Senin 07 September 2020, 03:28 WIB

Badan POM Ajak Negara Anggota OKI Berkolaborasi

Aiw/X-7 | Politik dan Hukum
Badan POM Ajak Negara Anggota OKI Berkolaborasi

MI/Ricky Julian
Ilustrasi -- BPOM RI

 

SEIRING dengan perkembangan pandemi covid-19, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) memandang perlu adanya koordinasi dan kolaborasi antara regulator (national medicines regulatory authorities/NMRAs) dan industri farmasi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Hal itu penting dilakukan dalam rangka pengembangan obat dan vaksin sebagai langkah strategis terhadap upaya penanganan pandemi covid-19 secara global serta sebagai langkah nyata dalam mempercepat implementasi Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi NMRAs OKI.

Pendapat itu disampaikan Kepala Badan POM Penny K Lukito saat sesi Focus Group Discussion Kolaborasi Obat dan Vaksin dalam Perspektif Kerja Sama Negara-Negara OKI, yang dikutip Media Indonesia, kemarin.

“Dalam kerangka kerja sama dengan OKI,” lanjut Penny, “Indonesia melalui Badan POM telah membantu peningkatan kapasitas regulator di negara anggota OKI dalam melakukan pengawasan obat dan makanan, meningkatkan ketersediaan obat dan vaksin, serta mendukung kemandirian dalam produksi dan penyediaannya di negara anggota OKI yang membutuhkan.”

Salah satunya, lanjut Penny, melalui program kerja sama Selatan-Selatan dan triangular dalam bentuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang obat dan vaksin.

“Posisi Indonesia sebagai center of excellence (CoE) di bidang vaksin dan produk biologi di antara negara anggota OKI memiliki peran penting untuk mendorong kerja sama strategis di bidang obat. Khususnya untuk mendukung ketersediaan dan kemandirian (self-reliance) dalam pemenuhan kebutuhan obat dan vaksin yang aman, bermutu, berkhasiat, dan terjangkau bagi negara anggota OKI,” jelasnya lagi.

Kemandirian dan akses terhadap obat dan vaksin saat ini menjadi isu sangat penting, terutama di tengah masa pandemi covid-19 yang telah berdampak pada status kesehatan di 114 negara di seluruh dunia. Itu termasuk negara-negara anggota OKI, dengan jumlah kasus terinfeksi mencapai lebih dari 12.964.809 dan angka kematian sebanyak 570.288 orang.

Sebelumnya, Badan POM telah mengadakan pertemuan koordinasi dengan Tim Sekretariat OKI berupa penjajakan kolaborasi serta kerja sama obat dan vaksin di negara anggota OKI dalam bentuk workshop virtual. (Aiw/X-7)

Baca Juga

Dok MI

DPR Minta Pengawasan Prokes Selama Pilkada tidak Kendor

👤Anggitondi Martaon 🕔Selasa 29 September 2020, 10:07 WIB
Pengawas diminta tidak bosan mengingatkan peserta atau masyarakat mematuhi protokol kesehatan selama...
Ist

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Raih Penghargaan BPS Award 2020

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 09:38 WIB
Penghargaan diberikan kepada LAN, atas kontribusi dan peran yang sangat penting terhadap penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan...
ANTARA/ANGGIA P

Tersangka Kasus Surat Jalan sudah P21

👤Ykb/Cah/P-1 🕔Selasa 29 September 2020, 06:13 WIB
Adapun tersangka dalam kasus dugaan suap penghapusan red notice ialah Tommy Sumardi dan Joko Tjandra sebagai pemberi suap. Lalu, Brigjen...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya