Minggu 06 September 2020, 08:01 WIB

Gerakan Siaga Desa TBC Untuk Mengeliminasi Tuberkulosis

Supardji Rasban | Nusantara
Gerakan Siaga Desa TBC Untuk Mengeliminasi Tuberkulosis

MI/Supardji Rasban
Diskusi Desa Siaga TBC di Pendopo rumah dinas Bupati Brebes, Jawa Tengah, Minggu (6/9/2020)

 

PROGRAM Siaga Desa TBC menjadi salah satu tindakan untuk mengeliminasi penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Dirjen Penanganan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto menyampaikan hal itu saat menghadiri pertemuan Desa Siaga TBC Kabupaten Brebes di pendopo rumah dinas Bupati Brebes, Minggu (6/9).

Menurut Achmad Yurianto, sampai sekarang masih ada penyakit menular dan tidak menular yang belum terselesaikan. Salah satunya adalah TBC.

"Untuk itu perlu adanya pemahaman tentang problema yang terjadi sehngga dapat dicarikan solusi penanganan paling tepat," ujar Achmad Yurianto.

Program Siaga Desa TBC dilaksanakan sebagai tindak lanjut rapat terbatas eliminasi TBC dan pencanangan gerakan bersama di sektor kesehatan. 

"Sesuai  instruksi Presiden kita harus cari dan temukan untuk kemudian obati hingga tuntas," tutur Yurianto.
    
Ia merinci jumlah pengidap TBC di Indonesia sebanyak 840 ribu orang. Dan Indonesia berada di urutan ketiga setelah Tiongkok dan India dalam kasus TBC ini. 
Jumlah itu berdasarkan prediksi pihak Kemenkes terhadap kasus yang ada. Sementara jumlah pengidap yang berhasil di-notifikasi baru mencapai 550 ribu orang.
     
"Kalau di Indonesia angkanya 840 ribu orang, itu prediksi kita dari kasus yang ada. Tapi yang bisa di-notifikasi baru 550 ribu. Artinya masi banyak kasus yang belum ditemukan. Kalau belum diobati bisa menjadi sumber penularan di masyarakat. Ini yang kita kejar," jelasnya.
     
Pada kesempatan itu Bupati Brebes Idza Priyanti berjanji akan menuntaskan permasalahan TBC pada 2028 atau lebih cepat dari target pemerintah pusat yang akan menuntaskannya pada 2030.

"Kami bertekad akan menuntaskan kasus TBC pada tahun 2028, lebih cepat dia tahun dari target pemerintah pusat," ujar Idza.
     
Idza berkeyakinan TBC bisa diatasi bila semua bahu-membahu, peduli dengan penderita untuk berani sembuh dan mencegah penularannya. Penyakit TBC tidak bisa dibiarkan begitu saja, mengingat penyakit ini menular, berbahaya dan sudah memakan banyak korban baik di Indonesia maupun dunia.    

baca juga: Pandemi Covid-19 Menghambat Upaya Penanggulangan TBC
     
Kabupaten Brebes, lanjutnya, masuk menjadi salah satu wilayah percontohan yang akan melakukan usaha penuntasan TBC dengan menggandeng langsung Kementerian Kesehatan RI.Sebagai daerah terluas kedua se-Jawa tengah setelah Kabupaten Cilacap dengan 17 Kecamatan, 192 desa dan 5 kelurahan serta jumlah penduduk yang padat, perlu kerja ekstra keras.
     
"Permasalahan kesehatan di Brebes, perlu mendapatkan perhatian yang serius termasuk penyakit TBC," pungkas Idza. (OL-3)

Baca Juga

Antara

Pesantren Kiblat Solusi Pendidikan Nasional Masa Covid-19

👤Bagus Suryo 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:48 WIB
"Pesantren bisa menjadi solusi dan memberikan jalan keluar di tengah keterbatasan yang dimiliki," tegas Panglima Santri Muhaimin...
Ilustrasi

Gubernur Sumut Minta Usut Preman yang Serang Satgas Covid-19

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:36 WIB
Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi minta kepolisian untuk menindak para preman yang menyerang Satgas Covid-19 Mebidang saat menggelar...
ANTARA/Zabur Karuru.

Ada Pasar Burung dan Batu Akik di Bekas Lokalisasi Dolly

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 23:20 WIB
Sentra Pasar Burung dan Batu Akik luas 840 meter persegi yang diresmikan pada Rabu (21/10) merupakan usulan dari warga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya