor minimnya minat generasi milenial saat itu ialah karena adanya citra buruk petani yang dianggap tidak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya