Selasa 08 September 2020, 01:45 WIB

Kasus Covid-19 di India makin Melonjak

Faustinus Nua | Internasional
Kasus Covid-19 di India makin Melonjak

AFP
Petugas medis sedang melakukan swab test terhadap pasien di India

 

INDIA, kemarin, telah melewati posisi Brasil sebagai negara dengan jumlah kasus virus korona tertinggi kedua di dunia.

Dengan beberapa kota terpadat di dunia, India melaporkan kenaikan kasus harian covid-19 tertinggi di dunia, yakni hampir 91 ribu kasus baru. Total kasus covid-19 di India saat ini meningkat di atas 4,2 juta.

Jumlah tersebut melampaui total kasus di Brasil dan menjadikannya tertinggi kedua setelah AS yang mengalami 6,25 juta kasus. Meski mengalami lonjakan kasus, otoritas India tetap melanjutkan kebijakan yang cukup berisiko, yaitu melonggarkan pembatasan perjalanan. 

Penyebabnya karena perekonomian negara merosot setelah sempat dilakukan pembatasan berbulanbulan. Kemarin, jaringan kereta api di ibu kota New Delhi mulai dibuka kembali setelah ditutup selama lima bulan. 

Sejumlah 12 kota lainnya juga memulai kembali layanan kereta bawah tanah. Pihak berwenang memberlakukan aturan ketat dengan mewajibkan penggunaan masker, jarak sosial, dan pemeriksaan suhu tubuh.


Kaum muda

Kasus baru covid-19 terus melonjak di seluruh dunia dengan infeksi yang dilaporkan mendekati 27 juta dan kematian melebihi 880 ribu. 

Prancis, Israel, dan Australia termasuk di antara negara-negara yang dalam beberapa hari terakhir memperpanjang pembatasan perjalanan untuk menahan lonjakan kasus.

Di Eropa, Inggris berjuang melawan lonjakan infeksi yang mencapai hampir 3.000 kasus. Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan, yang terinfeksi sebagian besar ialah kaum muda. 

“Jangan biarkan penyakit ini kemudian ikut menulari kakek-nenek mereka,” katanya.

Namun, Inggris memilih memperketat pembatasan lokal daripada memberlakukan lockdown nasional tahap kedua karena khawatir perekonomian negara terganggu. Sementara itu, Prancis menetapkan tahap siaga di tujuh wilayah yang mencakup kota-kota besar, termasuk Lille, Strasbourg, dan Dijon. 

Hal itu disebabkan peningkatan infeksi yang semakin cepat. Prancis melaporkan rekor hampir 9.000 kasus harian pada pekan lalu. Dari 101 wilayah di negara itu, 28 di antaranya dianggap sebagai zona merah.

Pihak berwenang menyatakan dapat memberlakukan tindakan luar biasa untuk memperlambat virus jika perlu, termasuk di Paris yang mewajibkan penggunaan masker di semua ruang publik.

Lockdown juga telah diberlakukan dan diperpanjang di Israel dan Australia dalam beberapa hari terakhir. Israel memutuskan memulai penutupan setiap malam di 40 kota besar dan kecil dengan tingkat infeksi tertinggi.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan lembaga pendidikan akan ditutup dan pertemuan dibatasi mulai kemarin. Menurut data yang dikumpulkan AFP, Israel telah naik ke urutan kelima di dunia untuk jumlah infeksi per kapita.

Sementara itu, di Spanyol, banyak orangtua menolak mengirim anak-anak mereka kembali ke kelas untuk tahun ajaran baru meskipun ada ancaman sanksi dari pihak berwenang. (Hym/X-11)
 

Baca Juga

AFP/MIKE SEGAR

AS Berlakukan Kembali Sanksi PBB untuk Iran

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 20 September 2020, 11:37 WIB
Beberapa menit setelah pernyataan Pompeo, Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi mengatakan sanksi itu ‘batal demi...
AFP/Oli SCARFF

Di Inggris, Tolak Isolasi Mandiri Terancam Denda Rp192 Juta

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 20 September 2020, 11:03 WIB
Mulai 28 September, warga wajib melakukan isolasi mandiri jika dinyatakan positif covid-19 atau diperintahkan oleh Badan Kesehatan Nasional...
Medcom

Satu Staf Positif Covid-19, KBRI Manila Ditutup Sementara

👤Usman Kansong 🕔Minggu 20 September 2020, 10:20 WIB
"KBRI Manila akan ditutup sementara selama 3 hari sejak 21 September 2020 menyusul ditemukannya satu kasus positif covid-19 yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya