Minggu 06 September 2020, 05:33 WIB

Pengakuan GCF Bukti Konsistensi Indonesia

Gan/E-2 | Politik dan Hukum
Pengakuan GCF Bukti Konsistensi Indonesia

KLHK
Ilustrasi -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di Yogyakarta, Kamis, 27 Februari 2020

 

INDONESIA telah ditetapkan Green Climate Fund (GCF), sebuah lembaga pendanaan untuk melawan perubahan iklim yang dibentuk PBB, berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dari kegiatan deforestasi dan degradasi hutan.

Lembaga itu pun menyetujui pengucuran dana senilai US$103,8 juta (sekitar Rp1,5 triliun dengan kurs Rp14.000 per dolas AS) sebagai pembayaran berbasis kinerja yang dikenal dengan skema results-based payment (RBP).

Dalam keterangannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan, di tengah pandemi covid-19 dan pemberitaan buruk yang kerap mewarnai sektor kehutanan, capaian itu menunjukkan respons yang mengesankan dari Indonesia terhadap ancaman perubahan iklim.

“Ini juga merupakan wujud peningkatan kepercayaan di dalam negeri dan komunitas internasional,” ungkap Siti, kemarin.

Ia menjelaskan, REDD+ merupakan pendekatan tata kelola hutan yang baik (good forest governance). Konteks terpenting dalam REDD+ ialah deforestasi.

Di Indonesia, deforestasi dipicu banyaknya kepentingan, termasuk perkebunan, pertanian, pertambangan, dan permukiman. Itu sebabnya, tanda ‘plus’ ditambahkan pada singkatan REDD karena pendekatan tata kelola hutan yang baik tidak melulu konservasi dan perlindungan area hutan, tetapi juga mempertimbangkan dan mengarusutamakan beragam aspek, termasuk aspek kemasyarakatan dan tentunya perekonomian.

“Selain itu, hal ini juga memperlihatkan konsistensi Indonesia dalam menjalankan komitmennya yang tercantum dalam Persetujuan Paris yang telah diratifikasi melalui UU No 16/2016,” jelas Siti.

Sementara itu, kata dia, skema RBP ialah pembayaran berbasis hasil kerja penurunan emisi GRK dalam kerangka REDD+. Data penurunan emisi harus terlebih dahulu diverifikasi lembaga independen yang ditunjuk United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

“Proses penilaiannya pun dilakukan secara transparan. Karena itu, pencapaian berupa pendanaan REDD+ RBP dari GCF ini bukan sekadar klaim tak berdasar, melainkan pengakuan dunia atas keberhasilan Indonesia mengurangi laju deforestasi secara konsisten dan menurunkan emisi GRK yang sudah diverifikasi sampai 2017,” lanjut dia.

Siti mengatakan, data penurunan emisi GRK yang telah terverifi kasi GCF itu merupakan kinerja pemerintah Indonesia pada periode 2014-2016. Sebelumnya, Indonesia juga mendapatkan penghargaan dari pemerintah Norwegia dalam skema yang sama senilai US$56 juta. (Gan/E-2)

Baca Juga

MI/Adam Dwi

KPK Tegaskan Masih Buru Pemberi Suap Nurhadi

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 19 September 2020, 22:21 WIB
"Hingga saat ini KPK masih terus mencari keberadaan yang bersangkutan, tim terus melakukan pengejaran," tegas Pelaksana Tugas...
MI/Andri Widiyanto

Pimpinan KPU Positif Covid-19, Persiapan Pilkada tak Terganggu

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 19 September 2020, 22:02 WIB
Kendati terpapar covid-19, Pramono menegaakan, persiapan penyelenggaraan Pilkada yang tinggal hitungan bulan tidak terganggu. Ia mengatakan...
Antara/Hafidz Mubarak

1 Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada 2020 Belum Serahkan LHKPN

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 19 September 2020, 20:11 WIB
"KPK mengimbau bagi yang belum menyampaikan laporan hartanya dan akan melanjutkan pencalonannya, agar segera menyampaikan laporan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya