Senin 07 September 2020, 16:53 WIB

Klaster Keluarga dan Cara Menanganinya

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Klaster Keluarga dan Cara Menanganinya

Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi keluarga isolasi mandiri di tengah korona.

 

SEKRETARIS Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Dr Erlang Samoedro, mengatakan saat ini klaster keluarga cukup memprihatinkan. Apalagi, dalam rumah tersebut terdapat, bayi, anak-anak dan orang lanjut usia yang rentan terpapar virus.

"Klaster keluarga ini berarti dalam satu keluarga ada beberapa kasus ya, biasanya yang dimulai dulu dari luar, misalnya bapak ibu yang bekerja, " kata dokter Erlang dalam diskusi virtual di Gedung BNPB Jakarta, Senin (7/9).

Baca jugaSiapkan Puluhan Triliun, Pemerintah Fokus Pengadaan Vaksin Korona

Dia menjelaskan klaster keluarga tersebut pada dasarnya terjadi karena adanya salah seorang atau beberapa anggota keluarga yang berpergian keluar rumah dan terpapar virus.

"Saat kembali ke rumah, orang yang terpapar tadi tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik seperti yang dianjurkan yakni mandi, mencuci pakaian yang baru saja dikenakan dan lainnya," sebutnya.

Oleh karena itu, terjadi transmisi virus kepada anggota keluarga yang lain. Klaster keluarga terjadi karena adanya relaksasi pembatasan sosial sehingga orang-orang bebas beraktivitas.

"Yang parahnya, terkadang dia tidak sadar telah terinfeksi dari lingkungan sekitar dan membawa virus ke rumah kemudian menularkan ke kepada yang lain, itu yang terjadi," paparnya

Dia memastikan, klaster keluarga patut diwaspadai apalagi di dalam rumah terdapat kelompok rentan terhadap papar Covid-19, seperti anak-anak dan orang tua sehingga berpotensi terjadinya kondisi yang buruk.

"Kelompok rentan itu ada dalam keluarga," lanjutnya

Dokter Erlang menyebut upaya melindungi kelompok rentan di dalam keluarga yakni apabila teridentifikasi bahwa adanya positif Covid-19 di lingkungan kantor tentunya orang itu harus waspada apabila kembali ke rumah.

"Jika memang kontak langsung dengan pasien positif, periksa ke layanan kesehatan, isolasi mandiri dan harus sadar agar tidak mendekati orangtua, bayi atau anak di rumahnya," jelas Dokter Erlang.

Begitu juga ketika pulang dari aktifitas luar, secepatnya membersihkan badan dan menganti pakaian sebelum berkumpul dengan keluarga. (OL-6)

Baca Juga

MI/Adam Dwi

Jadi Penyintas Covid-19, Ini Pelajaran yang Dipetik Rektor IPB

👤Syarief Oebadiillah 🕔Minggu 27 September 2020, 23:04 WIB
Mengutip Ibnu Sina, Arif mengatakan, kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah langkah awal...
Dok. Pribadi

Kembali Pimpin Universitas Moestopo,Rudy Ingin Adopsi Digitalisasi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 27 September 2020, 22:59 WIB
Rudy mengatakan, dirinya akan melakukan adaptasi universitas untuk menerapkan teori pada praktik nyata sesuai dengan perkembangan teknologi...
Dok. Pribadi

Korsel Bantu Cirebon Ciptakan Karya Seni Inovatif

👤Ghanii Nurcahyadi 🕔Minggu 27 September 2020, 22:52 WIB
Kolaborasi yang melibatkan pemerintah, seniman dan sekolah itu bertujuan untuk membangun dan merevitalisasi sistem pendidikan seni dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya