Selasa 08 September 2020, 06:15 WIB

IS Klaim Penikaman Perwira Militer di Tunisia

Faustinus Nua | Internasional
IS Klaim Penikaman Perwira Militer di Tunisia

AFP/Bechir TAIEB
Anggota Garda Nasional Tunisia ambil bagian dalam upacara pemakaman rekan mereka yang tewas dalam penusukan yang diklaim oleh IS.

 

ISLAMIC State (IS), Senin (7/9), mengaku bertanggung jawab atas insiden penusukan di Tunisia, sehari sebelumnya, yang menewaskan seorang perwira garda nasional dan melukai lainnya.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di laman daring propaganda IS, Amaq, IS menyebut pejuang mereka telah melakukan serangan pada Minggu (6/9) di kota pesisir Tunisia, Sousse.

Klaim tersebut muncul setelah pihak berwenang Tunisia mengumumkan penangkapan tujuh orang yang diduga terlibat serangan mematikan itu.

Baca juga: Polisi Inggris Tangkap Pria Terduga Penikaman Massal

Juru bicara garda nasional Housameddine Jbabli, Senin (7/9), mengatakan kepada Radio Shems bahwa tujuh tersangka ditahan otoritas antiterorisme. Pasukan Tunisia juga menembak mati tiga tersangka penyerangan itu.

Di antara tujuh orang yang ditahan, terdapat istri dari salah satu penyerang yang tewas dan dua saudara laki-lakinya.

Jbabli menyampaikan penyelidikan awal menunjukkan para penyerang telah mengembangkan hubungan dengan jaringan asing secara daring untuk mencari tahu cara membuat bahan peledak.

Adapun, Sousse, kota wisata yang menjadi target serangan itu merupakan lokasi ekstremis paling mematikan di Tunisia pada 2015. Saat itu, terjadi pembantaian yang menewaskan 38 orang, kebanyakan dari mereka turis Inggris. Sehingga, serangan itu memberikan pukulan telak bagi sektor pariwisata Tunisia, pilar ekonomi negara Afrika Utara.

Pada 2015, terjadi tiga serangan besar mematikan yang diklaim kelompok IS. Serangan di museum ibu kota Bardo pada Maret menewaskan 21 turis asing dan seorang penjaga keamanan. Kemudian, diikuti tiga bulan setelahnya dengan penembakan di Sousse, yang menewaskan 38 turis.

Pada November 2015, ledakan bom di sebuah bus di pusat kota Tunis menewaskan 12 pengawal presiden.

Serangan di Tunisia sudah terjadi sejak revolusi rakyat pada 2011. Serangan jihadis telah menewaskan puluhan personel keamanan, warga sipil, dan turis asing. Serangan bunuh diri pun terjadi terhadap pasukan keamanan yang melindungi kedutaan AS di Tunis.

Meski situasinya telah membaik secara signifikan sejak 2015, Tunisia tetap dalam keadaan darurat. Serangan terhadap pasukan keamanan terus berlanjut, terutama di daerah terpencil di sepanjang perbatasan dengan Aljazair. (France24/OL-1)

Baca Juga

Dok.gigazine

Meretas Parlemen Jerman, Mata-Mata Rusia Disanksi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 02:15 WIB
Uni Eropa dan Inggris memberlakukan sanks pada perwira senior intelijen Rusia atas dugaan peran mereka dalam meretas jaringan komputer di...
AFP

Tidak Ada Solusi Diplomatik untuk Karabakh

👤MI 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 01:15 WIB
PERDANA Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengesampingkan solusi diplomatik untuk konflik dengan Azerbaijan atas wilayah...
AFP

Obama Kecam Trump soal Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:50 WIB
MANTAN Presiden Barack Obama mengecam Presiden Donald Trump terkait penanganan pandemi virus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya