Senin 07 September 2020, 16:15 WIB

Polisi Buru Dalang di Balik Penipuan Pembelian Alkes Covid-19

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Polisi Buru Dalang di Balik Penipuan Pembelian Alkes Covid-19

MI/ANDRI WIDIYANTO
Tersangka yang dihadirkan saat pengungkapan kasus penipuan sindikat internasional pembelanjaan ventilator covid-19

 

BARESKRIM Polri beserta Interpol Indonesia, dan PPATK tengah memburu pelaku yang diduga sebagai dalang di balik penipuan pembelian alat kesehatan covid-19 internasional.

Sejauh ini, polisi baru amankan tiga pelaku penipuan sindikat kejahatan internasional terkait pembelian ventilitator dan monitor covid-19 antara perusahaan.

Tiga tersangka penipuan diciduk polisi di tiga tempat berbeda, yakni SB, R dan B.

"Kemudian satu tersangka B, WNA, saat ini masih dalam pencarian oleh tim dari Siber Bareskrim Polri," ungkap Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/9).

Listyo menuturkan, pihaknya sedang dalam pencarian untuk menangkap satu tersangka WNA yang diduga otak di balik penipuan dan masih belum diketahui asal-usulnya.

"Akan segera dilakukan langkah-langkah selanjutnya untuk kemudian nanti akan kita rilis dalam kesempatan berikutnya," ujar Listyo.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika, menuturkan bahwa tersangka yang masih DPO ini diduga sebagai mastermind atau otak di balik penipuan.

"Sedangkan tiga pelaku yang orang Indonesia menyiapkan dokumen-dokumennya," ungkap Helmy kepada wartawan, di Mabes Polri.

Namun, Helmy mengaku sejauh ini pihaknya masih belum mengetahui keberadaan dan asal-muasal tersangka WNA tersebut.

"Belum diketahui, soal dari mana juga terputus, kita sedang melakukan pendalaman," paparnya.

Pihaknya juga telah bekerjasama dengan Direktorat Siber untuk melakukan tracing dan kerjasama dengan Interpol Italia untuk bisa mengetahui ip adress pelaku.

Adapun modus operandi yang dilakukan para pelaku ialah modus bisnis email compromise atau hacking email dengan cara membuypas komunikasi email antara perusahaan Althea asal Italia dengan Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics dari Tiongkok.

Sindikat internasional tersebut melakukan penipuan pembelian ventilator covid-19 senilai 3juta Euro setara dengan Rp58 Miliar. (OL-4)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

DOK MI

Paguyuban Pasundan Minta Pilkada Ditunda

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 23 September 2020, 17:38 WIB
Pelaksanaan pilkada di tengah pandemi seperti saat ini tidak tepat karena sangat berpotensi meningkatkan penyebaran...
Antara

Nama Jaksa Agung dan Eks Ketua MA Disebut dalam Dakwaan Pinangki

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 23 September 2020, 16:27 WIB
"Terdakwa (Pinangki) dan Andi Irfan Jaya menyerahkan dan memberikan penjelasan mengenai rencana berupa action plan yang akan diajukan...
ANTARA

Ketua Wadah Pegawai KPK Dijatuhi Sanksi Etik Ringan

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 23 September 2020, 16:09 WIB
Yudi diberi Surat Peringatan 1 (SP1) dalam kasus etik terkait penyebaran informasi keliru pengembalian penyidik Rossa Purbo Bekti ke...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya