Selasa 08 September 2020, 03:30 WIB

Polri masih Periksa Saksi Kebakaran Kejagung

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Polri masih Periksa Saksi Kebakaran Kejagung

Dok. Mabes Polri
Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Awi Setiyono.

 

TIM Penyidik Bareskrim Polri tengah memeriksa sebanyak 128 terkait pengungkapan penyebab kebakaran di Gedung Ke jaksaan Agung RI.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono, kemarin, mengatakan pemeriksaan masih dalam seputaran 128 saksi dengan latar belakang berbeda-beda.

“Pemeriksaan masih seputaran, office boy, cleaning service, keamanan Kantor Kejagung, serta pejabat utama dan PNS,” ujar Awi

Namun, Awi enggan membeberkan lebih detail terkait siapa saja yang telah diperiksa dari 128 saksi tersebut. “Kita tidak bisa menjelaskan, kita tunggu saja hasil penyidik,” paparnya.

Sejauh ini, tim Puslabfor Polri telah melakukan olah TKP 1 dan tahap kedua dengan mengumpulkan temuan di lapangan yang selanjutnya dilakukan analisis oleh Puslabfor Bareskrim.

Pemeriksaan dilakukan lantaran terjadi kebakaran hebat yang melalap Gedung Utama Kejagung RI pada 22 Agustus pukul 19.00 WIB. Sebanyak 65 mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang melenyapkan sebagaian gedung.

Hingga kini penyebab kebakaran apakah itu musibah atau sengaja oleh oknum tertentu masih diselidiki Bareskrim Polri. (Ykb/J-1)

Baca Juga

 BAY ISMOYO / AFP

Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 70 Ribu

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 26 September 2020, 17:54 WIB
Kasus aktif di Ibu Kota per hari ini (26/9) sudah menembus angka 13.155. Adapun total jumlah kasus terkonfirmasi sudah mencapai 70.184...
Medcom.id/Hendrik

Pelecehan Seksual di Bandara Soekarno-Hatta Terdorong Birahi

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 26 September 2020, 16:30 WIB
EFY dinilai juga melakukan pemerasan kepada korban, LHI untuk mendapatkan uang...
Antara/M Risyal Hidayat

Anies Klaim Kasus Covid-19 Melandai, Epidemiolog: Belum Stabil

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 26 September 2020, 15:51 WIB
Meski terjadi penurunan kasus aktif covid-19 di Ibu Kota menjadi 12%, namun epidemiolog memandang penurunan itu bersifat sementara. Sebab,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya