Jumat 04 September 2020, 20:29 WIB

Inilah Cara Sumsel Mengejar Produksi Padi

Dwi Apriani | Nusantara
Inilah Cara Sumsel Mengejar Produksi Padi

Istimewa
Ilustrasi

 

Lahan merupakan sumber daya pokok dalam usaha apapun termasuk dalam bidang pertanian. Lahan baku sawah secara teknis yaitu lahan sawah eksis dinamis yang secara periodik ditanami padi atau diselingi tanaman lain.

Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/286004-cegah-busuk-bulir-padi-kementan-dorong-petani-lakukan-perlakuan

Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah yang menjadi salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia. Dimana Pada tahun 2020 ini, Provinsi Sumsel telah menargetkan capaian produksi padi sebesar 4.925.191 ton GKG.

Sampai dengan tanggal 31 Agustus 2020 ini, capaian produksi padi di Sumsel sudah mencapai 3.088.976 ton GKG dengan luas tanam mencapai 867.433 Ha. Sekretaris Daerah Sumatra Selatan, Nasrun Umar mengatakan, dibutuhkan tambahan luas tanam lagi seluas 101.948 Ha agar target capaian produksi tersebut bisa dipenuhi di tahun ini.

"Dengan luas wilayah keseluruhan seluas 8.701.741 Ha yang terdiri dari 13 kabupaten, 4 kota, 234 kecamatan, 384 kelurahan dan 2.859 desa maka potensi alih fungsi lahan di Sumsel masih sangat besar," tuturnya.

Diketahui, data terkait luas lahan baku di Provinsi Sumatra Selatan berdasarkan hasil rapat tanggal 21 Juli 2020 terdapat penurunan luas baku lahan sawah. Berdasarkan SP lahan 2017 data luas baku lahan sawah Sumatra Selatan seluas 621.903,28 Ha sedangkan berdasarkan ATR/BPN 2019 seluas 470.602,4. Terdapat selisih pengurangan luas lahan sawah sebesar 151.300,8 Ha.

Menurutnya, beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan data lahan baku sawah, antara lain karena lahan sawah yang belum terpetakan luasannya lebih besar dari lahan yang mengalami alih fungsi lahan selain itu waktu dilaksanakan pendataan. "Bisa jadi saat dilakukan pendataan lahan sawah, lahan tersebut sedang tergenang air karena musim hujan sehingga tidak terdata. Untuk itulah selain perlu disamakan persepsi terlebih dahulu mengenai pengertian lahan sawah antara semua instansi terkait perlu juga dicermati dan dilakukan verifikasi atau groundcheck ke lapangan termasuk validasi dan sinkronisasi data bersama instansi terkait," tambahnya.

Terkait dengan permasalahan tersebut, ia menyebut, dengan program utama
dari Menteri Pertanian RI agar data apapun di bidang pertanian menjadi satu pintu. "Maka hari ini melalui Koordinasi yang dilakukan oleh Dinas
Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan bersama instansi terkait duduk bersama pada kegiatan FGD terkait masalah Verifikasi Luas Baku Lahan Sawah yang ada di Provinsi Sumatra Selatan," jelasnya. (OL-12)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Melaju hingga Pelosok Memastikan BBM Satu Harga di Sumsel

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 19 September 2020, 14:20 WIB
HARGA dan kualitas bahan bakar minyak (BBM) menjadi hal penting bagi konsumen...
Ist/Kementan

Pertanian Sumsel Dimaksimalkan dalam TOF SIMURP

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 19 September 2020, 13:11 WIB
DINAS Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Selatan meningkatkan kapasitas penyuluh melalui kegiatan Training of Farmer...
MI/Ignas Kunda

Kemarau Air Bersih Tidak Menetes di Radabata

👤Ignas Kunda 🕔Sabtu 19 September 2020, 11:22 WIB
Warga Desa Radabata, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada sudah memperjuangkan agar ada akses air bersih lewat sumur bor sejak 2010 namun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya