Sabtu 05 September 2020, 22:55 WIB

Sungai Harau Meluap, Kabupaten Lima Puluh Kota Terendam Banjir

Atalya Puspa | Nusantara
Sungai Harau Meluap, Kabupaten Lima Puluh Kota Terendam Banjir

Antara/Iggoy el Fitra
Foto udara banjir yang merendam wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.

 

BENCANA banjir melanda wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, sekitar pukul 06.00 WIB pada Sabtu (5/9).

Dari laporan sementara yang diterima BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, banjir terjadi setelah Sungai Harau meluap. Itu dipicu intensitas curah hujan yang tinggi.

"Banjir terjadi di Nagari Taram, Kecamatan Harau dan Nagari Batu Payung di Kecamatan Lereh Sago Halaban. Hasil pantauan melalui udara, beberapa rumah, ruas jalan dan area persawahan terendam banjir," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan resmi, Sabtu (5/9).

Baca juga: Cegah Karhutla, KLHK Optimalkan TMC Hingga Awal 2021

Hingga saat ini, lanjut Raditya, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota masih melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Prakiraan cuaca dari BMKG Minangkabau, sebagian besar wilayah Sumatera Barat masih berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat dan petir, serta angin kencang.

Adapun wilayah tersebut meliputi, Kepulauan Mentawai (Siberut Utara, Siberut Barat), Lima Puluh Kota (Kapur IX, Gunung Mas, Bukit Barisan), Padang Pariaman (Batang Anai), Kabupaten Solok (hampir merata di seluruh wilayah kecamatan), berikut Kota Solok, Padang (Koto Tangah).

Kemudian, Sijunjung (Sumpur Kudus, Koto Tujuh, Kupitan, IV Nagari, Tanjung Gadang, Sijunjung), Sawahlunto, Pesisir Selatan (Koto IX Tarusan, IV Nagari Bayang, Bayang, IV Jurai), Solok Selatan (Sangir Batang Hari, Sangir Balai Janggo) dan Dharmasraya (IX Koto, Asam Jujuhan, Koto Besar, Pulau Punjung).

Baca juga: Pandemi Berimbas Tertundanya Realisasi Proyek Cegah Banjir Kalsel

Selain itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan petir, serta angin kencang, juga dapat meluas ke wilayah Padang Pariaman (Lubuk Alung), Tanah Datar, Payakumbuh, Limapuluh Kota (Lareh Sago Halaban, Situjuah Limo Nagari, Luhak, Harau, Mungka) dan wilayah sekitarnya.

"Melihat adanya dampak dari bencana yang dipicu faktor cuaca dan hasil prakiraan BMKG, BNPB meminta agar pemangku kebijakan di daerah melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu," tandas Raditya.(OL-11)


Baca Juga

ANTARA

Selain Covid-19, Babel Waspadai Merebaknya DBD

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Rabu 23 September 2020, 17:44 WIB
Jumlah kasus DBD ini, mengalahkan positif covid-19 di Babel. Hal ini tentu saja harus di waspadai terlebih di musim...
Ilustrasi

Paslon Positif Korona, Dua KPU Ini Tunda Penetapan

👤Lina Herlina 🕔Rabu 23 September 2020, 17:33 WIB
KPU Luwu Utara dan KPU Luwu Timur menunda penetapan calon kepala daerah maju dalam Pilkada 2020 karena salah satu kontestan positif...
DOK MI

Hujan Es Landa Kota Cimahi

👤Depi Gunawan 🕔Rabu 23 September 2020, 17:30 WIB
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya menerangkan, fenomena cuaca ekstrem seperti hujan es pada musim pancaroba sangat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya