Sabtu 05 September 2020, 13:25 WIB

Khofifah Targetkan Peningkatan Pajak Naik 20,4% Akhir 2020

RO/Micom | Nusantara
Khofifah Targetkan Peningkatan Pajak Naik 20,4% Akhir 2020

dok pemprov jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

 

GUBERNUR Jatim Khofifah Indar Parawansa optimistis penerimaan pajak daerah mampu mengalami peningkatan meski dalam situasi pandemi Covid-19. Bahkan pada semester II tahun anggaran 2020, Pemprov Jatim telah menetapkan kenaikan terget penerimaan sebesar 20,4 persen atau Rp2,097 triliun. 

Penyesuaian target penerimaan pajak daerah tersebut tertuang dalam rancangan Perubahan APBD tahun 2020 sebesar Rp12,37 triliun dari target awal Rp10,28 triliun. 

Gubernur Khofifah yakin, kenaikan target ini akan dapat dicapai seiring dengan tingginya tingkat kepatuhan masyarakat Jatim dalam membayar pajak. Di samping itu, berbagai program keringanan pajak juga telah dikeluarkan Pemprov Jatim untuk meringankan beban masyarakat di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19.

"Sejak April lalu Pemprov sudah memberi keringanan pembayaran pajak dengan pembebasan sanksi yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian diskon corona sampai dengan adanya pemutihan yang saat ini masih berjalan," tutur Khofifah,  usai menyampaikan jawaban eksekutif atas raperda perubahan APBD tahun 2020 di gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Jumat (4/9).

Dengan berbagai pemberian stimulus tersebut, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) ditargetkan mengalami kenaikan sebesar Rp1,3 trilun atau 30,23%. Sehingga target penerimaannya akan mencapai Rp5,6 triliun. Sementara untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) naik sebesar Rp450 miliar atau 21,43%, sehingga targetnya menjadi Rp2,55 triliun. 

"Stimulus keringanan pajak telah berhasil menggairahkan penerimaan pajak di semester I. Maka di semester II ini, antusiasme masyarakat dalam membayar pajak dengan memanfaatkan pemutihan diharapkan juga akan terus meningkat," ujarnya. 

Selain PKB dan BBNKB, pajak rokok juga diprediksi naik sebesar Rp350 miliar  atau 18,42%, sehingga targetnya menjadi Rp2,25 triliun. 

Sementara untuk pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (BBM) diproyeksikan tetap stabil di angka Rp1,95 triliun. Hal itu didasarkan pada proyeksi recovery konsumsi kendaran bermotor di Semester II setelah turun cukup dalam hingga 33,01% pada Semester I Tahun 2020. 

"Pada semester II ini  komsumsi BBM juga akan mulai membaik setelah masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) berkahir. Sehingga akan terjadi pergerakan kendaraan bermotor untuk mobilitas pribadi, umum maupun aktifitas ekonomi," ungkap Khofifah.

Khusus untuk sektor pajak air permukaan, pada rancangan P-APBD tahun ini disesuaikan sebesar minus Rp3 miliar atau minus 10%, sehingga targetnya menjadi Rp27 miliar. Sedangkan penerimaan cukai rokok permintaan diperkirakan tetap, sehingga pajak rokok dihitung dengan memperhatikan  proprosi dan penerimaan yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan RI.

"Peningkatan penerimaan pajak daerah ini akan menjadi energi yang luar biasa untuk percepatan pembangunan di Jatim. Kami akan tetap optimis bersama masyarakat Jatim yang semakin tinggi kesadarannya terhadap kewajiban membayar pajak," pungkasnya. (J-1)

Baca Juga

MI/John Lewar

Jelang HUT, TNI Ajak Warga Bersihkan Sampah di Pulau Bajo

👤John Lewar 🕔Sabtu 26 September 2020, 07:10 WIB
Salah satu langkah kecil untuk menarik wisatawan dengan memerangi sampah agar lingkungan obyek wisata nyaman dikunjungi dan terbebas dari...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz

Tambahan Pupuk Subsidi Segera Mengalir

👤 (HT/DW/N-3) 🕔Sabtu 26 September 2020, 05:50 WIB
KERESAHAN petani dipastikan akan segera berubah menjadi senyum. Kabar gembira itu ditiupkan Ganjar Pranowo,...
 (dok: Kementrian Bidang Koordinator Bidang Perekonomian)

Mendorong Kebangkitan Pariwisata

👤 (HK/UL/PT/RF/N-3) 🕔Sabtu 26 September 2020, 05:40 WIB
SEKTOR pariwisata menjadi salah satu fokus upaya pemerintah membangkitkan perekonomian yang terpuruk akibat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya