Senin 07 September 2020, 03:35 WIB

BTN Rilis Fitur Baru KPR BP2BT

Media Indonesia | Ekonomi
BTN Rilis Fitur Baru KPR BP2BT

Dok. BTN
Bank BTN merilis KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yaitu fitur Graduated Payment Mortgage.

 

PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk terus berinovasi untuk mendorong laju penyaluran KPR Subsidi untuk membantu pemerintah mempercepat pencapaian Program Satu Juta Rumah.

Salah satu inovasi terbaru adalah dengan merilis fitur baru untuk KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau BP2BT, yaitu fitur graduated payment mortgage.

KPR BP2BT merupakan salah satu skema KPR Subsidi selain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP dan Subsidi Selisih Bunga atau SSB.

"Kami harapkan dengan fitur graduated payment mortgage atau GPM, angsuran dapat lebih terjangkau sehingga masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah dapat lebih antusias menggunakan skema KPR BP2BT untuk dapat memiliki rumah impiannya," kata Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury di Jakarta, kemarin.

Untuk menggaet minat nasabah, BP2BT tak kalah menarik dengan skema FLPP maupun SSB. Pahala memaparkan, dengan fitur baru, keringanan yang diperoleh masyarakat makin bertambah untuk mendapatkan rumah tapak maupun rumah susun yang diidamkan.

Pertama, uang muka atau down payment (DP) mulai 1% dari harga jual rumah. Kedua, mendapatkan bantuan uang muka sebesar 45% dari harga rumah atau maksimal Rp40 juta. Ketiga, jangka waktu kredit atau tenor hingga 20 tahun. Dan yang keempat, terbaru fitur GPM,  suku bunga kredit hanya 10% untuk 3 tahun pertama dan suku bunga selanjutnya akan mengambang atau floating dengan tetap memperhatikan batas tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

"Dengan fitur GPM tersebut, kami menargetkan penyaluran KPR BP2BT hingga akhir tahun ini dapat menyentuh 3.000 unit. Adapun per Agustus lalu pencapaian kami baru sekitar 300 unit," kata Pahala menjelaskan.

Guna  mendapatkan KPR BP2BT, masyarakat yang dapat mengajukan aplikasinya harus memenuhi syarat di antaranya belum pernah memiliki rumah, belum pernah mendapatkan subsidi/bantuan perumahan dari pemerintah, memiliki penghasilan sesuai dengan zonasi penghasilan yang diatur Kementerian PUPR, dan telah menabung di bank selama tiga bulan dengan batasan minimal saldo pada saat pengajuan sebesar Rp2 juta hingga Rp5 juta.

Tahun ini, berdasarkan siaran pers, Kementerian PUPR menargetkan dapat menyalurkan BP2BT kepada sebanyak 67.000 rumah tangga MBR.

"Kami mengapresiasi Kementerian PUPR yang mendukung BTN dalam meracik fitur-fitur baru dalam skema BP2BT," tutup Pahala. (RO/E-1)

 

Baca Juga

Antara/Andreas Fitri Atmoko

OJK Siap Perpanjang Restrukturisasi Kredit Hingga 2022

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 28 September 2020, 09:05 WIB
Wimboh melaporkan bahwa realisasi kebijakan restrukturisasi kredit perbankan hingga posisi 7 September 2020, nilai restrukturisasi mencapai...
DOK ESDM

Energi Surya Dukung Penjagaan Pos Batas Negara

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 28 September 2020, 09:00 WIB
Saat ini, TNI memiliki banyak pos penjagaan di seluruh pelosok Nusantara. Dalam menjalankan pos-pos tersebut diperlukan penyediaan energi...
DOK ESDM

Energi Bersih hingga Pelosok Negeri:Pemanfaatan Air di Tanah Papua

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 28 September 2020, 09:00 WIB
Sejumlah rumah tangga di Distrik Oksibil tidak menikmati energi listrik 24 jam setiap...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya