Jumat 04 September 2020, 23:50 WIB

Burnout Hilangkan Empati Tenaga Medis, Atasi dengan 11 Cara Ini

Zubaedah Hanum | Humaniora
 

SINDROM Burnout yang menghinggapi tenaga medis selama pandemi covid-19 muncul akibat respon kronik terhadap stressor di tempat kerja, seiring dengan meningginya jumlah kasus. Jika dibiarkan hal ini akan sangat berbahaya.

Dokter Dewi Sumaryani Soemarko, MS, SpOK dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI mengungkapkan, sindrom burnout ini muncul dengan sejumlah gejala seperti keletihan emosi, kehilangan empati dan hilangnya rasa percaya diri.

Keletihan emosi ditandai perasaan sangat lelah sehingga tidak mau melakukan apapun. Sementara, kehilangan empati ditandai tidak ingin ikut serta mengambil keputusan apapun.
 
"Kehilangan empati, jadi terserah saja. Ini menurut kami agak sedikit berbahaya. Lalu hilang rasa percaya diri. Bisa-bisa dia merasa banyak ragunya menyebabkan penurunan performa," ujarnya, Jumat (4/9).

Dikutip dari laman helpguide.org, seseorang yang mengalami sindrom burnout akan merasa kelelahan sangat dan sepertinya masalah tampak tidak dapat diatasi. Semuanya tampak suram dan sulit untuk mengumpulkan energi untuk peduli, apalagi mengambil tindakan untuk membantu diri sendiri.

Namun, jangan khawatir, ada sejumlah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres yang luar biasa itu dan mengembalikan keseimbangan hidup.

1. Berbicaralah dengan orang terdekat

Salah satu cara yang paling efektif ialah dengan melakukan kontak sosial dengan orang-orang terdekat, apakah itu pasangan, keluarga atau teman. Kontak sosial adalah penawar alami untuk stres dan berbicara langsung dengan pendengar yang baik adalah salah satu cara tercepat untuk menenangkan sistem saraf dan menghilangkan stres.

Ingat, orang yang diajak bicara tidak harus bisa "memperbaiki" penyebab stres Anda. Mereka hanya perlu menjadi pendengar yang baik, seseorang yang akan mendengarkan dengan penuh perhatian tanpa terganggu atau mengungkapkan penilaian.

2. Terhubung dengan komunitas

Bergabung dengan kelompok agama, sosial, atau pendukung dapat memberi Anda tempat untuk berbicara dengan orang-orang yang berpikiran sama tentang bagaimana menghadapi stres sehari-hari dan mencari teman baru. Jika bidang pekerjaan Anda memiliki asosiasi profesional, Anda dapat menghadiri rapat dan berinteraksi dengan orang lain untuk mengatasi tuntutan tempat kerja yang sama.

3. Temukan teman baru.

Jika Anda merasa tidak memiliki siapa-siapa untuk diajak, tidak ada kata terlambat untuk membangun persahabatan baru dan memperluas jaringan sosial.

4. Lebih ramah dengan rekan kerja

Mengembangkan persahabatan dengan orang-orang yang bekerja dengan Anda dapat membantu melindungi Anda dari kelelahan kerja. Saat Anda beristirahat, misalnya, alih-alih mengalihkan perhatian Anda ke ponsel pintar, cobalah berinteraksi dengan kolega Anda atau jadwalkan acara sosial bersama setelah bekerja.

5. Batasi kontak dengan para pengeluh

Kenali siapa orang-orang negatif di sekitar Anda dan batasilah kontak dengan mereka. Bergaul dengan orang-orang berpikiran negatif yang tidak melakukan apa-apa selain mengeluh hanya akan menurunkan suasana hati dan pandangan Anda. Jika Anda harus bekerja dengan orang yang negatif, cobalah membatasi waktu yang Anda habiskan bersama.

6. Kekuatan memberi

Membantu orang lain memberikan kesenangan luar biasa dan dapat membantu mengurangi stres secara signifikan serta memperluas lingkaran sosial.  Saat Anda menghadapi stres yang luar biasa, membantu orang lain tidak harus melibatkan banyak waktu atau usaha. Bahkan hal-hal kecil seperti kata-kata baik atau senyuman ramah dapat membuat Anda merasa lebih baik dan membantu menurunkan stres bagi Anda dan orang lain.

7. Beristirahat.

Jika kelelahan tampaknya tak terhindarkan, cobalah istirahat sementara dari pekerjaan, dan ambil cuti beberapa saat. Singkirkan laptop, matikan telepon, dan berhenti memeriksa email.

8.  Kembangkan sisi kreatif

Kreativitas adalah penangkal yang ampuh untuk kelelahan. Cobalah sesuatu yang baru, mulai proyek yang menyenangkan, atau lanjutkan hobi favorit. Pilih aktivitas yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan atau apa pun yang menyebabkan stres.

9. Lakukan relaksasi

Teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, dan pernapasan dalam mengaktifkan respons relaksasi tubuh, keadaan istirahat yang berlawanan dengan respons stres.

10. Jadikan olahraga sebagai prioritas

Olahraga adalah penawar yang kuat untuk stres dan kelelahan. Itu juga sesuatu yang dapat Anda lakukan sekarang untuk meningkatkan mood. Usahakan untuk berolahraga selama 30 menit atau lebih per hari atau bagi menjadi semburan aktivitas singkat selama 10 menit. Jalan kaki 10 menit dapat meningkatkan mood Anda selama dua jam.

11. Hindari gula dan karbohidrat olahan

Makanan berkarbohidrat tinggi dengan cepat menyebabkan penurunan mood dan energi. Kurangi asupan tinggi makanan yang dapat memengaruhi suasana hati Anda secara negatif, seperti kafein, lemak trans, dan makanan dengan pengawet kimiawi atau hormon.

Sebaliknya, makan lebih banyak asam lemak Omega-3 untuk meningkatkan mood Anda. Sumber terbaik adalah ikan berlemak (salmon, herring, mackerel, teri, sarden), rumput laut, biji rami, dan kenari. (H-2)

Baca Juga

Antara

Ini Jurus Luhut Tekan Pertumbuhan Korona

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 29 September 2020, 21:23 WIB
Per hari ini, Kemenkes mencatat ada 4.002 kasus baru positif covid-19 dalam...
123RF

Inilah Kebutuhan Vitamin untuk Mendukung Daya Tahan Tubuh

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 20:50 WIB
Kebutuhan kedua vitamin C dan B akan lebih tinggi bagi kelompok yang cukup rentan seperti ibu hamil dan masyarakat usia...
Antara

Turun 50 Persen, Kopi Kawa juga Terimbas Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 20:16 WIB
Kopi kawa sudah ada semenjak zaman kolonial Belanda itu agar minuman tradisional tetap terjaga di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya