Sabtu 05 September 2020, 04:50 WIB

Jalan Panjang Mengejar Messi

Suryopratomo, Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
Jalan Panjang Mengejar Messi

MI/Seno
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group

 

BAGI pendukung Barcelona dia dijuluki Messi-ah. Bintang sepak bola asal Argentina Lionel Messi memang menjadi simbol kemenangan dan keberhasilan. Selama 16 tahun membela Blaugrana, ia mempersembahkan delapan juara La Liga, lima juara Copa del Rey, dan empat juara Piala Champions.

Tidak usah heran ketika Messi berniat meninggalkan klub yang membesarkannya itu, pecinta Barcelona marah. Mereka menuntut Direksi Barcelona FC untuk berupaya mencari jalan mencegah agar jangan sampai Messi hengkang. Leo Messi harus tetap di Barca!!!

Kisruh yang terjadi di tubuh manajemen Barcelona membuat Messi tidak betah. Apalagi bau korupsi merebak membuat pemain tidak merasa nyaman. Pemilihan pelatih tidak didasarkan kepada kemampuan terbaik untuk bisa mengangkat prestasi Blaugrana.

Maradona Jr, anak dari mahabintang Diego Armando Maradona pun merasa heran ketika manajemen Barcelona menunjuk Quique Setien menjadi pelatih klub itu. “Barcelona mempunyai Messi yang merupakan seorang aliens di sepak bola. Tetapi ditangan Setien, ia seperti menjadi bukan siapa-siapa. Sebenarnya apa dasar penunjukan Setien sebagai pelatih Barcelona?,” ujar Maradona Jr tidak habis pikir atas kesalahan fatal yang dibuat manajemen Barcelona.

Di musim kompetisi 2019/2020, Barca akibatnya memang harus nirgelar. Bahkan aib harus diterima ketika di ajang Liga Champions, Messi dan kawan-kawan dipermalukan Bayern Muenchen 2-8 di perempat final. Seakan Barcelona merupakan tim kemarin sore yang tidak paham bermain bola.

Setien memang langsung dipecat setelah kekalahan yang menyakitkan itu. Bahkan Direktur Olahraga Eric Abidal ikut tersingkir karena ikut bertanggung jawab atas kemunduran prestasi Barcelona. Sebagai gantinya, mantan center-back Barca, Ronald Koeman ditunjuk sebagai komandan baru.

Jadi incaran
Karena nama Messi menjadi jaminan kesuksesan, maka klub-klub besar langsung menetes air liurnya begitu tahu pemain terbaik di dunia itu tidak betah bertahan di Barcelona. Manchester City merupakan klub yang paling ambisius untuk mendapatkan kapten kesebelasan Barca itu.

Sebenarnya City mustahil untuk mendapatkan Messi. Pasalnya, belanja pemain yang sudah mereka keluarkan jauh melewati batasan “salary cap” yang sudah ditetapkan Asosiasi Sepak Uni Eropa (UEFA). City sempat dihukum UEFA dilarang dua tahun mengikuti Liga Champions karena melanggar “Financial Fair Play”. Mereka lolos dari hukuman karena putusan Komisi Banding Olahraga.

Harga yang ditawarkan Sheik Mansour bin Zayed al Nahyan untuk mendapatkan Messi memang luar biasa. Putra penguasa Uni Emirat Arab menawarkan untuk membeli bintang sepak bola itu seharga 700 juta pound sterling atau lebih dari Rp 12 triliun.

Untuk mengelabui aturan FFP dari UEFA, Sheik Mansour tidak langsung membelinya untuk City. Messi dibeli oleh klub miliknya di AS, New York City. Kemudian Messi dipinjamkan untuk beberapa musim ke City.

Sheik Mansour memang merupakan pemilik 10 klub sepak bola di 10 negara. Dengan itu ia mudah untuk melakukan rekayasa keuangan dan pemain dengan klub-klub yang ia miliki. Pengalaman nyaris dihukum UEFA membuat keluarga Kerajaan UEA itu semakin piawai untuk memproteksi diri dan klubnya dari ancaman hukuman.

Ia menargetkan City untuk bisa merebut Piala Champions dalam empat tahun ke depan. Pelatih Joseph Guardiola ditugaskan untuk bisa memenuhi harapan itu. Salah satu caranya adalah dengan membujuk bekas anak asuhnya di Barcelona dulu.

Pep Guardiola bahkan menawarkan tiga pemain pengganti—di samping biaya transfer yang menggiurkan—kepada Barcelona untuk mendapatkan Messi. Ia rela untuk melepas Bernando Silva, Gabriel Jesus, dan Eric Garcia untuk membawa anak emasnya mau membantu dirinya meraih mimpi besar merebut Piala Champions.

Di usianya yang sudah memasuki 33 tahun, Messi melihat tawaran Sheik Mansour sebagai sesuatu yang menggiurkan. Apalagi ada jaminan setelah lepas dari City kelak, ia bisa bermain di Liga Utama Sepak Bola AS.

Tetap bertahan
Sebagai orang yang sejak usia 13 tahun dibesarkan oleh Barcelona, pasti tidak mudah bagi Messi untuk meninggalkan klub itu. Ia tidak mungkin bisa melupakan ketika pada 2000 dirinya berangkat dari Newell’s Old Boys untuk bergabung dengan Barca.

Setidaknya  tiga tahun ia harus menunggu sebelum diberi kepercayaan oleh Pelatih Frank Rijkaard memulai debut di La Liga saat Barca bertemu Espanyol. Di tengah pemain-pemain besar Barcelona ketika itu seperti Ronaldinho dan Samuel Eto’o, Messi benar-benar belajar sampai akhirnya menjadi bintang sesungguhnya.

Dalam pepatah Jawa dikenal ajaran “tego patine, ora tego larane”. Begitulah suasana batin yang dirasakan oleh Messi. Ia boleh sangat kesal kepada manajemen Barcelona yang tidak mengindahkan banyak masukannya,tetapi mustahil bagi dirinya untuk melupakan Barca.

Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu memahami persoalan psikologis itu. Ia menggunakan pendekatan primordial untuk bisa menahan Messi. Ia secara khusus mengundang khusus ayahnya, Jorge untuk berbicara dari hati ke hati. Dari hasil pembicaraan selama 90 menit, akhirnya Jorge mau untuk meluluhkan hati putranya agar tetap bertahan di Barca setidaknya sampai musim 2020/2021 yang akan bergulir pekan depan.

Gelandang Barca asal Belanda Frenkie de Jong merasakan situasi yang tidak menentu di tubuh klubnya ketika merebak isu Messi akan meninggalkan klub itu. Apalagi Messi kemudian memilih tidak mengikuti latihan pra-musim kompetisi.

“Sebuah pukulan yang sangat berat bagi Barca kalau Messi sampai memilih meninggalkan klub ini,” kata De Jong yang sangat berharap Messi tetap bersamanya di Catalonia.

Manajemen Barcelona FC akhirnya memastikan, Messi akan tetap bertahan untuk satu musim lagi. Putusan ini merupakan modal berharga bagi Koeman untuk bisa mengembalikan kejayaan Barca. Setidaknya ia tidak ditambah pusing dengan keluarnya mesin gol yang bandel, Luis Suarez.

Messi setidaknya bisa diandalkan sebagai “false nine” bersama Antoine Griezmann dan Phillip Coutinho yang dipanggil pulang setelah dipinjamkan ke Bayern Muenchen. Satu lagi bintang muda yang akan bisa menjadi andalan setelah memulai debut di tim nasional Spanyol, Ansu Fati.

Di lapangan tengah, perginya Arturo Vidal dan Ivan Rakitic akan diisi gelandang yang dibeli dari Liverpool, Georginio Wijnaldum. Koeman bisa lebih percaya diri dengan hadirnya dua gelandang asal Belanda Gini Wijnaldum dan De Jong sebagai jenderal di jantung permainan.

Barcelona akan disegani dengan tetap bertahannya Messi di sana. Bahkan bukan mustahil Messi akan bisa menutupi Akhir kariernya dengan indah sehingga akan bisa dikenang sepanjang masa sebagai pemain yang mengharumkan nama Barca.

Messi tentu ingin dikenang seperti Xavi Hernandez atau Andres Iniesta yang menutup karier di Barcelona dengan paripurna. Mereka meninggalkan Barca dengan prestasi gemilang, yang sepantasnya juga digoreskan Messi sebagai pemain sepak bola bukan hanya terbaik tetapi paling kaya di dunia.

Baca Juga

AFP

Milan Ingin Tancap Gas di Awal Musim

👤Ant 🕔Senin 21 September 2020, 02:43 WIB
"Jika ingin finis empat besar, kami harus memulai dengan baik. Kami tidak bisa terus menerus di posisi mengejar pesaing," kata...
AFP

Mane Pimpin Liverpool Tekuk Chelsea

👤Ant 🕔Senin 21 September 2020, 01:13 WIB
Setelah Andreas Christensen diganjar merah di pengujung babak pertama, Sadio Mane mencetak dua gol untuk mengantarkan Liverpool meraih...
AFP

Ancaman Serigala di Molineux

👤Akmal Fauzi 🕔Senin 21 September 2020, 00:55 WIB
MANCHESTER City harus menjalani ujian berat di awal musim Liga Primer Inggris ini dengan bertandang ke Wolverhampton...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya