Minggu 06 September 2020, 05:00 WIB

Akademisi: Komjak Jangan Ganggu Proses Hukum Jaksa Pinangki

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Akademisi: Komjak Jangan Ganggu Proses Hukum Jaksa Pinangki

Antara/Galih Pradipta
Jaksa Pinangki yang terlibat kasus suap pengurusan fatwa MA untuk membebaskan Joko S Tjandra.

 

AKADEMISI Universitas Indonesia (UI) Chudry Sitompul mengingatkan Komisi Kejaksaan (Komjak) agar tidak membangun opini terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung). Terutama dalam penanganan kasus Joko S Tjandra yang melibatkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Menurut Chudry, tindakan Komjak dapat menggangu proses hukum yang dijalankan Kejagung. "Komjak bukan aparat penegak hukum yang boleh melakukan penyelidikan atau penyidikan," pungkas Chudry, Sabtu (5/9).

Diketahui, Komjak berencana meminta keterangan Jaksa Agung ST Burhanuddin terkait kasus gratifikasi kepengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), yang membelit Jaksa Pinangki.

Baca juga: Jaksa Pinangki Tawarkan Fatwa MA ke Joko Tjandra

Chudry menekankan Komjak seharusnya tidak mencampuri ranah hukum yang ditangani Kejagung. Sesuai tugas dan fungsi, Komjak sebaiknya fokus pada masalah etik di internal Kejaksaan. "Komjak ini kalau kita lihat tupoksinya pelanggaran etik. Itu pun kalau dilaporkan masyarakat atau diminta oleh Kejaksaan," imbuh Chudry.

Selain itu, Chudry menilai langkah Komjak ingin memeriksa Jaksa Pinangki yang sudah menjadi tersangka, seolah membangun opini bahwa Lembaga tersebut ialah penegak hukum

"Komjak seperti Komisi Yudisial atau Kompolnas. Kalau Komjak ikut memeriksa, tidak sesuai dengan tupoksinya," tutupnya.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara/Mohammad Ayudha

Bawaslu : Kampanye Hari Kedua Pilkada 2020 Masih Kondusif

👤Indriyani Astuti 🕔Minggu 27 September 2020, 21:24 WIB
"Belum ada temuan dan laporan kejadian menonjol," ujar...
DOK BPIP

BPIP Beri Advokasi Positif untuk Pegiat Kampung di Lumajang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 September 2020, 21:04 WIB
Salah satu tradisi dan budaya yang diangkat oleh kampung tematik ini adalah tradisi gotong royong dan kerja sama antar pegiat...
Antara

Pengamat: Tunda Pilkada Serentak atau Ubah Cara Pilih

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 September 2020, 19:45 WIB
DESAKAN penundaaan Pilkada Serentak 2020 masih terus bergulir setelah 2 organisasi besar keagamaan yaitu NU dan Muhammadiyah kompak meminta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya