Selasa 08 September 2020, 05:32 WIB

Baru Digunakan bila Terbukti Aman dan Efektif

Aiw/Van/Fer/Dhk/CNA/X-7 | Humaniora
Baru Digunakan bila Terbukti Aman dan Efektif

Medcom.id
Ilustrasi

 

INDONESIA hanya akan menggunakan vaksin yang telah teruji, memiliki efektivitas dan keamanan, serta izin edar.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, saat menanggapi pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang tidak akan mempromosikan vaksin covid-19 sebelum benar-benar terbukti aman dan melalui uji klinis.

“Indonesia akan menggunakan vaksin yang telah selesai uji klinis tahap 3,” ujarnya kemarin.

Saat dihubungi dalam kesempatan berbeda, Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Na- sional Bambang PS Brodjonegoro mengaku setuju dengan WHO sebab hanya vaksin yang telah teruji boleh diberikan kepada masyarakat.

“Saya setuju dengan WHO sebab vaksin baru bisa diketahui khasiat dan keamanannya setelah melewati semua tahapan uji klinis,” tuturnya.

Saat ini Indonesia tengah mengembangkan vaksin Merah Putih yang dipimpin LBM Eijkman. Selain itu, PT Bio Farma bekerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac, juga sedang mengembangkan vaksin covid-19 yang diperkirakan akan diproduksi awal 2021.

Di tempat terpisah, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, mengungkapkan pemerintah sudah menyiapkan dana pengadaan vaksin covid-19 untuk tahun ini sebesar Rp3,8 triliun.

“Dan tahun depan disiapkan anggaran multiyears sebesar Rp37 triliun,” katanya seusai Sidang Kabinet Paripurna Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi di Istana Negara, Jakarta.

Sementara itu, Australia berharap dapat menerima distribusi gelombang pertama vaksin covid-19 potensial pada Januari 2021.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan pemerintahnya telah mencapai kesepakatan dengan CSL untuk memproduksi dua vaksin. Satu dikembangkan saingannya, Astrazene ca, dan Universitas Oxford, dan satu lagi dikembangkan di laboratorium CSL sendiri dengan University of Queensland.

“Australia pada Januari dan Februari mendatang akan menerima 3,8 juta dosis vaksin Astrazeneca, yang saat ini sedang menjalani uji klinis tahap akhir di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan,” ujarnya kemarin.

Jika kedua vaksin tersebut lulus uji klinis, lanjut Morrison, negaranya akan menghabiskan dana A$1,7 miliar atau US$1,24 miliar untuk total hampir 85 juta dosis.

Kementerian Kesehatan mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 hingga kemarin siang totalnya menjadi 196.989 setelah ada penambahan sebanyak 2.880 orang.

Kemudian, untuk pasien sembuh menjadi 140.652 orang setelah ada penambahan sebanyak 2.077 orang. Selanjutnya, untuk kasus meninggal menjadi 8.130 orang dengan penambahan 105 orang. (Aiw/Van/Fer/Dhk/CNA/X-7)

Baca Juga

Antara/FB Anggoro

Klaster Perkantoran Bukti Penerapan Protokol Kesehatan Masih Lemah

👤Andhika Pasetyo 🕔Selasa 22 September 2020, 21:01 WIB
Jika ternyata terjadi penularan di lingkunga kerja, pelaku usaha harus berani menyampaikan kepada dinas kesehatan setempat dan segera...
Antara/Rivan Awal lingga

Aturan Pemerintah soal Kebiri Kimia Bakal Segera Terbit

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 22 September 2020, 20:14 WIB
“Saat ini RPP kebiri sedang dalam proses penetapan di Setneg (Sekretariat...
Antara/Siswowidodo

21 Stasiun Kereta Sediakan Layanan Rapid Test, Ini Lokasinya

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 22 September 2020, 20:05 WIB
Layanan rapid test di stasiun pertama kali diluncurkan di Stasiun Pasar Senen pada 29 Juli 2020, dimana pada tahap awal baru tersedia di 12...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya