Jumat 04 September 2020, 23:34 WIB

Paslon Pilkada 2020 Dituntut Patuhi Protokol Kesehatan

Emir Chairullah | Politik dan Hukum
Paslon Pilkada 2020 Dituntut Patuhi Protokol Kesehatan

Antara
Ilustrasi

 

PEMERINTAH berharap helatan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 bisa menjadi ajang untuk menekan pandemi covid-19.

Pasalnya, kata Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, para calon kepala daerah harus bisa menunjukkan kualitasnya dalam mengendalikan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan.

“Setiap calon harus mampu meyakinkan pendukungnya untuk menaati protokol kesehatan,” katanya saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi persiapan pilkada bersama KPU, Bawaslu dan Satpol PP yang ditayangkan secara daring, Jumat (4/9).

Sebagaimana diketahui, Pilkada 2020 digelar di 270 wilayah di Indonesia, meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Rencananya, KPU akan menggelar verifikasi persyaratan pencalonan dan syarat calon termasuk tes kesehatan bagi bapaslon hingga 22 September 2020. Sementara penetapan paslon bakal digelar 23 September.

Lebih lanjut Tito menegaskan, masa pendaftaran bakal pasangan calon (paslon) Pilkada 2020 pada 4-6 September 2020 ini merupakan pertaruhan bagi pemerintah daerah dan penyelenggara pilkada.

Apabila proses pendaftaran berlangsung lancar dan taat protokol kesehatan, publik akan percaya pilkada di tengah pandemi bisa berlangsung aman dan bebas penularan virus.

"Kalau ini bisa berlangsung dengan baik sesuai protokol Covid-19, maka ini akan menjadi modal penting,” ujarnya.

Namun, ungkap Tito, apabila pengelolaan pendaftaran bakal paslon kurang baik, akan membangun kesan pesimistis di mata masyarakat. Karena itu, Tito meminta seluruh pemda dan penyelenggara pilkada di 270 daerah mewaspadai perkembangan kondisi di wilayah masing-masing dan proaktif menyosialisasikan aturan tersebut.

"Sampaikan kepada parpol, kepada paslon, kepada pendukung, kepada masyarakat. Bisa secara langsung, bisa juga memanfaatkan media sosial," kata Tito.

Konsitensi

Tito menambahkan, hal terpenting dalam penerapan protokol kesehatan ini yaitu konsistensi penegakkan aturan oleh para pemimpin di daerah. Tito menyebutkan, pihaknya sudah menegur kepala daerah petahana yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan dengan pengumpulan massa.

“Memang agak sulit kita menegur yang belum menjadi kepala daerah. Tapi tetap harus kita ingatkan,” jelasnya.

Mendagri juga meminta Bawaslu tidak ragu memberikan teguran maupun sanksi tegas kepada calon kepala daerah yang melakukan pelanggaran. Tito juga meminta para penyelenggara mengumumkan pelanggaran tersebut ke media untuk menimbukan efek jera.

"Kalau dinaikkan di media massa maka otomatis para kontestan berpikir juga. Kalau diekspos terus-menerus pelanggarannya nanti akan dinilai oleh masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu RI Abhan menyebutkan, para calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan saat kampanye bisa dikenakan pidana.

Namun, tambahnya, untuk menerapkan hukuman tersebut, pihaknya terlebih dulu memberi peringatan terhadap para calon yang melanggar.

"Setidaknya ada 4 pasal dalam peraturan perundang-undangan yang bisa digunakan untuk menindak pelanggar protokol kesehatan di Pilkada seperti beberapa pasal di KUHP dan UU Karantina Kesehatan,” ujarnya.

Ditegaskan, arak-arakan yang dilakukan saat pendaftaran calon bisa dijadikan temuan yang akan ditindaklanjuti sebagai pelanggaran protokol kesehatan. Namun dugaan pelanggaran tersebut nantinya bukan menjadi ranah Bawaslu, melainkan pihak kepolisian. (OL-8).

 

Baca Juga

Antara/Muhammad Iqbal

DPR Optimistis Target Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Tercapai

👤Putra Ananda 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:33 WIB
Tingginya partisipasi pemilih dapat menjadi salah satu indikator kualitas pelaksanaan...
DOk. Sekretariat Pers Presiden Ri

Wakil Ketua DPR : Kunjungan PM Jepang bukan Kunjungan Biasa

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:03 WIB
Kunjungan itu memberi sinyal kepada pemerintah, agar tidak melupakan peran strategis Jepang membangun harmoni geopolitik dan ekonomi dunia...
Antara

Usut Penyebab Kebakaran Kejagung, Penyidik Gelar Ekspos

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 16:33 WIB
"Sore ini pukul 15.30 WIB sesuai rencana, penyidik ekspos di depan jaksa peneliti di Kejagung," ujar Karopenmas Divisi Humas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya